Sistem Ekonomi Kapitalis: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi kapitalis? Dikutip dari laman Dana Moneter Internasional (IMF), sistem ekonomi kapitalis merupakan sistem di mana pelaku usaha swasta memiliki dan mengendalikan properti sesuai dengan kepentingan mereka.
Sementara permintaan dan penawaran berjalan secara bebas dalam menetapkan harga pasar, sehingga peran negara sangat terbatas. Faktor penting dari sistem ekonomi kapitalis adalah motif keuntungan sesuai dengan teori Adam Smith.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis
Dikutip dari pustaka.ut.ac.id, sistem kapitalis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mementingkan diri sendiri (self interest)
Setiap individu memiliki kebebasan penuh dalam bersaing bisnis dengan menggunakan berbagai metode untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Di mana semua aktivitas ekonomi dan sosial dilakukan sepenuhnya untuk kepentingan diri sendiri.
2. Penjaminan atas hak milik perseorangan
Setiap individu berhak untuk menimbun kekayaan pribadi sebesar-besarnya tanpa mengindahkan posisi orang lain yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sama.
3. Memberikan kebebasan penuh
Kapitalisme memberikan kebebasan penuh terhadap setiap orang untuk melakukan aktivitas ekonomi. Campur tangan negara dalam aktivitas ekonomi dibatasi hanya sebagai penyedia fasilitas, maka semua orang dapat menjalankan aktivitas ekonominya dengan lancar.
4. Persaingan bebas (free competition)
Sistem kapitalis juga memungkinkan persaingan antar pelaku ekonomi di masyarakat. Persaingan ini bisa terjadi antar penjual yang dapat memberikan kualitas kepada pembeli. Sebaliknya, beberapa pembeli juga dapat saling bersaing untuk memberikan harga terbaik.
5. Harga sebagai penentu (price system)
Kapitalisme menerapkan mekanisme pasar yang bekerja menentukan harga keseimbangan antara penawaran dan permintaan barang atau jasa. Oleh karena itu, negara tidak boleh melakukan intervensi terhadap pasar. Jika terjadi kemerosotan harga, maka negara diminta untuk diam karena mekanisme pasar dengan sendirinya akan menentukan harga keseimbangan yang baru.
Sehingga dapat dikatakan bahwa negara memiliki peran yang sangat minim dan hanya berfungsi sebagai keamanan dan ketertiban, menetapkan hak-hak kekayaan pribadi, serta menjaga persaingan tanpa hambatan.
Kelebihan dan Kekurangan Ekonomi Kapitalis
Kelebihan Ekonomi Kapitalis
Para pendukung aliran ekonomi kapitalis mengeklaim bahwa kebebasan ekonomi akan membuat masyarakat mampu memiliki banyak peluang untuk bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Persaingan bebas yang terjadi antar individu akan mewujudkan tahap produksi dan tingkat harga pada tingkatan yang wajar, dan akan membantu dalam mempertahankan penyesuaian yang rasional antar kedua variable tersebut.
Para ahli ekonomi kapitalis beranggapan bahwa mendapatkan hasil keuntungan yang banyak adalah tujuan yang baik, dan tujuan ini adalah sebanding dengan apa yang mereka kerjakan.
Kelemahan Ekonomi Kapitalis
Persaingan yang bebas antar para pekerja akan menimbulkan banyak sekali keburukan dalam masyarakat jika kapasitas kerjanya terganggu. Serta akan muncul juga semangat bersaing antar tiap individu. Sebagai contoh, tidak adanya keterbatasan oleh individu untuk memiliki harta yang banyak akan mengakibatkan ketidakseimbangan distribusi kekayaan dalam bermasyarakat, sehingga akan merusak sistem perekonomian.
Adanya jurang perbedaan yang dalam antara hak majikan dan pekerja, pekerja tidak bisa mempunyai kesempatan yang sama dengan saingannya, sehingga akan memperdalam jurang antara yang kaya dan yang miskin.
Sistem ekonomi kapitalis akan memanfaatkan seluruh produksi dan distribusi di bawah penguasa yang ahli, dan akan mengesampingkan masalah kesejahteraan banyak masyarakat dan membatasi aliran kekayaan pada orang-orang tertentu saja.
Disisi lain, sistem ekonomi ini memang mampu menjamin kesejahteraan, namun hanya pada kalangan orang tertentu yang mementingkan dirinya sendiri saja.
(AAG)
