Konten dari Pengguna

Right Issue Saham KOTA, Siap Himpun Dana Rp4,4 Triliun

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Right issue saham KOTA. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Right issue saham KOTA. Foto: Pexels

PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Dalam aksi korporasi tersebut, emiten yang bergerak di bidang properti ini akan menerbitkan sebanyak 100 miliar saham baru.

Setiap saham baru memiliki nilai nominal Rp25. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan right issue saham KOTA.

Right issue merupakan hak yang diberikan kepada pemegang saham untuk membeli saham baru yang diterbitkan oleh emiten.

Dalam pelaksanaannya, saham baru biasanya terlebih dahulu ditawarkan kepada pemegang saham yang telah ada sebelum dibuka kepada pihak lain. Pemegang saham kemudian dapat menggunakan hak tersebut untuk membeli saham baru sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan perusahaan.

Pelaksanaan Right Issue Saham KOTA

Ilustrasi Right issue saham KOTA. Foto: Pexels

Saham baru yang diterbitkan akan memiliki hak yang sama dengan saham perseroan lainnya yang telah beredar.

Aksi korporasi ini juga tidak akan menyebabkan perubahan pengendali di perseroan dan akan dilaksanakan paling lambat 12 bulan sejak tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Sementara itu, dana hasil right issue yang mencapai Rp4,4 triliun akan dialokasikan untuk pengambilalihan dua perusahaan yang memiliki aset berupa lahan. Mengutip laman BCA Sekuritas, berikut rincian penggunaan dana tersebut:

  • Akuisisi PT Art Design Indonesia (ADI): KOTA akan mengambil alih ADI melalui pembelian 1.206.272 lembar saham milik PT Michel Energi (ME) atau yang setara dengan 99,99% dengan nilai transaksi sebesar Rp1,2 triliun.

  • Akuisisi PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP): Perseroan akan mengambil alih MGP melalui pemembelian 6.413.296 lembar saham milik ME, yang mewakili 99,99% dengan nilai transaksi sebesar Rp3,2 triliun.

  • Modal kerja dan operasional: Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja, kegiatan operasional, serta pengembangan usaha perseroan.

Rencana pengambilalihan ADI dan MGP menjadi bagian dari strategi KOTA untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis perseroan. Melalui transaksi tersebut, KOTA akan memperoleh akses terhadap land bank sekitar 571 hektare, yang terdiri atas 23 hektare di Surabaya dan 548 hektare di Maja.

Namun, rencana rights issue dan pengambilalihan tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Oktober 2026.

Profil DMS Propertindo (KOTA)

DMS Propertindo merupakan emiten yang bergerak di bidang pengembangan properti, perhotelan, serta manajemen perhotelan. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini menjalankan kegiatan usahanya secara langsung maupun melalui anak perusahaan.

Mengutip laman DMS Propertindo Tbk, perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2019 melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dana yang diperoleh dari IPO tersebut antara lain digunakan untuk pembelian lahan dan kebutuhan modal kerja.

DMS Propertindo sendiri telah memulai kegiatan operasional secara komersial sejak 2014. Adapun lini bisnisnya meliputi:

1. Pengembangan Properti

Pada sektor properti, perseroan mengembangkan sejumlah proyek, di antaranya Accola Park Serpong dan Accola Residence di Tangerang serta Accola Garden Samarinda di Kalimantan.

2. Perhotelan dan Manajamen Hotel

Selain pengembangan properti, KOTA juga menjalankan bisnis perhotelan dan hospitality. Perseroan mengelola sejumlah hotel, di antaranya Hotel Zest di Yogyakarta dan Hotel Fabu di Bandung.

Baca Juga: Sukuk Ritel SR025 Sampai Kapan? Ini Jadwal Lengkapnya

(SA)