Pengertian Sistem Ekonomi Komando, Kelebihan dan Kekurangannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu sistem ekonomi yang digunakan oleh beberapa negara adalah sistem ekonomi komando. Pada sistem ini pemerintah memegang kendali penuh atas seluruh aspek perekonomian.
Pemerintah menentukan apa yang akan diproduksi, cara memproduksinya, dan untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi. Adanya sistem ini memastikan distribusi kekayaan lebih merata pada masyarakat.
Kendati dirancang untuk mengatasi ketidakadilan pasar, sistem ekonomi komando dapat memunculkan sejumlah kekurangan. Untuk lebih memahami pembahasan mengenai sistem ekonomi komando, simak informasinya di bawah ini.
Pengertian Sistem Ekonomi Komando
Sistem ekonomi komando adalah sistem perekonomian yang secara penuh terpusat pada pemerintah sentral atau otoritas terpusat lainnya.
Hal ini berarti pemerintah memiliki wewenang untuk mengambil keputusan menyangkut produksi, alokasi, dan distribusi barang serta jasa. Tak hanya itu, pemerintah juga memiliki kuasa penuh terhadap kegiatan ekonomi negara seperti penetapan harga, distribusi barang, serta perencanaan produksi.
Sistem ini memiliki tujuan untuk mengutamakan pencapaian alokasi sumber daya yang dianggap lebih adil dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi ini, antara lain, Tiongkok, Rusia, Korea Utara, dan negara-negara Eropa Timur lainnya.
Mengutip dari buku Membuka Cakrawala Ekonomi karya Imamul Arifin, beberapa karakteristik sistem ekonomi komando antara lain:
Penguasaan aset ekonomi merupakan kepemilikan bersama.
Peranan pasar sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi digantikan oleh cara pengesahan.
Peranan perencanaan ekonomi oleh negara dalam mengatur perekonomian sangat penting.
Baca Juga: 7 Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional bagi Negara
Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Komando
Salah satu kelebihan utama dalam pelaksanaan kegiatan sistem ekonomi komando adalah kemampuannya dalam mengoordinasikan kegiatan ekonomi secara terpusat, dan memudahkan penanggulan ketidakselarasan ekonomi.
Dalam buku Pengantar Ekonomi dan Bisnis yang disusun oleh Ramli dan Hardianti Pertiwi, negara yang mengadopsi sistem ekonomi komando memiliki sederet kelebihan antara lain:
Perekonomian masyarakat yang dijamin oleh negara.
Negara lebih mudah mengendalikan harga dan inflasi.
Mudahnya pengawasan dan koordinasi oleh pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
Memastikan kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi.
Selain kelebihan, terdapat pula kelemahan pada sistem ekonomi. Pelaksanaan sistem ini juga menimbulkan masalah dalam hal efisiensi dan inovasi dan pemerintah atau pusat otoritas kesulitan menghadapi perubahan kebutuhan dan preferensi konsumen secara efektif.
Beberapa kelemahan yang dihasilkan atas penerapan sistem ekonomi komando di antaranya sebagai berikut.
Potensi, inisiatif, dan kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.
Sering terjadi monopoli oleh pemerintah yang merugikan masyakarat.
Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memanfaatkan sumber daya.
Penetapan harga dan alokasi barang menjadi tidak fleksibel.
(SA)
