Konten dari Pengguna

Perbedaan Sistem Ekonomi Pasar dengan Sistem Ekonomi Campuran

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sistem Ekonom. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sistem Ekonom. Foto: Pexels

Sistem ekonomi merupakan sebuah tata cara atau mekanisme yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat untuk menjawab permasalahan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi.

Fungsi dari sebuah sistem ekonomi adalah untuk mengatur berbagai kegiatan ekonomi di dalam sebuah negara karena sistem ekonomi merupakan sebuah sistem sosial yang ditentukan oleh pemerintah sebuah negara. Beberapa sistem ekonomi di dunia adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat atau komando, sistem ekonomi pasar atau liberal, dan sistem ekonomi campuran.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbedaan sistem ekonomi pasar dan campuran, yuk simak artikel berikut ini.

Sistem Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi liberal atau dikenal juga sebagai sistem ekonomi pasar, merupakan sistem ekonomi di mana setiap individu memiliki kebebasan sebesar-besarnya untuk melakukan kegiatan ekonomi guna mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Sebagai akibatnya, dalam sistem ekonomi liberal peran pihak swasta sangat tinggi, yaitu sebagai pelaku ekonomi dalam melakukan kegiatan produksi dan distribusi barang dan jasa. Sementara, pihak pemerintah berperan hanya sebagai pembuat aturan atau kebijakan (regulator) dan pengawas kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, sistem ekonomi pasar juga sering dikenal sebagai sistem ekonomi kapitalis.

Ciri sistem ekonomi pasar

  • Tingginya tingkat partisipasi dari sektor swasta karena setiap individu berhak untuk memiliki berbagai alat produksi sesuai dengan minat dan kemampuannya.

  • Setiap individu juga memiliki kebebasan untuk melakukan kegiatan perekonomian yang dipilihnya. Oleh karena itu, sistem ekonomi liberal selalu ditandai dengan ketatnya persaingan di antara para pelaku kegiatan ekonomi.

  • Harga barang/jasa yang dijual sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar (permintaan dan penawaran), mengingat peran pemerintah dalam sistem ekonomi liberal adalah sebagai pengawas dan pembuat aturan (regulator) saja, dan tidak turut serta melakukan kegiatan ekonomi.

Sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang menggabungkan antara sistem ekonomi liberal (pasar) dan sistem ekonomi terpusat (komando), yang mana pada sistem ekonomi ini pemerintah dan swasta (individu) bekerja sama dalam melakukan aktivitas ekonomi.

Tujuan Ekonomi Campuran

  • Pemerintah akan cenderung lebih melakukan pengendalian dan pengawasan atas tindakan ekonomi bisnis warganya. Sehingga, sistem ekonomi ini mampu menghasilkan kestabilan ekonomi yang lebih terjamin, agar bisa lebih fokus dalam meningkatkan kesuksesan UKM.

  • Pemerintah akan memberikan jaminan sosial dan pemerataan pendapatan terhadap warganya. Hal ini dilakukan agar warganya mampu mendapatkan kestabilan ekonomi yang lebih rata.

  • Menghindari terjadinya monopoli, karena pemerintah akan melakukan pengawasan dan juga pengendalian terhadap penetapan harga, walaupun di dalamnya pihak pemerintah melakukan kajian terhadap mekanisme pasar.

  • Memberikan kebebasan bagi tiap individu untuk lebih kreatif dalam berbisnis, sehingga nantinya akan banyak jenis bisnis dalam pasar bebas, namun tetap dalam kontrol pemerintah.

  • Pihak pemerintah berwenang dalam menciptakan peraturan dan kebijakan fiskal ataupun moneter di dalamnya demi sistem perekonomian bisa berjalan dengan lancar tanpa terjadi masalah ekonomi seperti pengangguran atau penyebab lain yang bisa mengakibatkan inflasi tinggi.

Kelebihan Ekonomi Campuran

Ilustrasi Sistem Ekonom. Foto: Pixabay
  • Pendistribusian barang dan jasa akan dialokasikan ke tempat yang paling dibutuhkan. Sehingga, hal ini akan membuat harga mempengaruhi tingkat penawaran dan permintaan pasar.

  • Mampu memberikan keuntungan kepada pihak produsen yang berhasil menciptakan efisiensi dalam bisnisnya. Hal ini juga berarti pelanggan mampu mendapatkan nilai atau pelayanan terbaik untuk setiap uang yang mereka keluarkan.

  • Mendorong terjadinya inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih kreatif, murah, dan efisien.

  • Mengalokasikan modal kepada setiap produsen yang paling inovatif dan efisien.

  • Mampu meminimalisir adanya kerugian dari mekanisme ekonomi pasar. Ekonomi pasar dapat mengabaikan berbagai bidang-bidang seperti bidang pertahanan, teknologi, dan kedirgantaraan. Peran pemerintah yang sangat besar ini memungkinkan terjadinya mobilisasi yang cepat ke daerah-daerah yang sudah diprioritaskan.

  • Perkembangan ekonomi dalam negeri akan cenderung bergerak lebih cepat karena adanya persaingan bebas yang selanjutnya akan menciptakan banyak variasi produk yang muncul di pasaran dengan detail produk yang beragam.

Kekurangan Ekonomi Campuran

  • Jika tingkat kebebasan yang terjadi dalam mekanisme pasar terlalu besar, hal tersebut bisa membuat produsen yang kurang kompetitif semakin tertinggal jauh tanpa adanya dukungan pemerintah.

  • Pihak pemerintah memiliki tanggungjawab yang lebih besar dibandingkan pihak swasta.

  • Perencanaan industri yang terpusat oleh pemerintah pun bisa menciptakan masalah. Misal, industri yang bergerak dibidang pertahanan akan memiliki sifat monopolistik atau oligarki dan disubsidi pemerintah. Hal tersebut akan meningkatkan utang negara dan memperlambat laju ekonomi dalam kurun waktu yang panjang.

  • Pihak swasta tidak mampu memaksimalkan keuntungannya karena ada intervensi dari pihak pemerintah.

  • Walaupun pihak pemerintah berperan aktif dalam hal perekonomian, namun masalah ekonomi yang terjadi di dalamnya seperti inflasi, pengangguran dan lainnya tidak bisa dihindarkan.

  • Pertumbuhan laju ekonomi akan cenderung lebih lambat daripada sistem ekonomi liberal.

  • Pembatasan sumber produksi yang dimiliki oleh pemerintah serta pihak swasta akan susah untuk ditentukan.

  • Pemerataan pendapatan cukup sulit untuk direalisasikan di lapangan.

(AAG)