Procurement Artinya Apa? Berikut Pengertian, Proses, dan Jenis-jenisnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Dalam suatu perusahaan atau instansi, ada banyak istilah yang kerap digunakan, salah satunya procurement. Apakah kamu sudah tahu procurement artinya apa? Secara singkat procurement artinya pengadaan. Agar lebih jelas, simak informasi mengenai arti, proses, dan jenis procurement di bawah ini.
Procurement Artinya Apa?
Dikutip dari E-Procurement (Dinamika Pengadaan Barang/Jasa Elektronik) karangan Rendra Setyadiharja, procurement artinya proses mengadakan atau membeli barang dan jasa yang bertujuan untuk mendukung operasional bisnis.
Procurement ini dimulai dari perencanaan sampai pengambilan keputusan akhir. Adapun pengadaan barang atau jasa bisa bersumber dari pihak eksternal, misalnya, vendor atau pemasok pihak ketiga.
Dikutip dari Procurify, umumnya procurement dilakukan oleh manajer bidang pengadaan dan anggotanya. Mereka terlebih dulu akan menganalisis apa saja yang dibutuhkan perusahaan.
Dengan pengadaan tersebut perusahaan bisa memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan mereka. Adapun tujuan utama dari procurement, yakni efisiensi bisnis untuk meraih tujuan dengan keuntungan yang optimal.
Proses Procurement
Procurement dilakukan untuk memudahkan operasional perusahaan agar tidak membebani mereka dengan pengelolaan yang besar. Proses procurement terbilang penting lantaran berdampak ke finansial perusahaan.
Dengan melakukan rangkaian proses procurement, perusahaan bisa mengeluarkan uang dengan tepat sehingga menghemat biaya. Untuk proses procurement sendiri tidak selalu sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.
Hal ini tergantung pada tujuan bisnis yang dijalankan. Pasalnya setiap perusahaan mempunyai kebutuhannya masing-masing. Untuk itu setiap divisi bisa membantu mengidentifikasi kebutuhan mereka. Adapun proses utama dari procurement ialah sebagai berikut:
Menganalisis dan mengidentifikasi keperluan internal.
Melakukan negosiasi dan manajemen vendor.
Memilih barang atau jasa yang dibutuhkan secara efisien dan strategis.
Menyetujui permintaan pembelian dari pihak perusahaan.
Menerima barang atau jasa yang dibeli.
Jenis-jenis Procurement
Didadur dari laman Netsuite dan Planergy, procurement dibedakan menjadi beberapa kategori. Berikut jenis-jenis procurement yang pelru kamu ketahui.
Direct Procurement
Direct procurement adalah jenis pengadaan langsung dengan melihat barang atau jasa yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk akhir. Jenis pengadaan ini dilakukan dengan cara membeli barang yang dibutuhkan dan dengan menganalisis efisiensi biaya pengadaan.
Indirect Procurement
Indirect procurement adalah pengadaan tak langsung yang digunakan saat membuat produk akhir dan keberadaanya sangat penting dalam operasional perusahaan. Contoh procurement jenis ini antara lain ATK, iklan, layanan konsultasi, pemeliharaan, dan lainnya.
Goods Procurement
Goods procurement merupakan pengadaan barang fisik yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk keperluan operasional mereka. Pengadaan ini juga mencakup penyediaan perangkat lunak atau software. Procurement ini terbilang efektif untuk menjaga rantai pasokan dalam suatu perusahaan.
Service Procurement
Yang terakhir adalah service procurement atau pengadaan yang berupa pelayanan atau jasa dari sumber daya manusia (SDM).
Service procurement dibutuhkan ketika perusahaan ingin menambah SDM yang tidak bisa dipenuhi dari tenaga internal. Contoh service procurement antara lain firma hukum, layanan keamanan, layanan kebersihan, kontraktor, dan lain sebagainya.
Demikian penjelasan mengenai procurement artinya apa, proses, dan jenis-jenisnya. Semoga membantu.
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Apa arti procurement?

Apa arti procurement?
Arti procurement adalah pengadaan atau pembelian barang dan jasa yang bertujuan untuk mendukung operasional bisnis.
Siapa yang melalukan procurement?

Siapa yang melalukan procurement?
Umumnya procurement dilakukan oleh manajer bidang pengadaan dan anggotanya. Mereka terlebih dulu akan menganalisis apa saja yang dibutuhkan perusahaan.
Bagaimana proses procurement?

Bagaimana proses procurement?
Menganalisis dan mengidentifikasi keperluan internal > Melakukan negosiasi dan manajemen vendor > Memilih barang atau jasa yang dibutuhkan secara efisien dan strategis > Menyetujui permintaan pembelian dari pihak perusahaan > Menerima barang atau jasa yang dibeli.
