Rumus Biaya Produksi, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum memproduksi suatu produk, suatu perusahaan perlu menghitung biaya produksi yang dikeluarkan terlebih dahulu. Rumus biaya produksi memuat berbagai jenis komponen seperti pengeluaran dalam perusahaan.
Mengutip Jurnal Banque Syar’I Volume 4 Nomor 1 oleh Mukhlishotul Jannah, biaya produksi merupakan biaya-biaya yang digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.
Biaya yang beraneka ragam tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan besar, yakni bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Simak uraian berikut untuk mengetahui rumus dan contoh menghitung biaya produksi.
Rumus Biaya Produksi
Menurut buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK/MAK Kelas XI Semester 2 karya Arif Suharsono, perhitungan biaya produksi mengutamakan tiga hal berikut ini:
1. Data produksi
Dalam hal ini, perusahaan perlu membuat rincian pelaporan. Contohnya, jumlah produk yang melalui pembuatan, jumlah produk yang telah selesai diproduksi, juga keseluruhan jumlah produk yang dihasilkan dari awal hingga akhir dalam satu periode.
2. Biaya yang dibebankan
Pada poin ini, perusahaan harus membuat pelaporan tentang rincian harga satuan per produk atau barang yang di dalamnya mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan overhead pabrik.
3. Perhitungan harga pokok
Perusahaan harus membuat pelaporan tentang rincian harga pokok saat produk telah selesai diproduksi, dan memasuki departemen produksi, hingga memasuki gudang penempatan produk yang telah selesai diproduksi.
Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam buku bertajuk Penganggaran Perusahaan karangan Zainah, rumus biaya produksi terbagi menjadi sebagai berikut:
Bahan baku yang digunakan = saldo awal bahan baku + pembelian bahan baku – saldo akhir bahan;
Biaya Produksi = bahan baku + tenaga kerja langsung + biaya overhead pabrik;
Harga Pokok Produksi = total biaya produksi + saldo awal persediaan – saldo akhir;
Baca juga: Rumus Biaya Marginal dan Contoh Kasusnya
Cara Menghitung Biaya Produksi
Agar semakin memahami penggunaan rumus biaya produksi, berikut cara menghitungnya yang dihimpun dari buku Perencanaan Bisnis dan Cara Mudah Menyusun Business Plan oleh Mutia Arda, dkk.
PT Antara merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi hijab dengan total output sebesar 5.000 unit selama satu bulan.
Produk hijab dari PT Antara ini dipasarkan melalui 3 toko besar dan e-commerce. Berikut data laporan pengeluaran PT Antara selama satu bulan.
Persediaan bahan baku Rp30.000.000
Bahan baku setengah jadi Rp40.000.000
Barang jadi siap dijual Rp80.000.000
Pembelian persediaan bahan baku Rp50.000.000
Biaya pengiriman Rp5.000.000
Biaya pemeliharaan mesin Rp5.000.000
Gaji tenaga kerja langsung Rp30.000.000
Sisa penggunaan bahan baku serta sisa bahan setengah jadi Rp30.000.000
Sisa bahan setengah jadi Rp5.000.000
Hijab yang siap dijual Rp30.000.000
Setelah diketahui data pengeluarannya, selanjutnya bisa dilakukan perhitungan biaya produksi. Berikut tahapan yang dilakukan untuk memperhitungkan biaya produksi tersebut.
Tahap 1
Bahan baku yang digunakan = saldo awal bahan baku + pembelian bahan baku – saldo akhir bahan
= Rp30.000.000 + (Rp50.000.000+Rp5.000.000) – Rp30.000.000
= Rp55.000.000
Tahap 2
Biaya Produksi = bahan baku + tenaga kerja langsung + biaya overhead pabrik
= Rp55.000.000 + Rp30.000.000 + Rp5.000.000
= Rp90.000.000
Biaya produksi per unit = biaya produksi : total unit
= Rp90.000.000 : 5.000
= 18.000
Tahap 3
Harga Pokok Produksi = total biaya produksi + saldo awal persediaan – saldo akhir
= Rp90.000.000 + Rp40.000.000 – Rp5.000.000
= Rp125.000.000
Tahap 4
Harga Pokok Penjualan = Harga pokok produksi + persediaan barang awal – persediaan akhir
= Rp90.000.000 + Rp80.000.000 – Rp50.000.000
= Rp120.000.000
(NDA)
