Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill dalam Dunia Kerja

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara istilah, skill atau keahlian dapat diartikan sebagai pengetahuan, kompetensi, dan kemampuan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Dalam dunia kerja, skill ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu soft skill dan hard skill. Keduanya sama-sama penting untuk dikembangkan, tetapi dengan tujuan berbeda.
Perbedaan soft skill dan hard skill juga terletak pada sifat, cara perolehan, dan pengaplikasiannya. Di bawah ini akan dijabarkan perbedaan antara keduanya secara rinci.
Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill
Merangkum laman Flexjobs dan sumber lainnya, berikut perbedaan soft skill dan hard skill yang perlu pekerja pahami agar bisa mengenali keahlian yang dimiliki.
Soft Skill
Soft skill adalah keterampilan non-teknis yang berkaitan dengan kemampuan interpersonal, komunikasi, dan manajemen diri. Soft skill lebih berfokus pada attitude dan kepribadian seseorang.
Keahlian ini biasanya bersifat subjektif dan sulit diukur. Namun, soft skill dapat diperoleh melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, atau pembelajaran informal. Berikut contohnya yang dikutip dari laman Handshake:
Kemampuan berkomunikasi. Baik itu tertulis maupun lisan, mampu berkomunikasi dengan atasan, rekan kerja, dan klien dalam segala situasi sangat berguna.
Kerja sama. Pekerja diharapkan bisa bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Pemecahan masalah. Kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah merupakan soft skill yang penting di tempat kerja mana pun.
Manajemen waktu. Kemampuan dalam mengatur waktu untuk mencapai tujuan bisnis sesuai deadline. Keterampilan ini juga melibatkan kemampuan untuk tetap fokus dan menghindari gangguan, mendelegasikan tugas jika diperlukan, dan menjaga keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan.
Kepemimpinan. Ini adalah kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain guna mencapai tujuan bersama.
Baca Juga: Bisnis Digital Kerja Apa? Ini Peluang Kariernya
Hard Skill
Hard skill merupakan keterampilan teknis yang dapat diukur dengan tes atau sertifikasi. Kemampuan ini juga dapat dipelajari dan ditingkatkan melalui pendidikan, latihan, serta pengulangan.
Hard skill digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas teknis yang spesifik dalam pekerjaan. Mengutip situs Teal, contoh hard skill di antaranya:
Keterampilan manajemen proyek. Kemampuan ini berkaitan dengan pengawasan proyek untuk memastikan proyek selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Kemahiran dalam perangkat lunak manajemen proyek seperti MS Project, JIRA, atau Asana dapat menjadi nilai tambah yang pasti.
Kemahiran bahasa asing. Dalam dunia yang semakin mengglobal, menguasai banyak bahasa dapat menjadi keuntungan yang signifikan, membuka peluang dalam bisnis dan komunikasi internasional.
Pemasaran digital. Ini mencakup SEO, pemasaran konten, pemasaran media sosial, dan iklan PPC. Pemahaman yang mendalam tentang berbagai alat seperti Google Analytics, Facebook Ads Manager, atau SEMrush juga merupakan pelengkap yang bagus untuk keterampilan ini.
Kemahiran salesforce. Salesforce adalah alat manajemen hubungan pelanggan (CRM) terkemuka. Keahlian dalam platform ini dapat menjadi keuntungan yang signifikan, khususnya dalam peran penjualan dan pemasaran.
Analisis data. Kemampuan untuk menafsirkan dan menggunakan informasi untuk membuat keputusan bisnis yang tepat menjadi penting. Menyertakan pengetahuan tentang alat analisis data seperti SQL, Python, dan Tableau juga bermanfaat.
(NDA)
