Rumus BEP Rupiah dan Contoh Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para pebisnis perlu mengetahui rumus BEP rupiah untuk memantau perkembangan bisnis yang dijalani. BEP atau Break Even Point merupakan keadaan di mana biaya operasional yang dikeluarkan untuk produksi sama besarnya dengan jumlah pendapatan yang diterima.
Menurut Wahyudi dalam buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK/MAK Kelas XII karya Wakhid Bashori dan Windu Mahmud, BEP adalah suatu keadaan di mana suatu usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi.
Dengan kata lain, suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
Maka dapat disimpulkan, BEP berfungsi untuk membantu pelaku bisnis dalam mengefisienkan produksi barang maupun jasa guna mencapai keuntungan yang optimal. Bagi yang belum tahu cara menghitung BEP rupiah, berikut rumus dan contoh menghitungnya.
Rumus BEP Rupiah
Rumus BEP untuk menghitung berapa Rupiah penjualan yang perlu diterima dapat dilakukan dengan cara membagi total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit), lalu dikurangi Biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost), kemudian dikalikan dengan Harga per Unit lagi.
Berdasarkan yang dituliskan dalam buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK/MAK Kelas XII oleh Wakhid Bashori dan Windu Mahmud, berikut adalah rumus BEP unit:
BEP (dalam Rupiah) = Biaya Tetap Produksi / (Harga per Unit-Biaya Variabel per Unit) x Harga per Unit
Atau
BEP (dalam Rupiah) = Biaya Tetap Produksi / Margin Kontribusi per unit x Harga per Unit
Keterangan:
BEP (dalam Rupiah): Break Even Point dalam Rupiah (P).
Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang jumlahnya tetap (baik sedang berproduksi atau tidak).
Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain.
Harga Jual per unit: Harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
Biaya Variabel per unit: Total biaya variabel per Unit (TVC/Q).
Margin Kontribusi per unit: Harga jual per unit-biaya variable per unit (selisih).
Contoh Menghitung BEP Unit
Sebuah perusahaan yang memproduksi Smartphone ingin mengetahui jumlah unit yang harus diproduksinya agar dapat mencapai break even point (BEP) atau titik impasnya. Biaya Tetap Produksinya adalah sebesar Rp. 500 juta sedangkan biaya variabelnya adalah sebesar Rp. 1 juta. Harga jual per unitnya adalah sebesar Rp. 1,5 juta. Berapakah unit yang harus diproduksi agar dapat mencapai Break Even Point atau titik impasnya?
Diketahui:
Biaya Tetap Produksi: Rp. 500.000.000,-
Biaya Variabel per Unit: Rp. 1.000.000,-
Harga Jual per Unit: Rp. 1.500.000,-
Penyelesaian:
BEP (dalam Rupiah) = Biaya Tetap Produksi / (Harga per Unit-Biaya Variabel per Unit) x Harga per Unit
BEP (dalam Rupiah) = 500.000.000 / (1.500.000-1.000.000) x 1.500.000
BEP (dalam Rupiah) = 500.000.000 / 500.000 x 1.500.000
BEP (dalam Rupiah) = 1.500.000.000 (1,5 miliar)
Jadi, perusahaan ini harus dapat mencapai penjualan sebanyak Rp1,5 miliar untuk mencapai Break Even Point (tidak untung, tidak rugi).
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu BEP?

Apa itu BEP?
BEP atau Break Even Point merupakan keadaan di mana biaya operasional yang dikeluarkan untuk produksi sama besarnya dengan jumlah pendapatan yang diterima.
Apa tujuan dibuat BEP?

Apa tujuan dibuat BEP?
BEP berfungsi untuk membantu pelaku bisnis dalam mengefisienkan produksi barang maupun jasa guna mencapai keuntungan yang optimal.
Apa saja yang termasuk dalam perhitungan BEP rupiah?

Apa saja yang termasuk dalam perhitungan BEP rupiah?
Biaya yang termasuk dalam perhitungan BEP rupiah di antaranya adalah Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya Variabel (Variable Cost), Harga Jual per unit, dan Margin Kontribusi per unit.
