Simulasi Deposito BCA 2022, Lengkap dengan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kamu ingin mengambil deposito dengan mengetahui besaran bunga yang didapat? Jika demikian, kamu perlu menyimak simulasi deposito BCA 2022 yang akan diulas lebih lanjut dalam pembahasan kali ini.
Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, BCA menyediakan deposito berjangka. Jenis investasi ini dapat menjadi pilihan bagi siapa pun yang tak ingin terkena risiko besar saat melakukan investasi.
Pengertian Deposito BCA
Berdasarkan informasi dari laman resmi BCA, deposito merupakan produk simpanan berjangka. Hal itu menyebabkan penyetoran maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu.
Selain itu, produk investasi ini dilengkapi dengan pilihan jangka waktu dan bunga yang kompetitif. Dengan begitu, uang nasabah akan bekerja dengan sendirinya.
Adapun jangka waktu yang bisa dipilih, yaitu mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sampai 12 bulan. Sementara itu, untuk jumlah setoran minimalnya sebesar Rp8 juta dan maksimal Rp100 miliar.
Terdapat beberapa manfaat yang ditawarkan melalui produk deposito BCA, yaitu kemudahan transfer bunga deposito ke rekening tabungan maupun giro BCA maupun bank lainnya dengan mudah. Di samping itu, nasabah akan mendapat bilyet deposito sebagai tanda kepemilikan. Manfaat lainnya, deposito yang dimiliki dapat dijadikan jaminan kredit.
Sebagai tambahan informasi, deposito BCA memiliki dua produk simpanan, yakni Deposito Rupiah dan Deposito Valas. Deposito Rupiah merupakan instrumen investasi untuk melakukan simpanan uang dengan Rupiah.
Sedangkan Deposito Valas diperuntukkan untuk mata uang asing seperti Dolar Amerika, Dolar Singapura, Dolar Hong Kong, Dolar Australia, Yen Jepang, Poundsterling Inggris, Euro, dan Yuan China.
Sementara itu, deposito berjangka BCA dibedakan menjadi tiga tipe, di antaranya:
Non-Automatic Roll Over (Non-ARO), yaitu deposito berjangka yang berakhir pada akhir jangka waktu yang diperjanjikan.
Automatic Roll Over (ARO), yaitu perpanjangan deposito secara otomatis untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan atau penegasan lebih lanjut dari deposan.
Automatic Roll Over Plus (ARO Plus), yaitu deposito berjangka yang secara otomatis diperpanjang untuk jangka waktu yang sama tanpa pemberitahuan atau penegasan lebih lanjut dari deposan. Di samping itu, jenis deposito berjangka ini bunganya akan bertambah setiap kali perpanjangan dilakukan.
Simulasi Deposito BCA 2022
Simulasi hitung deposito BCA kerap dibutuhkan sebelum nasabah mengambil produk simpanan uang yang satu ini. Dihimpun dari sumber yang sama, suku bunga Deposito Rupiah berlaku efektif mulai 20 Januari 2022 sebesar 1,90 persen per tahun.
Sedangkan untuk Deposito Valas memiliki suku bunga mulai dari 0,01 hingga 0,25 persen per tahun. Namun, hal itu bergantung pada jenis mata uang, jumlah dana, dan jangka waktu yang diambil. Sebagai catatan, fluktuasi suku bunga bisa mengikuti perkembangan pasar.
Berikut simulasi deposito BCA 2022 apabila nasabah dengan dana Rp100 juta dengan deposito selama 12 bulan:
Dana deposito awal: Rp100.000.000
Tenor deposito bulan: 12
Suku bunga deposito tahunan: 1,90%
Pajak bunga deposito: 20%
Kemudian, beberapa unsur di atas dihitung dengan rumus bunga deposito, yakni:
Rumus bunga deposito = Dana Deposito x (Bunga Tahunan / 12) x Jumlah Bulan Tenor
Dengan demikian, dapat dituliskan sebagai berikut:
Bunga deposito = Rp100.000.000 x (1,90%/12) x 12
Maka hasil perhitungannya, yaitu:
Bunga deposito sebelum pajak: Rp1.900.000
Pajak bunga deposito: 20% x Rp1.900.000 = Rp380.000
Bunga deposito setelah pajak: Rp1.900.000 - Rp380.000 = Rp1.520.000
Dengan demikian, jumlah dana setelah tenor berakhir, yakni sebesar Rp101.520.000.
Itulah penjelasan mengenai simulasi deposito BCA 2022. Semoga bermanfaat!
(ANM)
