Reksadana Pendapatan Tetap, Kenali Beragam Keuntungan dan Kelemahannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memilih instrumen investasi yang cocok memanglah tidak selamanya mudah. Salah satu produk investasi yang bisa dicoba adalah reksa dana sedangkan reksa dana pendapatan tetap merupakan salah satu dari keempat jenis reksa dana yang ada.
Secara umum jenis reksa dana terbagi menjadi empat, yaitu reksa dana pasar uang (money market fund), reksa dana pendapatan tetap (fixed income fund), reksa dana campuran (balance mutual fund), dan reksa dana saham (equity fund).
Masing-masing jenis reksadana ini memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Namun pada kesempatan kali ini, penulis akan memaparkan informasi seputar reksa dana pendapatan tetap. Untuk lebih memahaminya, telah dirangkum kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.
Seputar Reksadana
Reksa dana dianggap sebagai investasi yang cocok untuk pemula karena memiliki tingkat risiko kecil yang dapat dipilih sesuai jenisnya. Investasi ini dinilai sebagai salah satu alternatif investasi bagi investor yang tidak memiliki waktu, pengetahuan, dan keahlian untuk menghitung risiko investasi yang dilakukan.
Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27) menyebutkan bahwa reksa dana merupakan sebuah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Sedangkan dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang kemudian diinvestasikan manajer investasi ke dalam portofolio efek.
Reksadana Pendapatan Tetap
Menurut POJK Nomor 47 /POJK.04/2015 Tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Terbuka, reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek bersifat utang.
RDPT memiliki tingkat risiko menengah dan cocok saat kondisi ekonomi masih belum stabil. Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, contoh efek bersifat utang adalah seperti surat utang (obligasi) atau sukuk yang jatuh temponya satu tahun atau lebih dari 1 tahun yang diterbitkan korporasi maupun pemerintah.
Dengan kata lain, reksadana pendapatan tetap dialokasikan ke obligasi dengan komposisi minimal 80% atau efek utang, baik dari pemerintah maupun perusahaan swasta dan sisanya saham atau pasar uang.
Kelebihan dan Kekurangan Reksadana Pendapatan Tetap
Imbal hasil atau return pada RDPT sekitar 7 persen sampai dengan 8 persen per tahun, bahkan rata-rata mampu mencapai 9 persen per tahun, lho.
Akan tetapi, reksadana pendapatan tetap juga memiliki beberapa keunggulan dan kekurangannya lainnya. Simak hal di bawah ini yang dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan reksadana jenis ini.
1. Kelebihan
Hanya bermodal sebesar Rp10.000 saja kamu bisa melakukan pembelian reksadana secara online dengan modal yang sangat terjangkau.
Peluang untung besar seiring perkembangan NAB reksa dana.
Imbal hasil reksa dana bebas pajak, tidak seperti bunga deposito yang dikenakan pajak PPh sebesar 20%.
RDPT dapat dicairkan atau ditarik sewaktu-waktu pada hari bursa.
Dana akan dikelola oleh Manajer Investasi. Kamu dapat memilih lembaga profesional dan mengantongi izin dari OJK.
Pengelolaan RDPT diawasi dan diatur OJK.
2. Kekurangan
Adanya risiko penurunan nilai unit penyertaan karena dipengaruhi turunnya harga surat utang.
Risiko likuiditas yang menyangkut kesulitan dari Manajer Investasi untuk menyediakan uang tunai bila investor secara bersamaan mencairkan reksa dananya.
Risiko wanprestasi adalah risiko yang muncul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan reksa dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan penurunan NAB.
Dana investor tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) karena bukan produk perbankan.
Itulah dia paparan informasi seputar reksadana pendapatan tetap. Tertarik berinvestasi untuk masa depan dengan memilih produk reksadana ini?
Frequently Asked Question Section
Apa risiko reksadana pendapatan tetap?

Apa risiko reksadana pendapatan tetap?
RDPT memiliki tingkat risiko menengah dan cocok saat kondisi ekonomi masih belum stabil.
Berapa lama investasi reksadana pendapatan tetap?

Berapa lama investasi reksadana pendapatan tetap?
Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, contoh efek bersifat utang adalah seperti surat utang (obligasi) atau sukuk yang jatuh temponya satu tahun atau lebih dari 1 tahun yang diterbitkan korporasi maupun pemerintah.
Berapa minimal nilai investasi reksadana pendapatan tetap?

Berapa minimal nilai investasi reksadana pendapatan tetap?
Hanya bermodal sebesar Rp10.000 saja kamu bisa melakukan pembelian reksadana secara online dengan modal yang sangat terjangkau.
(SRS)
