Pengertian Unearned Revenue, Cara Menuliskan, dan Contoh Jurnal Penyesuaiannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Unearned revenue adalah istilah akuntansi dalam bahasa Inggris yang berarti pendapatan diterima di muka. Unearned revenue merupakan uang yang diterima oleh individu atau perusahaan untuk suatu barang/jasa yang belum disediakan ataupun diserahkan.
Menurut laman Investopedia, pendapatan diterima di muka dapat dianggap sebagai "pembayaran di muka" untuk barang/jasa yang diharapkan akan dipasok oleh seseorang atau perusahaan kepada pembeli di kemudian hari.
Dengan adanya unearned revenue, penjual mempunyai kewajiban sebesar pendapatan yang diperoleh sampai barang/jasa diserahkan. Hal ini pun dicatat sebagai kewajiban lancar karena diharapkan akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
Cara Menuliskan Unearned Revenue dalam Laporan Keuangan
Dikutip dari buku Pengantar Akuntansi 1 Edisi ke-3 oleh Agus Purwaji, Wibowo, dan Murtanto, unearned revenue adalah penghasilan yang telah diterima untuk periode-periode yang akan datang.
Pada saat melakukan transaksi, pertama kali dicatat dengan mendebit akun pendapatan diterima di muka sebagai elemen kewajiban, di mana kewajiban tersebut akan memberikan jasa (pendapatan) pada periode-periode yang akan datang.
Pada akhir periode, posisi akun pendapatan diterima di muka menunjukkan saldo yang terlalu besar (overstated) karena sebagian nilai dari kewajiban (pendapatan diterima di muka) tersebut telah menjadi pendapatan pada periode berjalan.
Oleh karena itu, akun pendapatan diterima di muka perlu dilakukan penyesuaian untuk menentukan bagian dari jumlah pendapatan pada periode berjalan dengan bagian dari jumlah yang masih berstatus sebagai pendapatan diterima di muka (kewajiban).
Baca juga: Pengertian Biaya Implisit dan Cara Menghitungnya
Contoh Jurnal Penyesuaian Unearned Revenue
Agar semakin paham, berikut contoh penulisan unearned revenue atau pendapatan diterima di muka dalam laporan keuangan yang dikutip dari buku Pelaporan Keuangan terbitan Grasindo berikut ini:
a. Dicatat sebagai kewajiban (liability)
Pada awal penerimaan kas dicatat sebagai kewajiban:
Kas xxx
Pendapatan diterima di muka xxx
Jika dicatat sebagai kewajiban, maka jurnal penyesuaiannya di neraca saldo sebagai berikut:
Pendapatan diterima di muka xxx
Pendapatan sewa xxx
b. Dicatat sebagai pendapatan (revenue)
Pada awal penerimaan kas dicatat sebagai pendapatan:
Kas xxx
Pendapatan sewa xxx
Jika dicatat sebagai pendapatan, maka jurnal penyesuaiannya di neraca saldo sebagai berikut:
Pendapatan sewa xxx
Pendapatan diterima di muka xxx
(NDA)
