Pengemasan Vakum: Pengertian, Keunggulan dan Kekurangannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan suatu produk, perusahaan atau industri memanfaatkan teknik pengemasan vakum dalam menjaga keberlangsungan produk yang dihasilkan.
Pengemasan vakum adalah sistem pengemasan dengan menciptakan ruang hampa udara untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara mengeluarkan oksigen (O2) dari kemasan.
Proses ini diperlukan bagi produk makanan, khususnya daging-dagingan. Mengutip laman www.physicsforums.com, hal tersebut karena daging lebih cepat ditumbuhi mikroorganisme dibanding sayuran karena daging tidak memiliki dinding sel.
Pengertian Pengemasan Vakum
Merujuk jurnal Aplikasi Teknik Penyimpanan Menggunakan Pengemas Vakum pada Berbagai Jenis Beras oleh Hawa, Setiawan, dan Ahmad, pengemasan vakum adalah sistem pengemasan hampa udara karena tekanannya kurang dari 1 atmosfer (atm) dengan cara mengeluarkan oksigen dari kemasan.
Pengemasan vakum dapat meningkatkan masa simpan dengan membatasi pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan. Namun, bakteri patogen masih dapat berkembang biak dan bakteri ini tak dapat dideteksi indra penciuman maupun penglihatan manusia.
Keunggulan Pengemasan Vakum
Pengemasan vakum memiliki manfaat yang banyak dibandingkan pengemasan lainnya. Berikut beberapa keunggulan pengemasan vakum yang dikutip dari laman uspackagingandwrapping.com:
1. Meningkatkan Umur Simpan
Ketiadaan oksigen dapat membatasi pertumbuhan mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Hal ini berarti penggunaan pengemasan vakum akan membuat produk makanan dapat bertahan lebih lama.
2. Menghemat Biaya dan Efisien
Pengemasan vakum memiliki biaya yang sangat rendah, di samping membantu mempertahankan masa simpan produk.
3. Mengurangi Biaya Pengiriman
Melalui pengemasan vakum, produk menempati sedikit ruang, sehingga hal ini dapat memangkas biaya pengiriman dalam pengemasan produk.
4. Tidak Memerlukan Pengawet Kimia
Karena kemasan vakum memperpanjang umur simpan produknya, pengawet kimia tidak diperlukan.
Kekurangan Pengemasan Vakum
Berikut beberapa kekurangan dari pengemasan vakum menurut laman uspackagingandwrapping.com:
1. Mengelola Gas Eksternal
Untuk mendapatkan gas bagi pengawetan, seperti nitrogen dan karbon dioksida dapat mengeluarkan biaya mahal dan terkenal sulit digunakan.
Belum lagi, setiap produk membutuhkan jumlah yang berbeda atau jumlah kombinasi gas yang berbeda agar pengawetan produk efektif. Jika dalam prosesnya tidak sesuai, produk akan tetap rusak dan akan menambah biaya pengemasan ulang.
2. Jenis Penyegelan Berbeda
Beberapa produk memerlukan jenis penyegelan yang berbeda, seperti selang eksternak, pemotong, dan platform belakang vakum. Hal ini akan menambah harga pembelian.
3. Kantong Vakum Sulit Dibuka
Karena tujuannya adalah untuk menyegel produk, tidak ada perforasi (lubang) untuk membuatnya lebih mudah dibuka. Terlebih lagi, plastik yang digunakan lebih keras dan lebih tebal.
Demikian pengertian pengemasan vakum beserta kelebihan dan kekurangannya yang bisa disimak. Semoga bermanfaat.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apakah bakteri patogen tak bisa masuk ke produk dengan pengemasan vakum?

Apakah bakteri patogen tak bisa masuk ke produk dengan pengemasan vakum?
Bakteri patogen masih dapat berkembang biak dan bakteri ini tidak dapat dideteksi indra penciuman maupun penglihatan manusia.
Mikroorganisme tumbuh lebih cepat di daging atau sayuran?

Mikroorganisme tumbuh lebih cepat di daging atau sayuran?
Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur akan tumbuh lebih cepat di daging karena daging tak memiliki dinding sel yang membuat bakteri mudah masuk.
Apakah perlu pengawet kimia jika sudah menggunakan pengemasan vakum?

Apakah perlu pengawet kimia jika sudah menggunakan pengemasan vakum?
Karena kemasan vakum memperpanjang umur simpan produknya, pengawet kimia tidak diperlukan.
