Konten dari Pengguna

Pertamina Terbesar di Asia Tenggara Terletak di Cilacap, Ini Fakta Kilangnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kilang Minyak Pertamina. Foto: Dokumentasi Pertamina (Persero)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kilang Minyak Pertamina. Foto: Dokumentasi Pertamina (Persero)

Kilang minyak Pertamina terbesar di Asia Tenggara terletak di Cilacap, Jawa Tengah. Kilang Cilacap merupakan gabungan dari kilang minyak I, II, dan paraxylene, sehingga menjadi kilang minyak bumi terbesar di Indonesia.

Dalam buku Arkeologi Transportasi: Perspektif Ekonomi dan Kewilayahan Keresidenan Banyumas yang ditulis oleh Purnawan Basundoro, pemerintah menjadikan Cilacap sebagai kawasan industri sejak pembangunan kilang minyak yang pertama di kota ini pada tahun 1974 dengan tujuan untuk mengelola minyak mentah menjadi minyak jadi.

Keberadaan kilang minyak milik Pertamina di Kota Cilacap Tengah mempertahankan peran Pelabuhan Cilacap. Sebab, sebagian besar minyak mentah yang diolah di kilang tersebut berasal dari Timur Tengah yang memerlukan pengangkutan dengan kapal.

Mempunyai misi menjadi kilang minyak yang kompetitif di dunia, berbagai inisiatif kreatif terus diupayakan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap dalam mewujudkan visi menjadi kilang Refinery berkelas dunia. Hal itu dibuktikan dengan diresmikannya 5 proyek strategis oleh jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) dan PT KPI.

Mengutip dari laman resmi Pertamina, kelima proyek tersebut masing-masing adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Digital Refinery Center, Strategic Command Center (SCC), penggunaan Jalan MT Haryono Relokasi, dan Oxygen Generator Package.

Kilang Pertamina Cilacap. Foto: Dok. Pertamina

Fakta Kilang Minyak Cilacap Milik Pertamina Terbesar di Asia Tenggara

Dalam sehari, Refinery Unit IV Cilacap dapat memproduksi kapasitas sebesar 348.000 barel. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

Kilang ini menjadi satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air. Mengutip dari laman resminya, berikut fakta-fakta dari tiap kilang di Refinery Unit IV Cilacap:

1. Kilang Minyak I

Kilang Minyak I dibangun tahun 1974 dengan kapasitas semula 100.000 barel/hari. Akan tetapi dengan adanya peningkatan kebutuhan konsumen, tahun 1998/1999 ditingkatkan kapasitasnya melalui debottlenecking project sehingga menjadi 118.000 barel/hari.

Kilang Minyak I mulai beroperasi sejak diresmikan Presiden RI pada 24 Agustus 1976. Dirancang untuk memproses bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah yang bertujuan agar dapat menghasilkan bahan dasar pelumas dan aspal.

Mengingat karakter minyak dari dalam negeri tidak cukup ekonomis untuk produksi. Selain menghasilkan BBM, kilang ini juga mendapatkan produk NBM yaitu bahan dasar minyak pelumas (lube oil base) dan aspal.

2. Kilang Minyak II

Kilang Minyak II ini dibangun tahun 1981 dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri yang terus meningkat. Kilang yang mulai beroperasi 4 Agustus 1983 setelah diresmikan Presiden RI, memiliki kapasitas awal 200.000 barel/hari.

Seiring dengan laju peningkatan kebutuhan BBM di tanah air dan bersamaan dengan proyek peningkatan kapasitas (debottlenecking) pada tahun 1998/1999, kapasitas kilang II juga ditingkatkan menjadi 230.000 barel/hari.

Kilang II mengolah minyak "cocktail" yaitu minyak campuran, tidak hanya dari dalam negeri saja tetapi juga diimpor dari luar negeri.

3. Kilang Paraxylene

Terakhir kilang Paraxylene Cilacap dibangun tahun 1988 dan beroperasi setelah diresmikan oleh Presiden RI tanggal 20 Desember 1990. Kilang difokuskan menghasilkan produk NBM dan Petrokimia.

Pertimbangan pembangunan kilang ini didasarkan atas tersedianya bahan baku Naptha yang cukup dari kilang minyak II Cilacap, adanya sarana pendukung berupa dermaga tangki dan utilitas, dan terbukanya peluang pasar baik di dalam maupun luar negeri.

Ilustrasi Kilang Pertamina Cilacap. Foto: Humas Polda Jateng

Produk yang Dihasilkan Refinery Unit IV Cilacap

Tentunya selain mengolah minyak bumi menjadi produk BBM, Non BBM, dan Petrokimia, beberapa produk yang dihasilkan dari Refinery Unit IV Cilacap antara lain:

  1. Aspal yang berguna untuk pembuatan jalan dan landasan pesawat yang berfungsi sebagai perekat, bahan pengisian dan bahan kedap air. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai pelindung anti karat, isolasi listrik, kedap suara, dan getaran bila dipakai pada lantai.

  2. Heavy aromate yang digunakan sebagai bahan solvent.

  3. Lube base oil adalah bahan baku pelumas atau disebut pelumas dasar. Digunakan sebagai bahan baku minyak pelumas berbagai jenis permesinan berat maupun ringan. Selain itu, lube base oil juga digunakan untuk bahan kosmetika.

  4. Low sulphur waxy residue digunakan sebagai bahan baku untuk diproses lanjutan menjadi berbagai produk BBM dan NBM, serta dapat dimanfaatkan sebagai pemanas di negara-negara bersuhu dingin.

  5. Minarex digunakan sebagai "pelarut" pada industri cetak, sehingga kualitas tinta menjadi lebih baik, industri barang karet dan ban.

  6. Paraffinic oil biasanya digunakan pada produk karet yang berwarna terang sebagai bahan kimia pembantu pada industri penghasil barang karet seperti ban kendaraan bermotor, tali kipas, suku cadang kendaraan. Serta processing oil dan extender untuk polymer karet alam dan karet sintesis.

  7. Paraxylene dijadikan sebagai komponen utama bahan baku pembuatan plastik seperti kemasan makanan, minuman, mainan anak. Selain itu, juga digunakan industri tekstil.

  8. Slack wax biasa ditemukan pada produk lilin. Selain itu, dapat digunakan sebagai bahan baku dalam memproduksi tinta cetak, tinta kertas, industri pabrik korek api, semir sepatu, kosmetik serta berguna bagi industri kertas dengan kualitas food grade, seperti kertas pembungkus nasi.

  9. Toluene digunakan sebagai bahan baku TNT (bahan peledak), solvent, pewarna, pembuat resin, bahan parfum, pembuat plasticizer dan obat-obatan.

(SRS)