Konten dari Pengguna

Simulasi Pinjaman BRI dan Cara Menghitungnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kantor cabang BRI. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Kantor cabang BRI. Foto: Wikimedia Commons

Guna mengetahui jumlah angsuran kredit yang harus dibayarkan, para debitur perlu memahami perhitungan bunga bank sesuai jenis pinjaman yang diajukan.

Untuk menghitungnya pun makin mudah karena beberapa bank menyediakan fitur simulasi pinjaman, termasuk BRI. Adapun informasi mengenai simulasi pinjaman BRI dapat disimak dalam pembahasan berikut.

Secara umum, simulasi pinjaman atau simulasi kredit dipahami sebagai sistem kalkulasi yang membantu calon debitur untuk mengetahui besaran cicilan yang harus dibayarkan sesuai dengan jenis pembiayaan yang diambil.

Umumnya, simulasi pinjaman tersebut mencakup perhitungan jumlah utang pokok, durasi tenor cicilan, dan suku bunga pinjaman yang berlaku.

Terhitung mulai 31 Desember 2021, BRI menetapkan besaran suku bunga untuk kredit konsumsi (KPR) sebesar 7,25 persen, kredit korporasi sebesar 8 persen, kredit ritel sebesar 8,25 persen, kredit konsumsi non-KPR sebesar 8,75 persen, dan kredit mikro sebesar 14 persen.

Simulasi Pinjaman BRI

Tangkapan layar laman simulasi pinjaman BRI. Foto: BRI

Sebagai bentuk pelayanan prima terhadap nasabah, BRI menyediakan berbagai layanan perbankan, salah satunya simulasi pinjaman yang dapat diakses melalui laman resmi BRI. Melalui fitur ini, nasabah bisa menghitung perkiraan jumlah cicilan per bulan secara mandiri.

Melansir laman Pinjaman BRI, nasabah dapat menghitung simulasi plafon dan simulasi angsuran melalui e-Form BRI. Adapun langkah selengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Kunjungi laman https://pinjaman.bri.co.id/simulasi/briguna melalui peramban.

  2. Pada menu drop-down terdapat opsi ‘Simulasi Plafond’ dan ‘Simulasi Angsuran’. Pilih jenis simulasi sesuai kebutuhan.

  3. Untuk simulasi plafon, nasabah diminta untuk mengisi data seperti gaji tetap, potongan rutin bulanan, angsuran utang lain, status peminjam, jangka waktu, hingga besar suku bunga. Sementara itu, untuk simulasi angsuran, nasabah harus mengisi maksimum plafon, jangka waktu, hingga suku bunga.

  4. Jika beberapa data yang diminta telah terisi, lanjutkan dengan mengeklik ‘Hitung’ untuk mengetahui besaran plafon maupun angsuran yang diinginkan.

Selain melalui langkah di atas, nasabah juga dapat menghitung simulasi pinjaman BRI melalui laman BRI secara langsung dengan memilih jenis pinjaman yang dikehendaki. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi laman bri.co.id melalui peramban.

  2. Klik tiga garis di bagian pojok kanan atas halaman utama situs dan pilih ‘Simulasi Keuangan’.

  3. Di layar akan muncul opsi drop-down tentang jenis simulasi kredit sesuai kebutuhan pembiayaan. Pilih salah satu jenis kredit yang dikehendaki dan klik ‘OK’.

  4. Isi sejumlah data yang dibutuhkan seperti jumlah pinjaman, jangka waktu, dan data lainnya. Perlu diketahui bahwa data yang dimasukkan ke kalkulator simulasi pinjaman BRI berbeda satu sama lain, bergantung jenis kredit yang dipilih.

  5. Setelah seluruh data diisi, klik ‘Hitung’. Maka secara otomatis, muncul estimasi angsuran yang harus dibayar per bulannya.

Contoh Perhitungan Simulasi Pinjaman BRI

Ilustrasi uang pinjaman BRI. Foto: Unsplash.com

Setidaknya terdapat dua jenis bunga yang terdapat dalam kredit BRI, yakni suku bunga flat atau tetap dan suku bunga efektif. Umumnya, suku bunga tetap atau flat terdapat pada kredit tanpa agunan seperti kredit kendaraan bermotor dan kredit KUR BRI.

Sementara itu, suku bunga efektif biasanya digunakan pada jenis pinjaman jangka panjang. Misalnya, kredit kepemilikan rumah, apartemen, maupun kredit investasi. Berikut contoh perhitungan bunga dan cicilan per bulan masing-masing:

Cara menghitung bunga pinjaman BRI dengan suku bunga tetap (flat)

Untuk menghitung bunga pinjaman tetap dan besaran cicilan per bulannya, nasabah dapat menggunakan rumus berikut:

Bunga = jumlah pinjaman x bunga pertahun (%) : 12 bulan.

Pada perhitungan bunga tetap, harga angsuran dan bunga yang dihitung tak akan berubah selama periode angsuran berlangsung.

Contoh:

Seorang nasabah mengajukan pinjaman di BRI sebesar Rp54.000.000 dengan suku bunga tetap 6 persen per tahunnya. Sementara itu, tenor pinjaman yang diambil, yakni 24 bulan.

Maka rincian perhitungannya adalah sebagai berikut:

Cicilan pokok = Rp54.000.000 : 24 bulan = Rp2.250.000.

Bunga tetap = (Rp54.000.000 x 6%) : 12 bulan = Rp270.000.

Angsuran per bulan = Rp2.250.000 + Rp270.000 = Rp2.520.000.

Berdasarkan perhitungan di atas, besar angsuran yang harus dibayarkan per bulan sebesar Rp2.520.000. Kemudian, jumlah angsuran per bulan tersebut dikalikan sesuai tenor yang diambil, yakni 24 bulan. Maka total angsuran yang dibayarkan selama 24 bulan sebesar Rp2.520.000 x 24 bulan = Rp60.480.000.

Untuk mengetahui total bunga yang dibayarkan, kurangi total angsuran dengan jumlah pinjaman pokok, yakni Rp60.480.000 - Rp54.000.000 = Rp6.480.000.

Cara menghitung bunga pinjaman BRI dengan suku bunga efektif

Berbeda halnya dengan suku bunga tetap, suku bunga efektif memiliki jumlah angsuran pokok dan nilai suku bunga yang berkurang setiap bulannya hingga pelunasan selesai dilakukan. Dengan kata lain, bunga efektif dihitung berdasarkan saldo pinjaman terakhir setiap bulannya.

Adapun rumus perhitungan menggunakan suku bunga efektif adalah sebagai berikut:

Angsuran pokok per bulan = pokok pembayaran : jangka waktu pembayaran.

Bunga per bulan = saldo pinjaman terakhir x suku bunga pertahun (%) : 12 bulan.

Agar lebih memahami perhitungan suku bunga efektif, simak contoh berikut ini:

Seorang nasabah mengajukan pinjaman di BRI sebesar Rp36.000.000 dengan bunga efektif per tahun sebesar 6 persen. Sementara itu, tenor yang diambil yakni 12 bulan.

Maka perhitungannya adalah:

Angsuran pokok per bulan= Rp36.000.000 : 12 bulan = Rp3.000.000.

Bunga bulan kedua = (Rp36.000.000 x 6 %) : 12 bulan = Rp120.000.

Total angsuran bulan pertama = Rp3.000.000 + Rp120.000 = Rp3.120.000.

Setelah angsuran pertama dibayarkan, maka angsuran pokok yang tersisa, yakni Rp36.000.000 - Rp.3.000.000 = Rp33.000.000.

Untuk menghitung jumlah angsuran berikutnya, ulangi langkah di atas sesuai dengan sisa saldo pinjaman terakhir.

Itulah uraian mengenai simulasi pinjaman BRI dan cara menghitungnya. Semoga bermanfaat!

(ANM)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan bunga tetap?

chevron-down

Suku bunga tetap atau flat adalah suku bunga yang jumlahnya tidak berubah. Suku bunga ini biasanya terdapat pada kredit tanpa agunan seperti kredit kendaraan bermotor dan kredit KUR BRI.

Bagaimana menghitung suku bunga efektif?

chevron-down

Bunga efektif dihitung berdasarkan saldo pinjaman terakhir setiap bulannya. Berikut rumus untuk menghitungnya: Angsuran pokok per bulan = pokok pembayaran : jangka waktu pembayaran. Bunga per bulan = saldo pinjaman terakhir x suku bunga pertahun (%) : 12 bulan.

Berapa bunga pinjaman BRI per bulan?

chevron-down

Terhitung mulai 31 Desember 2021, BRI menetapkan besaran suku bunga untuk kredit konsumsi (KPR) sebesar 7,25 persen, kredit korporasi sebesar 8 persen, kredit ritel sebesar 8,25 persen, kredit konsumsi non-KPR sebesar 8,75 persen, dan kredit mikro sebesar 14 persen.