Pengertian Surplus Konsumen, Contoh Kasus, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam teori nilai guna, terdapat materi yang menerangkan tentang wujud kelebihan kepuasan yang dinikmati oleh para konsumen. Kelebihan kepuasan ini dikenal dengan nama surplus konsumen.
Mengutip Modul 3: Pengukuran Manfaat dan Biaya (Measurement Cost Benefit Analysis) karya Dr. Tanti Novianti, surplus konsumen adalah nilai kerelaan seseorang untuk membayar suatu barang dikurangi nilai yang sebenarnya dibayarkan olehnya.
Surplus konsumen merupakan ukuran manfaat (benefit), baik dalam arti uang (monetary gain) ataupun kesejahteraan (welfare), atau kepuasan (satisfaction), yang diperoleh seorang sebagai hasil dari membeli dan mengkonsumsi barang atau pelayanan.
Jika disimpulkan, surplus konsumen berarti keuntungan yang dicapai konsumen ketika mereka dapat membeli barang atau jasa dengan harga lebih rendah dari jumlah maksimum yang bersedia mereka bayarkan.
Contoh Kasus Surplus Konsumen
Menurut buku Ekonomi Mikro (Edisi Baru) susunan Sugiarto Dkk, pada saat terjadi surplus konsumen, kepuasan yang diperoleh oleh konsumen selalu lebih besar daripada pembayaran yang mereka keluarkan.
Kelebihan kepuasan ini muncul akibat adanya perbedaan antara kepuasan yang diperoleh seseorang dalam mengkonsumsi sejumlah komoditas, dengan pembayaran yang harus dikeluarkannya untuk memperoleh komoditas tersebut.
Sebagai contoh, seorang konsumen pergi ke pasar hendak membeli mangga, karena minatnya yang tinggi, ia tidak keberatan untuk membeli mangga pertama dengan harga Rp 1700 per buah, tetapi di pasar didapatinya harga mangga hanya Rp 1000 per buah.
Dengan demikian, ia membayar mangga dengan harga lebih murah sebesar Rp 700 dari harga yang bersedia dibayarnya. Keadaan demikian akan terjadi hingga tercapainya kondisi keseimbangan, karena pada saat itu harga yang mau dibayar konsumen sama dengan harga pasar.
Rumus Surplus Konsumen
Dijelaskan dalam buku Pengantar Ilmu Ekonomi karya Irma Yuliani, surplus konsumen secara aljabar dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
Surplus konsumen = Manfaat marjinal – Harga
Sementara secara grafis, cara menghitungnya dengan mencari area di bawah kurva permintaan dan di atas harga yang dibayarkan, sehingga menghasilkan jumlah yang dibeli. Rumusnya:
Surplus Konsumen = (1/2) x Qe x ∆P
Keterangan:
Qe: kuantitas permintaan pada titik ekuilibrium
∆P: Pmax – Pe
Pmax: harga yang bersedia dibayarkan konsumen
Pe: harga pada ekuilibrium, di mana permintaan dan penawaran sama.
Cara Menghitung Surplus Konsumen
Agar semakin paham, berikut contoh menghitung surplus konsumen yang dikutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi susunan Irma Yuliani.
Pelanggan bersedia membayar Rp 10 untuk permen, yang merupakan yang tertinggi di antara pelanggan lainnya. Sebagian besar pelanggan hanya bersedia membayar Rp 5.
Harga tersebut merupakan harga yang ditentukan saat permintaan sama dengan penawaran (harga ekuilibrium). Di harga Rp 5, permintaan ada sebanyak 20 permen. Oleh karena itu, surplus yang dinikmati konsumen adalah sebagai berikut.
Surplus Konsumen = (1/2) x Qe x ∆P
= (1/2) × 20 x (Rp 10-Rp 5)
= 10 x Rp 5
= Rp 50
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu surplus konsumen?

Apa itu surplus konsumen?
Surplus konsumen berarti keuntungan yang dicapai konsumen ketika mereka dapat membeli barang atau jasa dengan harga lebih rendah dari jumlah maksimum yang bersedia mereka bayarkan.
Apa yang mempengaruhi surplus konsumen?

Apa yang mempengaruhi surplus konsumen?
Surplus konsumen muncul akibat adanya perbedaan antara kepuasan yang diperoleh seseorang dalam mengkonsumsi sejumlah komoditas, dengan pembayaran yang harus dikeluarkannya untuk memperoleh komoditas tersebut.
Bagaimana menghitung surplus konsumen?

Bagaimana menghitung surplus konsumen?
Surplus konsumen secara aljabar dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: Surplus konsumen = Manfaat marjinal – Harga.
