Pengertian Biaya Rata-rata, Tujuan, dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biaya rata-rata adalah salah satu konsep yang paling diutamakan dalam menganalisa biaya pada suatu bisnis. Secara sederhana, biaya rata-rata (average cost) dimaknai sebagai seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dibagi dengan perolehan output.
Konsep biaya ini dapat dibagi lagi ke dalam tiga pengertian, yaitu biaya tetap rata-rata (average fixed cost), biaya berubah rata-rata (average variable cost), dan biaya total rata-rata (average total cost). Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian di bawah ini.
Pengertian Biaya Rata-Rata
Dirangkum dari buku Teori Mikroekonomi: Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional susunan M. Nur Rianto Al Arif dan Dr. Euis Amalia, berikut penjelasan dari masing-masing pengertian biaya rata-rata.
1. Biaya tetap rata-rata (Average fixed cost)
Biaya tetap rata-rata (AFC) adalah biaya tetap total (TFC) untuk memproduksi sejumlah barang (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut. Secara matematis dapat ditulis:
AVC = TVC / Q
2. Biaya berubah rata-rata (Average variable cost)
Biaya berubah rata-rata (AVC) adalah apabila biaya berubah total (TVC) untuk memproduksi sejumlah barang (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut. Biaya berubah rata-rata dapat dihitung dengan rumus:
AVC= TVC / Q
3. Biaya total rata-rata (Average total cost)
Adapun biaya total rata-rata (AC), yaitu apabila biaya total (TC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut. Nilainya dapat dihitung dengan rumus berikut ini:
AC = TC / Q atau AC = AFC + AVC
Tujuan Menghitung Biaya Rata-Rata
Dadan Ramdhani, Merida, Ai Hendrani, dan Suheri menerangkan dalam buku Akuntansi Biaya (Konsep dan Implementansi di Industri Manufaktur), tujuan utama menghitung biaya rata-rata adalah untuk menentukan laba suatu produk.
Laba sendiri merupakan penghasilan bersih (net income) atau imbalan dari penjualan suatu produk. Oleh karena itu, apabila terjadi kesalahan dalam perhitungan biaya, maka akan mengakibatkan tidak tercapainya laba yang telah ditargetkan.
Contoh Menghitung Biaya Rata-Rata
Menurut buku Akuntansi Biaya (Konsep dan Implementansi di Industri Manufaktur) oleh Dadan Ramdhani, Merida, Ai Hendrani, dan Suheri, biaya rata-rata bisa disebut juga dengan istilah biaya per unit (unit cost). Berikut contoh cara menghitung biaya rata-rata.
Biaya untuk memproduksi sebuah kendaraan motor adalah Rp5.000.000,00. Ini adalah biaya per unit kendaraan motor. Misalkan, jumlah kendaraan motor yang diproduksi sebanyak 1.000 buah. Lalu, bagaimana cara menghitung nilai biaya rata-rata?
Cara menghitung biaya rata-ratanya adalah dengan membagi biaya total dengan jumlah kendaraan yang diproduksi. Biaya total didapatkan dengan mengalikan biaya per unit dengan jumlah produksi. Berikut langkah-langkahnya:
1. Mencari biaya total
Biaya total = Biaya produksi x Jumlah produksi
= Rp5.000.000,00 x 1.000 buah
= Rp5.000.000.000,00
2. Menghitung biaya rata-rata
AVC = TVC / Q
= Rp5.000.000.000,00 / 1.000 buah
= Rp5.000.000,00
Jadi, nilai biaya rata-rata atau biaya per unitnya adalah Rp5.000.000,00.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan biaya rata-rata?

Apa yang dimaksud dengan biaya rata-rata?
Secara sederhana, biaya rata-rata (average cost) dimaknai sebagai seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dibagi dengan perolehan output.
Apa yang dimaksud dengan AFC dan rumusnya?

Apa yang dimaksud dengan AFC dan rumusnya?
Biaya tetap rata-rata (AFC) adalah biaya tetap total (TFC) untuk memproduksi sejumlah barang (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut. Secara matematis dapat ditulis: AVC = TVC / Q
Bagaimana mencari biaya rata-rata?

Bagaimana mencari biaya rata-rata?
Cara menghitung biaya rata-ratanya adalah dengan membagi biaya total dengan jumlah barang yang diproduksi.
