Pengertian Candlestick dan Jenisnya pada Grafik Saham

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian candlestick mungkin masih asing bagi kamu yang awam dunia investasi dan saham. Candlestick adalah salah satu grafik yang umum digunakan investor maupun trader untuk analisis pergerakan harga saham di pasar.
Investor maupun trader merupakan pihak yang melakukan investasi pada perusahaan yang ada pada pasar saham. Mengutip dari ojk.go.id, investasi merupakan kegiatan penanaman modal melalui saham dan surat berharga lainnya untuk mendapatkan keuntungan.
Umumnya investasi dilakukan untuk passive income jangka panjang. Namun berbeda dengan trader yang melakukan trading di mana mereka akan melakukan jual-beli saham saat kondisi pasar menguntungkan.
Untuk mengetahui kondisi harga saham dan pasar yang menguntungkan, investor maupun trader akan melakukan analisis melalui grafik saham. Terdapat 3 jenis grafik saham yang digunakan, yaitu Line Chart, Bar Chart, dan Candlestick Chart. Umumnya grafik yang sering digunakan yaitu Candlestick. Hal ini dikarenakan Candlestick Chart menyajikan informasi saham yang lengkap sehingga dapat mempermudah investor maupun trader menganalisis harga dan pasar.
Sebagai pemula, kamu dapat menggunakan Line Chart untuk belajar membaca pergerakan harga saham. Namun ada baiknya kamu juga mulai mempelajari Candlestick agar analisis kamu semakin baik dan tidak salah dalam mengambil keputusan jual-beli saham. Simak penjelasan berikut ini mengenai pengertian candlestick dan jenisnya.
Pengertian Candlestick
Pengertian candlestick merupakan salah satu jenis grafik saham yang digunakan untuk analisis pergerakan harga saham. Mengutip dari Stockbit Snips, Candlestick chart merupakan jenis grafik ketiga dan paling banyak dipakai investor ketika menganalisis saham. Grafik ini disebut Candlestick karena bentuknya yang menyerupai batang lilin. Terdapat 3 bagian tubuh Candlestick, yaitu.
Tubuh (body): bagian batang lilin yang berfungsi untuk menunjukkan pergerakan harga saham dalam interval waktu tertentu sejak pembukaan (open) hingga penutupan (close).
Sumbu atas (upper shadow): bagian yang berfungsi untuk menunjukkan harga tertinggi (high) suatu saham pada jangka waktu tertentu.
Sumbu bawah (lower shadow): bagian yang menunjukkan harga terendah (low) saham dalam interval waktu tertentu.
Mengutip dari Foreximf, Candlestick mulanya digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga beras di Jepang pada abad ke-17 oleh Munehisa Homma. Namun konsepnya dianggap masih relevan untuk digunakan dalam analisis harga saham. Konsep Candlestick Munehisa Homma pun akhirnya dipopulerkan kembali oleh Steve Nison.
Selain karena konsepnya yang dapat memperkirakan pergerakan harga, Candlestick unggul dalam visual grafik. Informasi yang disajikan pada grafik Candlestick mudah dipahami serta cukup lengkap. Mulai dari informasi harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan. Informasi harga tersebut terbilang penting karena membantu memutuskan tindakan yang perlu diambil terhadap aset yang dimiliki. Oleh karena itu, banyak investor dan trader yang menggunakan grafik ini.
Jenis Candlestick
Jenis candlestick terdapat tiga berdasarkan polanya. Mengutip dari Foreximf, ketiga jenis candlestick yaitu Pola Candlestick Single, Pola Candlestick Double, dan Pola Candlestick Triple. Seperti apakah setiap jenis pola candlestick dalam grafik saham? Berikut penjelasannya.
1. Pola Candlestick Single
Dalam Pola Candlestick Single, kamu perlu mengamati pola pada bagian tubuh satu candlestick. Itulah mengapa jenis ini di namakan Candlestick Single. Pola Candlestick Single sendiri memiliki beberapa jenis lagi yaitu Marubozu, Long Candle, Spinning Tops, Doji, dan Hammer and Hanging Man.
2. Pola Candlestick Double
Pada Pola Candlestick Double, kamu perlu mengamati dua tubuh candlestick yang bersebelahan. Contohnya pada jenis pola Harami di mana jika kemunculan candlestick lebih kecil daripada candlestick bearish sebelumnya menandakan munculnya bullish Harami, begitupun sebaliknya. Jenis lain dari Pola Candlestick Double yaitu Engulfing Pattern, Dark Cloud Clover and Piercing Line, dan Tweezer.
3. Pola Candlestick Triple
Memiliki nama Triple, jenis pola candlestick ini perlu mengamati tiga tubuh candlestick pada grafik. Contohnya seperti jenis Morning Star dan Evening Star. Tanda Morning Star dapat kamu ketahui apabila candlestick pertama merupakan candlestick bearish, candlestick kedua memiliki tubuh kecil (bisa bullish atau bearish), dan candlestick ketiga merupakan candlestick bullish yang lebih panjang dari candlestick kedua. Selain itu terdapat jenis lain Pola Candlestick Triple yaitu Three White Soldiers and Three Black Crows.
