Konten dari Pengguna

Perbedaan Aktiva dan Pasiva dalam Akuntansi

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aktiva dan pasiva. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aktiva dan pasiva. Foto: Pexels

Aktiva dan pasiva merupakan dua konsep yang digunakan dalam dunia akuntansi. Keduanya adalah bagian dari laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan.

Meski sering disebut bersama, aktiva dan pasiva memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Agar lebih memahami, simak perbedaan antara aktiva dan pasiva dalam akuntansi di bawah ini.

Pengertian Aktiva

Ilustrasi aktiva. Foto: Pexels

Dikutip dari buku Teori Akuntansi: Pengantar dan Penerapan Konsep-konsep Akuntansi oleh Mainita Hidayati, dkk, aktiva atau aset adalah semua sumber daya atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan memiliki nilai ekonomi.

Aset ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan, baik dalam bentuk pendapatan atau pengurangan kewajiban. Aktiva dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan likuiditas atau seberapa cepat aset tersebut dapat diubah menjadi uang tunai.

Berikut jenis-jenis aktiva beserta contohnya, sebagaimana diterangkan dalam buku Matematika Kelompok Akuntansi, Administrasi Perkantoran, dan Sosial oleh Muhamad Yusup.

1. Aktiva Lancar

Aset yang dapat diubah menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan. Contoh aktiva lancar meliputi:

  • Kas

  • Piutang usaha

  • Persediaan

  • Surat berharga jangka pendek

2. Aktiva Tetap

Aset yang memiliki umur ekonomi lebih dari satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal perusahaan. Contoh aktiva tetap adalah:

  • Tanah

  • Bangunan

  • Peralatan dan mesin

  • Kendaraan

3. Aktiva Tidak Berwujud

Aset yang tidak memiliki bentuk fisik, tetapi memiliki nilai ekonomi. Contohnya meliputi:

  • Hak paten

  • Merek dagang

  • Hak cipta

  • Goodwill

Aktiva menunjukkan total kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan di masa depan.

Baca Juga: Perbedaan Annual Fee Basic dan Supplement pada Kartu Kredit

Pengertian Pasiva

Ilustrasi pasiva. Foto: Pexels

Merujuk buku Teori Akuntansi karangan Dr. Taufan Maulamin, S.E., Ak., MM, Sartono, S.E., Ak., MA, pasiva atau lialibitas (kewajiban) adalah segala utang atau kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan ke pihak lain.

Pasiva menunjukkan klaim kreditur atas aset perusahaan. Dengan kata lain, pasiva adalah kewajiban perusahaan untuk membayar utang dalam jangka waktu tertentu, baik ke bank, investor, atau pemasok.

Seperti aktiva, pasiva juga terbagi menjadi beberapa jenis. Mengutip buku Dasar-Dasar Akuntansi yang ditulis oleh Susilo Hadi Wibowo, berikut jenis-jenis pasiva dan contohnya.

1. Pasiva Jangka Pendek (Kewajiban Lancar)

Kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun atau kurang. Contohnya meliputi:

  • Utang usaha

  • Utang pajak

  • Beban yang masih harus dibayar

  • Utang bank jangka pendek

2. Pasiva Jangka Panjang (Kewajiban Jangka Panjang)

Kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contohnya meliputi:

  • Utang obligasi

  • Pinjaman jangka panjang

  • Leasing jangka panjang

Pasiva menunjukkan jumlah kewajiban atau utang yang harus dilunasi perusahaan ke pihak eksternal. Kewajiban ini menjadi prioritas dalam pembayaran sebelum perusahaan dapat mendistribusikan kekayaan ke pemilik saham atau investor.

Perbedaan Aktiva dan Pasiva

Ilustrasi aktiva dan pasiva. Foto: Pexels

Merangkum dari penjelasan di atas, perbedaan aktiva dan pasiva dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini.

1. Fungsi

  • Aktiva adalah sumber daya yang dimiliki perusahaan dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Aktiva mencerminkan apa yang perusahaan miliki.

  • Pasiva adalah kewajiban atau utang perusahaan ke pihak eksternal. Pasiva mencerminkan apa yang perusahaan harus bayarkan.

2. Posisi dalam Neraca

  • Aktiva berada di sisi kiri neraca. Ini mencerminkan semua aset yang dimiliki oleh perusahaan.

  • Pasiva berada di sisi kanan neraca, bersama dengan ekuitas. Ini mencerminkan kewajiban yang dimiliki perusahaan ke kreditur serta klaim pemilik atas kekayaan perusahaan.

3. Peran dalam Laporan Keuangan

  • Aktiva membantu perusahaan dalam operasional, seperti menghasilkan pendapatan atau memberikan manfaat ekonomi di masa depan.

  • Pasiva mencerminkan kewajiban perusahaan yang harus dibayar menggunakan aset atau kas di masa depan.

4. Penggunaan

  • Aktiva digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan operasi dan menghasilkan pendapatan.

  • Pasiva mencerminkan sumber pendanaan eksternal yang digunakan untuk memperoleh aktiva atau mendukung operasional perusahaan.

5. Manfaat Ekonomi

  • Aktiva memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan, misalnya, dalam bentuk kas, piutang, atau aset fisik yang dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan.

  • Pasiva tidak memberikan manfaat ekonomi langsung, melainkan merupakan beban yang harus dibayar oleh perusahaan.

(NDA)