Profil Erick Thohir: Berawal dari Pebisnis sampai Menteri BUMN

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
2 Agustus 2022 11:16
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi profil Erick Thohir, Foto: kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi profil Erick Thohir, Foto: kumparan.com
ADVERTISEMENT
Sebagian dari kita mungkin sudah tahu siapa Erick Thohir dan apa jabatan yang sedang dijalaninya di negara ini. Tapi, bagi kalian yang belum mengetahui seluk-beluknya, bisa menyimak profil Erick Thohir di artikel ini.
ADVERTISEMENT
Saat ini Erick Thohir menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Kabinet Indonesia Maju tahun 2019-2024. Namun sebelum menjabat sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir dikenal sebagai salah satu pengusaha besar di Indonesia.
Ia lahir pada tanggal 30 Mei 1970 di Jakarta. Lahir dari orang tua bernama Teddy Thohir dan Edna Thohir. Ia memiliki dua saudara, yakni Gibraldi Thohir atau yang kerap disapa Boy Thohir, dan Hireka Vitaya yang juga kerap dipanggil Rika Thohir.
Guna menunjang karier bisnisnya, Erick Thohir mengenyam studi perguruan tinggi di Glendale University, Amerika Serikat. Kemudian ia melanjutkan program masternya di Universitas Nasional California, dan lulus pada 1993 di jurusan Administrasi Bisnis.

Karier Bisnis di Bidang Olahraga

Sahabat SD hingga SMA Sandiaga Uno ini mencuat, setelah ia dengan berani mengakuisisi klub sepakbola ternama dunia, yakni FC Internazionale yang bermain di Serie A, Italia. Sekitar 70 persen saham klub itu dibelinya dengan nilai harga €350 juta atau setara dengan Rp 5,3 triliun.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, ia dipilih sebagai presiden klub sepak bola Inter Milan sejak November 2013, menggantikan sosok Massimo Morattii yang sudah menjadi presiden klub tersebut selama kurang-lebih 18 tahun lamanya.
Ilustrasi Erick Thohir, Foto: kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Erick Thohir, Foto: kumparan.com
Selain itu, ia bersama Levien memiliki saham dominasi di klub sepakbola yang berlaga di Major League Soccer, Amerika Serikat, yakni klub D.C United yang bermarkas di Washington DC.
Tidak sampai di situ, ia juga memiliki tim basket National Basketball Association (NBA) Amerika Serikat, yakni Philadelphia 76ers. Dengan membeli saham tersebut, Erick Thohir menjadi orang Asia pertama yang mengambil alih saham kepemilikan tim Basket asal Amerika.
Sedangkan di Indonesia, ia memilki tim basket Satria Muda, Indonesia Warriors, dan Mahaputri Jakarta. Di bidang sepakbola, Erick Thohir menjabat sebagai komisaris klub sepakbola Persib Bandung, bersama lima orang lainnya, di antaranya Umuh Muchtar, Kuswara S. Taryono, Zainuri Hasyim, Iwan Dermawan, dan Yoyo S. Adiredja.
ADVERTISEMENT

Karier Bisnis di Bidang Media

Meski terlahir dari keluarga pebisnis, ayahnya, Teddy Thohir yang merupakan seseorang perintis perusahaan ternama di Indonesia, yakni Astra Group tidak memperkenankan Erick Thohir untuk mengurusi bisnis keluarga.
Oleh karena itu, ia bersama teman-temanya, yaitu Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana, serta R. Harry Zulnardy mendirikan perusahaan bernama Mahaka Group. Meski awalnya pengetahuan Erick Thohir terkait usaha di bidang media tidak terlalu banyak, namun perusahaan tersebut lambat laun semakin berkembang.
Mendapat bimbingan dari ayahnya, dan juga wartawan senior serta pemilik Kompas Jakob Oetama, serta Dahlan Iskan pemilik Jawapos, Erick bersama Mahaka Grop terus berkembang. Hal ini ditandai dengan mengakusisi Republika pada 2001, yang saat itu tengah mengalami krisis keuangan.
ADVERTISEMENT
Kemudian pada tahun 2009, Mahaka Grop kembali mengakuisisi majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Lalu pada 2010 membeli Harian Indonesia, dan berganti nama menjadi Sin Chew-Harian Indonesia.
Mahaka Group juga merambah dunia media audio visual dengan memiliki JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio. Selain itu, Erick Thohir juga memiliki bisnis di bidang jual-beli tiket, desain situsweb, dan juga di bidang periklanan.
Itulah sederet karier mentereng Erick Thohir dalam dunia bisnis di bidang media, dan juga dunia olahraga dari sepakbola sampai bola basket. Keberhasilannya, tentunya tidak dicapai dengan mudah dan cepat. Melainkan dengan proses yang panjang dan juga tidak mulus.
(NNR)