Konten dari Pengguna

Perhitungan BEP: Manfaat dan Contohnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perhitungan BEP. Dok: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Perhitungan BEP. Dok: Unsplash

Dalam ruang lingkup analisis rugi dan laba perusahaan, terdapat istilah bernama break even point atau yang biasa disingkat menjadi BEP.

Mengutip dari buku Analisa Laporan Keuangan yang ditulis Munawir, break even atau titik impas adalah suatu keadaan ketika dalam operasi bisnisnya perusahaan tidak menderita rugi maupun tidak mendapatkan untung. Hal ini terjadi karena total keuntungan dan kerugian berada pada posisi 0 titik break even point. BEP juga tidak jarang digunakan oleh pelaku saham.

Komponen Break Even Point

Terdapat tiga komponen yang akan digunakan dalam perhitungan BEP, antara lain:

- Fixed cost (biaya tetap), yaitu biaya tetap yang dikeluarkan perusahaan baik ketika sedang dalam tahap produksi atau tidak. Contohnya adalah biaya sewa bangunan, gaji pegawai, pajak, dan asuransi usaha.

- Variable cost (biaya variabel), yaitu biaya yang bergantung pada tingkat dan volume produksi perusahaan. Bila produksi meningkat, maka variable cost juga ikut meningkat. Contohnya adalah komisi penjualan, biaya transportasi, biaya listrik dan air, dan lain sebagainya.

- Selling price (harga jual), yaitu harga jual barang atau jasa produksi per unit.

Perhitungan BEP. Dok: Unsplash

Manfaat Break Even Point

Ada beberapa manfaat dari penerapan perhitungan BEP dalam bisnis. Di antaranya yaitu:

- Untuk mengetahui jumlah minimum dari pendapatan yang harus dipertahankan. Tujuannya untuk mencegah kehilangan uang.

- Untuk mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai setiap bulannya.

- Untuk mengetahui perubahan dari segi harga jual, biaya, serta volume penjualan. Dengan BEP juga bisa didapatkan informasi terkait petunjuk dalam menyelesaikan masalah atau pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Perhitungan BEP dan Contohnya

Dalam menghitung BEP, terdapat dua rumus yang akan digunakan, yaitu rumus unit dan rumus nominal mata uang. Secara umum, kedua rumus tersebut digambarkan seperti berikut:

BEP Unit = Biaya Tetap : (Harga per Unit : Biaya Variabel per unit)

BEP Nominal = Biaya Tetap : (Kontribusi Margin per Unit : Harga per Unit)

Contoh kasusnya misalnya terdapat seorang pengusaha bernama Latif. Ia mempunyai toko penghapus yang biaya tetapnya mencapai Rp 5.000.000. Sementara biaya variabel mencapai Rp 200.000 dan harga jual setiap unitnya Rp 1.500.000.

Untuk perhitungan BEP Unit dari contoh kasus di atas dapat diuraikan menjadi sebagai berikut.

BEP = Rp 5.000.000 : (Rp1.500.000 – Rp200.000)

BEP = 3,84 unit atau 4 unit

Sedangkan, untuk perhitungan BEP nominal, rumus yang digunakan adalah rumus yang kedua, maka perhitungannya menjadi seperti berikut.

BEP= Rp 5.000.000 / (Rp 1.500.000 – Rp 200.000) / Rp 1.500.000

BEP= Rp 5.600.000

Kurang lebih seperti itulah bagaimana cara menghitung BEP dan rumus yang umum digunakan untuk menghitungnya. Semoga bermanfaat.

(AMP)