Pengertian Rasio Likuiditas Menurut Para Ahli dan Jenisnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasio likuiditas ialah perbandingan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian rasio likuiditas menurut para ahli memiliki makna yang berbeda-beda.
Seorang pemilik perusahaan bisa menilai kemampuan manajemennya dalam mengelola dana, termasuk biaya untuk membayar kewajiban jangka pendek melalui rasio likuiditas. Kemampuan ini juga sangat dibutuhkan oleh investor terutama dalam pembagian dividen tunai.
Adapun bagi kreditor, rasio likuiditas dibutuhkan sebagai pedoman pengembalian pinjaman pokok dengan bunganya. Jika likuiditas suatu perusahaan tinggi, kreditor ataupun pemasok akan menyetujui dan menyerahkan pinjaman ke mereka (perusahaan).
Pengertian Risiko Likuiditas Menurut Para Ahli
Berikut pengertian rasio likuiditas menurut para ahli:
1. Van Horne dan Wachowicz
Menurut keduanya, likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini membandingkan kewajiban jangka pendek dengan sumber daya jangka pendek (aktiva lancar) yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tersebut.
2. Hantono
Menurut Hantono, rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi seluruh kewajiban atau utang-utang jangka pendeknya.
3. Mamduh M. Hanafi
Menurut Hanafi dalam buku berjudul Manajemen Keuangan, rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dalam melihat besarnya aktiva lancar relatif terhadap utang lancarnya.
4. Kasmir
Menurut Kasmir dalam buku berjudul Analisis Laporan Keuangan, rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.
5. Subramanyam
Subramanyam dalam buku Analisis Laporan Keuangan 2010 menyebut bahwa likuiditas ialah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi (jangka pendek).
6. Mamduh M. Hanafi dan Halim
Menurut keduanya, rasio likuiditas adalah kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relatif terhadap utang lancarnya.
Tujuan Rasio Likuiditas
Perhitungan rasio likuiditas mempunyai tujuan dan manfaat bagi pihak internal perusahaan maupun pihak eksternalnya. Berikut ini tujuan dari hasil rasio likuiditas:
Mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek.
Mengukur kesanggupan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek tanpa memperhitungkan persediaan.
Membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.
Mengetahui jumlah uang kas yang tersedia untuk membayar utang.
Mengukur besaran perputaran kas.
Berguna sebagai alat perencanaan di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.
Memperbaiki kinerja pihak manajemen.
Jenis-jenis Rasio Likuiditas
Berikut jenis-jenis rasio likuiditas yang kerap digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Rasio lancar (current ratio), adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek pada saat ditagih secara keseluruhan.
Rasio cepat (quick ratio) atau rasio sangat lancar, adalah rasio yang memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan (inventory).
Rasio kas (cash ratio), rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan uang kas dan surat berharga yang murah diperdagangkan.
Rasio perputaran kas (cash turnover), adalah alat ukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan.
Inventory to Net Working Capital, rasio ini digunakan untuk mengukur antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.
(ZHR)
