Pengertian Biaya Implisit dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biaya implisit adalah salah satu dari dua jenis biaya produksi. Dalam hal ini, biaya implisit diartikan sebagai biaya yang sebenarnya ada, namun tidak dimasukkan ke dalam laporan keuangan.
Biaya ini hadir lantaran adanya potensi tambahan biaya dalam proses produksi suatu produk. Meski demikian, kehadirannya tidak memiliki dampak signifikan terhadap perusahaan.
Oleh karena itu, biaya implisit seringkali tidak dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Selain itu, biaya implisit juga sulit dilacak. Simak informasi lengkapnya dalam uraian berikut ini.
Pengertian Biaya Implisit
Mengutip buku Pengantar Ekonomi Mikro oleh Rahayu Mardikaningsih, dkk, biaya implisit adalah biaya (tersembunyi) yang berupa taksiran pengeluaran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan.
Biaya ini juga disebut biaya tidak terduga, sehingga seringkali tidak tercatat dalam catatan keuangan perusahaan. Meski tidak akan ditampilkan dalam laporan keuangan, biaya implisit tetap dilaporkan secara terpisah.
Jadi, biaya implisit merupakan input yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam proses produksinya. Nilai input yang di miliki oleh suatu perusahaan harus dapat diperkirakan menurut apa yang dapat mereka peroleh dari penggunaan pemanfaatannya.
Adapun contoh biaya implisit, di antaranya biaya bunga atas investasi dari modal pengusaha sendiri, biaya sewa tanah atau bangunan milik sendiri dan dihitung dengan nilai tertinggi, biaya penyusutan mesin/alat produksi, dan lain sebagainya.
Baca juga: Perbedaan Biaya Eksplisit dan Implisit beserta Contohnya
Cara Menghitung Biaya Implisit
Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam laman Calculator Academy, cara menghitung biaya implisit adalah mengurangi total biaya dengan biaya eksplisit. Berikut rumusnya:
IC = TC – EC
Keterangan:
IC = Implicit costs atau biaya implisit.
TC = Total cost atau total biaya.
EC = Explicit cost atau biaya eksplisit.
Agar semakin paham, simak contoh yang disadur dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK/MAK Kelas XI Semester 2 karya Arif Suharson di bawah ini.
Perusahaan Karya Bersinar bulan ini mencatatkan total biaya Rp 20 juta. Pengeluaran tersebut digunakan untuk membayar gaji pegawai, biaya listrik, pulsa, dan pengeluaran langsung sebesar Rp 15 juta. Sisanya ialah biaya sewa bangunan milik sendiri. Berapa besar biaya implisitnya?
Jawaban:
Dari soal di atas, dapat kita lihat biaya Rp 15 juta digunakan untuk kepentingan biaya eksplisit, seperti gaji pegawai, biaya listrik, pulsa dan biaya eksplisit lainnya.
Sedangkan sisanya untuk biaya sewa bangunan milik pengusaha sendiri, maka itulah yang disebut biaya implisit. Untuk menghitung biaya implisit, maka total biaya dikurangi biaya eksplisit.
IC = TC- EC
IC = 20.000.000 - 15.000.000
IC = Rp 5.000.000
(NDA)
