Konten dari Pengguna

Perkembangan Pemikiran Manajemen: Definisi, Tujuan, dan Fokus Utamanya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mempelajari perkembangan pemikiran manajemen. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mempelajari perkembangan pemikiran manajemen. Foto: Pixabay

Perkembangan pemikiran manajemen semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan manusia. Praktik manajemen juga turut berkembang seiringan dengan kemajuan peradaban manusia.

Menurut Ali yang dikutip dalam buku Pengantar Dasar Manajemen oleh Syafrida Hafni Sahir, pemikiran manajemen dapat diartikan sebagai suatu program untuk mendorong manajer agar mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya, sehingga dapat meningkatkan tanggung jawab mereka dalam sebuah organisasi.

Dengan menerapkan berbagai metode riset dan kerangka literatur, ilmuwan manajemen terus berusaha mengembangkan kebiasaan manusia untuk membantu para manajer dalam memahami, memimpin, dan mengatasi permasalahan di perusahaan atau organisasi.

Fokus Utama Perkembangan Pemikiran Manajemen

Ilustrasi mempelajari perkembangan pemikiran manajemen. Foto: Pixabay

Longenecker dan Pringle dalam buku Management menerangkan bahwa perkembangan pemikiran manajemen terbagi menjadi tiga fokus utama. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Pemikiran manajemen klasik

Pemikiran manajemen klasik dalam arti yang penting secara historis juga disebut pemikiran manajemen tradisional atau pemikiran manajemen mekanistik. Pemikiran ini memusatkan perhatian pada produksi dengan asumsi manusia itu rasional.

Selain itu, juga menekankan peranan manajemen dalam satu hierarki yang ketat dan memusatkan pada efisiensi serta konsistensi pelaksanaan tugas. Ada tiga cabang utama dalam pemikiran manajemen klasik, yaitu:

  • Pemikiran manajemen ilmiah (scientific management), yang dikembangkan oleh Taylor (1856-1915);

  • Pemikiran manajemen administratif (administrative management), yang dikembangkan oleh Fayol (1841-1825); dan

  • Pemikiran manajemen birokratik (bureaucratic management), yang dikembangkan oleh Weber (1864-1920).

2. Pemikiran manajemen humanistis

Pemikiran manajemen humanistis merupakan jembatan dari pemikiran manajemen klasik menuju pemikiran manajemen kontemporer. Pendekatan manajemen humanistis menekankan pentingnya aspek manusia dalam peningkatan produktivitas.

Manajemen ini memandang organisasi sebagai sesuatu yang terdiri atas tugas-tugas dan manusia yang melaksanakannya. Pemikiran manajemen humanistis dikelompokkan atas dua pendekatan, yaitu:

  • Pemikiran manajemen hubungan manusiawi (human relations approach), yang dipelopori oleh Mayo (1880-1949) melalui kajian Howthorne; dan

  • Pemikiran manajemen perilaku (behavioral approach), yang dipelopori oleh Barnard (1886-1961) dan Follett (1868-1933).

Ilustrasi mempelajari perkembangan pemikiran manajemen. Foto: Pixabay

3. Pemikiran manajemen kontemporer/modern

Pemikiran ini menghormati dan mengakomodasi pemikiran manajemen sebelumnya, tetapi mereka juga mengakui bahwa tidak satu pun pemikiran manajemen terpakai secara universal untuk semua situasi dan kondisi.

Bagaimanapun, organisasi tidak stagnan, statis, dan tidak berada dalam keadaan status quo. la berinteraksi dengan lingkungan, sehingga ada tuntutan dan pengaruh dari lingkungan yang dinamis. Ada dua pemikiran manajemen kontemporer, yaitu:

  • Pemikiran manajemen sistem terbuka; dan

  • Pemikiran manajemen kontingensi.

Dikutip dari buku Pengantar Dasar Manajemen oleh Syafrida Hafni Sahir, dkk, perkembangan pemikiran manajemen sama seperti konsep organisasi, yaitu memiliki dinamika perkembangan epistemologi.

Bahkan, perkembangan pemikiran manajemen ini relatif tumpang-tindih dengan perkembangan pemikiran organisasi. Tokoh-tokoh pemikirnya pun banyak yang sama. Ini menambah catatan bahwa organisasi dan manajemen memiliki kedekatan yang sangat serius.

Persepsi, sikap, dan perilaku manusia baik individual maupun kelompok dalam organisasi mendorong ilmuwan manajemen untuk mengembangkan gagasan mengenai perilaku manusia dalam organisasi.

Ilmu perilaku dilihat sebagai salah satu cara untuk menangani persoalan-persoalan perilaku manusia dengan menggunakan alat-alat konseptual dan analitik yang lebih baik (powerful).

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu pemikiran manajemen?
chevron-down

Pemikiran manajemen dapat diartikan sebagai suatu program untuk mendorong manajer agar mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya, sehingga dapat meningkatkan tanggung jawab mereka dalam sebuah organisasi.

Apa saja perkembangan pemikiran manajemen?
chevron-down

Longenecker dan Pringle dalam buku Management menerangkan bahwa perkembangan pemikiran manajemen terbagi menjadi tiga: (1) Pemikiran manajemen klasik; (2) Pemikiran manajemen humanitis; (3) Pemikiran manajemen kontemporer/modern.

Apa yang dimaksud dengan pemikiran manajemen klasik?
chevron-down

Pemikiran manajemen klasik memusatkan perhatian pada produksi dengan asumsi manusia itu rasional. Selain itu, juga menekankan peranan manajemen dalam satu hierarki yang ketat dan memusatkan pada efisiensi serta konsistensi pelaksanaan tugas.