Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur dan Tahapannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siklus akuntansi perusahaan manufaktur bisa dibilang cukup berbeda dengan siklus akuntansi perusahaan lainnya.
Siklus akuntansi (accounting cycle) merupakan aktivitas yang diawali dengan analisis serta pencatatan transaksi bisnis dan diakhiri dengan persiapan untuk periode aktivitas akuntansi berikutnya melalui jurnal penutup.
Dalam buku Akuntansi Industri Jilid 1 yang ditulis oleh Ali Irfan, siklus akuntansi mencakup tahap pencatatan dan tahap pengikhtisaran yang terdiri dari:
Tahap Pencatatan
1. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2. Pencatatan dalam jurnal
3. Pemindahbukuan (posting) ke buku besar
Tahap Pengikhtisaran
1. Pembuatan neraca saldo
2. Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyelesaian
3. Penyusunan laporan keuangan
4. Pembuatan jurnal penutup
5. Pembuatan neraca saldo penutup
6. Pembuatan jurnal balik
Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur
Siklus akuntansi perusahaan umumnya memiliki tahapan seperti di atas. Namun, berikut ini hanya akan dibahas tahapan-tahapan yang sekiranya perlu diperhatikan seputar siklus akuntansi perusahaan manufaktur.
Penerimaan Dokumen/Bukti Transaksi
Pada perusahaan manufaktur, bukti-bukti transaksi dikumpulkan dan diolah untuk data pencatatan laporan keuangan seperti raw material cost, direct labor cost, overhead cost, dan sebagainya.
Pencatatan dalam Jurnal
Terdapat 2 macam jurnal berbeda, yaitu jurnal umum dan khusus. Jurnal umum biasanya memuat data-data umum seputar transaksi yang terjadi selama jangka waktu tertentu, sedangkan jurnal khusus dicantumkan penjelasan terkait hal-hal yang terdapat di dalam jurnal umum.
Pencatatan ke Buku Besar
Semua informasi dalam jurnal umum dan jurnal khusus kemudian dimasukkan ke dalam buku besar. Buku besar juga sering digunakan auditor untuk mengaudit perusahaan.
Pembuatan Neraca Saldo
Pembuatan neraca saldo bertujuan untuk pengoreksian semua transaksi yang telah tercatat dalam buku besar, misalnya penyesuaian semua nilai debit dan kredit dalam buku besar.
Jurnal Penyesuaian
Perusahaan manufaktur menggunakan metode akrual, sehingga membutuhkan jurnal penyesuaian sebelum masuk ke neraca saldo akhir. Metode akrual adalah metode pencatatan transaksi sesuai waktu kejadian, bukan berdasarkan terjadinya kas masuk atau keluar.
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Setelah membuat jurnal penyesuaian barulah bisa memasukkan catatan transaksi ke neraca saldo kembali untuk memastikan nilai debit dan kredit balance.
Laporan Keuangan
Seluruh data yang telah diproses dari awal hingga neraca saldo setelah penyesuaian tadi dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Untuk tahap-tahap selanjutnya seperti jurnal penutup, neraca saldo penutup, dan jurnal balik tidak berbeda dengan siklus akuntansi perusahaan dagang.
(AMP)
