Konten dari Pengguna

Pengertian Investor Moderat, Ciri-ciri, dan Tips Investasinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi investor moderat. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi investor moderat. Foto: Pixabay

Kelompok investor berdasarkan preferensi risikonya terbagi menjadi tiga, salah satunya investor moderat. Secara harfiah, pengertian investor moderat adalah tipe investor yang memiliki tingkat toleransi risiko menengah.

Investor dengan profil moderat biasanya akan memilih produk investasi yang seimbang dan bisa memberikan keuntungan yang stabil. Hal tersebut dilakukan investor moderat dengan harapan akan mendapatkan hasil yang tidak terlalu besar ataupun kecil.

Misalnya investasi saham 30%, obligasi 30%, dan deposito 50%. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar investor moderat, simak penjelasannya dalam uraian artikel Berita Bisnis di bawah ini.

Pengertian Investor Moderat

Ilustrasi investor moderat. Foto: Pixabay

Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam buku Membangun Personal Health susunan Wiko Tanata, investor moderat adalah investor yang bersedia berinvestasi secara seimbang antara instrumen yang aman dan yang berisiko.

Dengan kata lain, investor moderat biasanya berinvestasi sebagian di instrumen berisiko rendah dan sebagiannya lagi diletakkan pada instrumen yang berisiko tinggi.

Investor tipe ini bukan hanya sekadar menyelamatkan dana dari inflasi, tetapi juga mengharapkan profit yang lebih besar dengan tidak adanya risiko yang signifikan dari semula.

Para investor moderat umumnya menanamkan modalnya untuk jangka menengah dengan harapan timbal balik yang diperoleh tidak terlalu besar ataupun kecil, sehingga tetap dapat mencukupi kebutuhan finansial di masa depan.

Ciri-ciri Investor Moderat

Ilustrasi investor moderat. Foto: Pixabay

Investor moderat bisa dibilang sosok yang cermat, mereka mempertimbangkan risiko-risiko ke depan yang akan muncul, sehingga porsi dana dibagi ke dalam beberapa instrumen (berisiko tinggi, menengah, maupun kecil).

Ciri-ciri yang dapat dikenali dari investor tipe ini adalah memiliki tujuan finansial untuk jangka menengah dan siap dengan tingkat return yang fluktuasinya tidak signifikan. Akan tetapi, masih tidak terlalu berani mengambil risiko.

Menurut situs Stockbit, ciri lainnya dari investor moderat, yaitu masih bisa menoleransi risiko dalam berinvestasi. Namun, bukan untuk jenis risiko yang tergolong besar.

Itu karena investor dengan tipe moderat masih tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi yang aman. Meski demikian, adanya fluktuasi pada pasar modal saat berinvestasi pun sudah dipahami oleh investor moderat.

Tips Investasi bagi Investor Moderat

Ilustrasi investor moderat. Foto: Pixabay

Rudiyanto menyarankan dalam buku Seri Panduan Investasi: Reksa Dana untuk Pemula, orang dengan tipe profil risiko moderat sebaiknya investasikan sekitar 50-70% modalnya pada reksa dana campuran.

Sisanya bisa ditempatkan pada jenis instrumen lain untuk penyeimbang risiko. Metode investasinya juga dapat disesuaikan, apakah mau dilakukan secara berkala atau sekaligus.

Kalaupun dilakukan secara berkala, tidak berarti investor tidak mampu berinvestasi secara sekaligus. Investasi berkala dilakukan agar investor bisa memperoleh harga ketika naik dan turun, sehingga bisa mengurangi risiko.

Dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi, ketika terjadi gejolak pada pasar, tidak semua investasinya mengalami kerugian. Investor juga akan memiliki cadangan dana untuk berinvestasi di harga murah dengan memanfaatkan jenis instrumen investasi yang tidak terkena gejolak.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu tipe investor moderat?

chevron-down

Investor moderat adalah investor yang bersedia berinvestasi secara seimbang antara instrumen yang aman dan yang berisiko.

Seperti apa contoh investor dengan tipe moderat?

chevron-down

Investor moderat misalnya seperti investasi saham 30%, obligasi 30%, dan deposito 50%.

Apa alasan investor memilih tipe risiko moderat?

chevron-down

Para investor moderat umumnya menanamkan modalnya untuk jangka menengah dengan dengan harapan akan mendapatkan hasil yang tidak terlalu besar ataupun kecil, sehingga tetap dapat mencukupi kebutuhan finansial di masa depan.