Pengertian Jasa Perbankan Berupa Diskonto, Tujuan, Dampak, dan Contohnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai jasa perbankan yang disediakan bank sentral kepada masyarakat, salah satunya adalah diskonto. Jasa perbankan berupa diskonto, yaitu kebijakan untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dengan menaikturunkan suku bunga.
Nazamuddin menerangkan dalam buku Memahami Makroekonomi melalui Data dan Fakta, suku bunga diskonto berupa tingkat suku bunga yang dikenakan kepada bank-bank umum, serta lembaga keuangan lainnya, ketika meminjam sejumlah dana dari bank sentral.
Diskonto merupakan kebijakan krusial yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Maka dari itu, bank sentral biasanya akan melakukan perhitungan secara matang dan mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan kebijakan diskonto.
Tujuan Jasa Perbankan Diskonto
Dikutip dari buku Paket Soal CPNS Mirip Aslinya karya Isti Fina Indriana, S.si, kebijakan diskonto bertujuan untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga.
Apabila suku bunga diskonto yang ditetapkan bank sentral semakin tinggi, maka semakin rendah pula pinjaman yang dilakukan oleh bank-bank umum. Dengan begitu, bank-bank umum akan menahan laju penyediaan kredit kepada masyarakat.
Dengan cara itu, uang yang beredar di masyarakat akan semakin dikit jumlahnya. Hal sebaliknya dilakukan, apabila BI sebagai bank sentral hendak memperbanyak jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Dampak Jasa Perbankan Diskonto
Menurut Basuki yang dituliskan dalam buku Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal Ekonomi karya Prof. Dr. I. Wayan Sudirman, S.E., S.U, dampak dari penerapan kebijakan diskonto secara umum adalah sebagai berikut:
1. Menjaga stabilitas ekonomi
Jalannya roda perekonomian akan terganggu jika jumlah uang yang beredar melebihi atau terlalu sedikit dari jumlah barang dan jasa yang beredar. Kondisi ini bisa memicu inflasi yang terlalu tinggi maupun deflasi.
2. Menjaga stabilitas harga
Tinggi rendahnya harga suatu barang dan jasa sangat memengaruhi jalannya perekonomian. Harga barang dan jasa yang tinggi dapat mengakibatkan turunnya permintaan.
Jika permintaan turun, maka bisa menekan produktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu menjaga kestabilan harga barang dan jasa dengan menggunakan kebijakan diskonto.
3. Meningkatkan kesempatan kerja
Dengan mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka diharapkan perekonomian akan menjadi stabil. Perekonomian yang stabil bisa mendorong dunia usaha untuk melakukan investasi baru. Hal ini akhirnya dapat menyerap dan meningkatkan kesempatan bagi para tenaga kerja.
Contoh Jasa Perbankan Diskonto
Gambaran dari kebijakan diskonto misalnya, bank umum akan mengalami defisit atau kekurangan uang yang kemudian bank umum tersebut akan meminjam uang ke bank sentral.
Jika pemerintah ingin meningkatkan jumlah uang yang beredar, pemerintah akan menurunkan tingkat suku bunga peminjaman uang, begitu juga sebaliknya.
Pada kondisi ini, dapat dilihat bahwa tingkat suku bunga peminjaman uang mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Dengan begini, politik diskonto akan mengatasi berbagai macam masalah di bidang ekonomi.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan diskonto?

Apa yang dimaksud dengan diskonto?
Diskonto adalah kebijakan untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dengan menaik-turunkan suku bunga.
Apa dampak dari kebijakan diskonto?

Apa dampak dari kebijakan diskonto?
Dampak dari kebijakan diskonto secara umum adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesempatan kerja.
Apa contoh kebijakan diskonto?

Apa contoh kebijakan diskonto?
Gambaran dari kebijakan diskonto misalnya, bank umum akan mengalami defisit atau kekurangan uang yang kemudian bank umum tersebut akan meminjam uang ke bank sentral.
