Risiko Likuiditas: Pengertian, Jenis, dan Penyebabnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul saat suatu perusahaan tak dapat membeli atau menjual investasi dengan imbalan uang tunai yang cepat untuk membayar utang perusahaan.
Agar lebih jelas, berikut Berita Bisnis jabarkan pengertian risiko likuiditas, jenis, dan penyebabnya selengkapnya di bawah ini.
Pengertian Risiko Likuiditas
Mengutip investopedia.com, risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi ketika perusahaan atau individu tak memiliki cukup uang tunai untuk memenuhi kewajiban keuangannya seperti membayar utang tepat waktu.
Merujuk freshbooks.com, risiko likuiditas umumnya dikaitkan dengan bank yang akan menyebabkan masalah bagi bank lain di dunia sebagai akibat dari manajemen likuiditas yang buruk.
Karena itu mengelola risiko likuiditas dinilai penting dilakukan oleh setiap perusahaan (utamanya bank) karena setiap transaksi atau komitmen akan berdampak pada likuiditas bank.
Sederhananya, perusahaan harus memiliki stabilitas keuangan untuk menghindari risiko likuiditas. Bahkan jika perusahaan memiliki banyak uang, harus ada sumber pendanaan darurat untuk pengeluaran tak terduga di masa depan.
Jenis-jenis Risiko Likuiditas
Merujuk investopedia.com, terdapat dua jenis risiko likuiditas, yakni risiko likuiditas pendanaan atau arus kas dan risiko likuiditas pasar, yang juga disebut sebagai risiko aset atau produk. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Risiko Likuiditas Pendanaan
Risiko likuiditas pendanaan atau arus kas adalah kondisi saat perusahaan tak dapat memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek pada saat jatuh tempo.
2. Risiko Likuiditas Pasar
Risiko likuiditas pasar atau aset adalah ketidaklikuiditasan aset yang terjadi karena ketidakmampuan perusahaan untuk keluar dari suatu posisi.
Contohnya, perusahaan A memiliki real estat yang banyak, tetapi dengan kondisi pasar yang buruk, real estat tersebut hanya dapat dijual dalam waktu dekat dengan harga jual yang murah.
Penyebab Risiko Luikuiditas
Mengutip tallysolutions.com, terdapat penyebab risiko likuiditas yang khas untuk industri atau perusahaan tertentu, tetapi yang paling umum adalah sebagai berikut:
1. Manajemen Arus Kas yang Buruk
Bisnis dengan arus kas yang tak dikelola dengan baik akan menghadapi risiko likuiditas yang lebih tinggi dan juga tidak menarik bagi calon investor dan pemegang saham. Bisnis juga akan lebih sulit mendapatkan pembiayaan.
Arus kas yang buruk adalah tanda pasti akan datangnya masa-masa sulit yang dapat berdampak pada likuiditas, operasi, profitabilitas, dan operasi perusahaan secara keseluruhan.
2. Kurangnya Pembiayaan
Jika perusahaan memiliki sejarah buruk dalam hal tidak membayar utang atau memenuhi komitmen pinjaman, mereka akan memiliki lebih banyak kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan daripada perusahaan lain.
Hal ini semakin meningkatkan risiko likuiditas dengan membatasi kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan dana likuid.
3. Gangguan Tak Terduga
Selalu ada faktor tak terduga yang tidak dapat diprediksi pelaku bisnis, seperti bencana alam yang tiba-tiba, gejolak politik, konflik, dan masalah lainnya dapat berdampak buruk pada bisnis.
Gangguan ekonomi seperti itu dapat mengubah seluruh iklim bisnis dalam semalam dan menciptakan tekanan besar yang mengekspos risiko likuiditas. Contohnya saat pandemi Covid-19.
4. Pengeluaran yang Tidak Direncanakan
Beberapa bisnis sangat bergantung pada modal. Jadi, pengelolaan modal keuangan yang tepat sangat penting untuk menjaga bisnis tetap sehat.
Jika bisnis melakukan pengeluaran modal yang besar secara tiba-tiba, hal ini akan membebani anggaran dan mengunci modal. Hal ini menyoroti dan meningkatkan risiko likuiditas.
5. Masalah Margin Keuntungan
Perubahan di pasar terkadang mengecilkan margin keuntungan bisnis. Ketika perusahaan mengalami penurunan margin laba, akan ada lebih sedikit uang tunai yang tersedia untuk melunasi utang.
Dalam situasi seperti itu, perusahaan akan mengakses cadangan kasnya untuk menjaga operasi tetap berjalan yang akan menimbulkan krisis likuiditas.
Sekian informasi seputar pengertian risiko likuiditas, jenis, dan penyebabnya. Semoga bermanfaat.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Mengapa mengelola risiko likuiditas penting bagi perusahaan?

Mengapa mengelola risiko likuiditas penting bagi perusahaan?
Karena setiap transaksi atau komitmen akan berdampak pada likuiditas bank.
Apa saja jenis risiko likuiditas?

Apa saja jenis risiko likuiditas?
Terdapat dua jenis risiko likuiditas, yakni risiko likuiditas pendanaan atau arus kas dan risiko likuiditas pasar, yang juga disebut sebagai risiko aset atau produk.
Bagaimana jika suatu perusahaan memiliki arus kas yang buruk?

Bagaimana jika suatu perusahaan memiliki arus kas yang buruk?
Arus kas yang tak dikelola dengan baik akan menghadapi risiko likuiditas yang lebih tinggi, sulit mendapatkan pembiayaan (modal), dan juga tak menarik bagi calon investor dan pemegang saham.
