Konten dari Pengguna

Pengertian Risiko Operasional, Jenis dan Cara Mengatasinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sedang berdiskusi terkait risiko operasional perusahaan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sedang berdiskusi terkait risiko operasional perusahaan. Foto: Pixabay

Dalam menjalankan bisnis, seorang pengusaha tentu harus siap bertemu dengan berbagai risiko. Selain itu, pengusaha juga harus pandai dalam mengelola risiko tersebut. Salah satu risiko yang seringkali terjadi dalam suatu bisnis adalah risiko operasional.

Mengutip buku Konsep dan Penerapan Manajemen Risiko Operasional karya Dr. R. Mahelan Prabantarikso, dkk, risiko operasional adalah risiko akibat tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional perusahaan.

Jika risiko operasional dibiarkan, maka dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan juga bisa mengalami kerugian potensial berupa hilangnya kesempatan untuk memperoleh keuntungan.

Jenis-jenis Risiko Operasional

Ilustrasi risiko operasional. Foto: Pixabay

Ada beragam jenis risiko operasional yang perlu diketahui para pemilik bisnis. Dirangkum dari buku Manajemen Risiko karya Rusydi Fauzan, dkk, berikut jenis-jenis risiko operasional beserta penjelasannya.

1. Kesalahan manusia

Human error adalah risiko operasional bisnis yang paling umum. Jenis kesalahan ini terdiri dari beragam bentuk, misalnya seperti informasi yang tidak lengkap, pemahaman yang kurang, pengetahuan yang tidak memadai, pemrosesan yang tidak konsisten, dan lain sebagainya.

2. Kesalahan teknis

Risiko operasional lain yang dapat timbul dalam sebuah bisnis adalah kesalahan teknis atau gangguan yang terjadi pada sistem. Meskipun semua teknologi telah dirancang dengan sempurna, tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah pada sistem.

Kesalahan teknis yang sering terjadi pada sistem misalnya seperti pelambatan proses koneksi, sistem mengalami kemacetan, perhitungan yang salah dalam pembuatan aplikasi, atau fitur yang baru dibuat hilang dari sistem.

3. Penipuan internal

Pencurian, penyuapan, atau ketidakpatuhan terhadap peraturan yang dilakukan karyawan secara langsung atau pihak ketiga yang terkait kontrak dengan perusahaan termasuk dalam risiko operasional yang disebabkan oleh penipuan internal.

4. Gap in flow

Gap in flow merupakan risiko yang mungkin terjadi selama proses produksi atau kerja sistem. Apabila hal ini terjadi, tentu saja output akan terpengaruh.

5. Kejadian-kejadian eksternal

Dalam operasional sebuah bisnis, akan ada banyak sekali peristiwa yang mungkin terjadi di luar kendali. Misalkan, adanya efek yang ditimbulkan dari skenario politik, perubahan cuaca, sindrom yang memengaruhi makhluk hidup, dan lain sebagainya, sehingga berdampak pada hasil akhir proses produksi.

Cara Mengatasi Risiko Operasional

Ilustrasi sedang mengatasi risiko operasional. Foto: Pixabay

Agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar, pengusaha harus segera mengatasi segala risiko operasional apabila terjadi di perusahaannya. Berikut beberapa cara mengatasi risiko operasional yang dikutip dari buku Risiko Agribisnis oleh Ivonne Ayesha, dkk:

  1. Identifikasi dimulai dari memahami bagaimana proses bisnis dilakukan, berdasarkan proses pemetaan proses operasional utama dari bisnis tersebut (mapping process).

  2. Berikutnya perlu proses identifikasi terkait faktor penyebab munculnya risiko operasional yang melekat pada setiap aktivitas fungsional, proses, produk, dan sistem informasi yang memiliki dampak negatif pada pencapaian bisnis bank.

  3. Manajemen kontrol dan proses operasional yang tepat pada setiap proses utama tersebut akan mampu mengendalikan dan mengeliminasi munculnya risiko operasional.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan risiko operasional?

chevron-down

Risiko operasional adalah risiko akibat tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional perusahaan.

Apa saja yang termasuk risiko operasional?

chevron-down

Kesalahan manusia, kesalahan teknis, penipuan internal, gap in flow, dan kejadian-kejadian eksternal.

Bagaimana cara mengidentifikasi risiko operasional?

chevron-down

Identifikasi dimulai dari memahami bagaimana proses bisnis dilakukan, berdasarkan proses pemetaan proses operasional utama dari bisnis tersebut (mapping process).