Pengertian Modal Saham, Penilaian, Jenis dan Alokasinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modal saham adalah jumlah saham biasa dan saham preferen yang diizinkan untuk diterbitkan oleh perusahaan, menurut piagam perusahaannya. Modal saham (capital stock) hanya dapat dikeluarkan oleh perusahaan dengan jumlah edar tertentu.
Perusahaan mengeluarkan modal saham dengan tujuan untuk meningkatkan modal guna mengembangkan usahanya. Menerbitkan modal saham juga dapat memungkinkan perusahaan mengumpulkan uang tanpa menimbulkan beban utang dan beban bunga terkait.
Saham yang diterbitkan tersebut nantinya dapat dibeli oleh investor atau ditukar dengan aset untuk kebutuhan operasional. Jumlah modal saham biasanya tercantum di neraca di bagian ekuitas pemegang saham perusahaan.
Penilaian Modal Saham
Menurut Investopedia, modal saham biasanya dinilai berdasarkan nilai nominal dan nilai tambahan modal disetor. Ini mewakili kelebihan nilai nominal yang dibayarkan investor kepada perusahaan untuk saham mereka.
Ketika sebuah perusahaan menjual saham dalam penawaran umum perdana, harga IPO (Initial Public Offering) biasanya jauh di atas nilai nominalnya. Selisih ini nantinya akan dicatat sebagai tambahan modal disetor.
Selain itu, setiap penawaran sekunder atau pembelian kembali saham juga akan mempengaruhi nilai modal saham. Perusahaan publik kemudian harus melaporkan nilai modal saham mereka di bagian ekuitas pemegang saham pada neraca triwulanan mereka.
Dikutip dari Buku Ajar Investasi dan Pasar Modal karya Namira Ufrida Rahmi dan Jhon Lismart Benget, rumus untuk menilai persediaan modal atau modal saham adalah:
Modal Saham = (Jumlah saham yang diterbitkan) x (nilai nominal per saham)
Jenis-jenis Modal Saham
Ada kategori tambahan untuk menggambarkan saham menurut tempatnya di pasar. Royda dan Dwi Riana menjelaskan dalam buku Investasi dan Pasar Modal, berikut jenis-jenis modal saham:
Saham resmi: Mewakili jumlah maksimum saham yang diizinkan untuk diterbitkan oleh perusahaan. Ini biasanya ditentukan dalam piagam perusahaan, yang mungkin menguraikan prosedur untuk mengotorisasi saham tambahan.
Saham yang diterbitkan: Bagian dari saham resmi yang telah dijual perusahaan kepada investor.
Saham yang belum diterbitkan: Bagian dari saham dasar yang belum diterbitkan. Perhatikan bahwa jumlah saham yang diterbitkan dan yang tidak diterbitkan harus berjumlah total jumlah saham resmi.
Saham treasuri: Saham yang diterbitkan yang dimiliki perusahaan di rekeningnya sendiri, biasanya sebagai hasil dari pembelian kembali. Saham ini tidak memiliki hak suara atau dividen.
Saham beredar: Jumlah saham yang masih dipegang oleh investor luar, terutama setelah pembelian kembali.
Alokasi Modal Saham
Dewan Direksi suatu perusahaan menyetujui jumlah maksimum saham yang dapat dikeluarkan. Saham tersebut dapat berupa ekuitas atau saham preferensi. Bisnis dapat menerbitkan saham dari waktu ke waktu dengan tunduk pada modal saham resmi.
Otorisasi beberapa saham menimbulkan biaya hukum yang signifikan. Jadi, mengotorisasi sejumlah besar saham yang dapat diterbitkan dari waktu ke waktu terbukti hemat biaya.
Modal saham juga termasuk saham preferensi. Namun, preferensi pemegang saham dibayarkan dividen sebelum pemegang saham ekuitas. Kadang-kadang, tingkat dividen untuk saham preferensi telah ditentukan sebelumnya.
Selain itu, preferensi pemegang saham diprioritaskan daripada pemegang saham ekuitas pada saat likuidasi. Saham preferen dapat kehilangan nilainya jika inflasi naik karena dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham preferen bersifat tetap, sedangkan dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham ekuitas bergantung pada kinerja keuangan perusahaan.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan modal saham?

Apa yang dimaksud dengan modal saham?
Modal saham adalah jumlah saham biasa dan saham preferen yang diizinkan untuk diterbitkan oleh perusahaan, menurut piagam perusahaannya.
Bagaimana penilaian capital stock?

Bagaimana penilaian capital stock?
Menurut Investopedia, modal saham biasanya dinilai berdasarkan nilai nominal dan nilai tambahan modal disetor.
Capital stock dilaporkan ke mana?

Capital stock dilaporkan ke mana?
Perusahaan publik harus melaporkan nilai modal saham mereka di bagian ekuitas pemegang saham pada neraca triwulanan mereka.
