Konten dari Pengguna

Sistem Ekonomi Liberal, Mengenal Sistem Supply dan Demand Suatu Produk

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sistem ekonomi liberal. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sistem ekonomi liberal. Foto: Pexels

Sistem ekonomi liberal merupakan salah satu jenis sistem ekonomi yang terdapat saat ini.

Sistem ekonomi merupakan cara suatu negara menata perekonomiannya agar didapat suatu tujuan yang diinginkan agar masyarakat sejahtera secara ekonomi.

Setiap negara mempunyai sistem ekonomi yang berbeda-beda. Sistem ekonomi bisa ditentukan oleh falsafah suatu negara, jati diri suatu bangsa, struktur ekonomi suatu negara, budaya, dan lain sebagainya.

Berikut penulis sadur melalui Jurnal Hukum Islam IAIN Pekalongan Volume 14 Nomor 2 oleh Siti Aminah Caniago mengenai sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi lainnya.

Apa yang Dimaksud dengan Sistem Ekonomi Liberal?

Sistem ekonomi liberal merupakan kebalikan dari sistem ekonomi sosialis, yaitu segala sesuatu diserahkan kepada pasar.

Hukum supply and demand (penawaran dan permintaan) berlaku di sini. Pelaku ekonomi diberi hak seluas-luasnya untuk bersaing dan memiliki strategi untuk memenangkan persaingan dalam produksi suatu produk dan memasarkan produk mereka.

Negara atau pemerintah hanya sebagai pelindung dan fasilitator atau penengah dalam menjaga agar kelangsungan kegiatan ekonomi tersebut berjalan dengan sebaik-baiknya dan semulus-mulusnya.

Pemerintah tidak boleh membuat regulasi dan kebijakan yang menghalangi kegiatan pasar atau perekonomian, baik individu maupun swasta. Individu dan swasta dipersilakan untuk melakukan kegiatan ekonomi sebaik-baiknya agar memperoleh laba yang sebesar-besarnya.

Ilustrasi sistem ekonomi liberal. Dok: Pexels

Sistem Ekonomi Tradisional

Pada sistem ekonomi ini kegiatan ekonomi hanya dilakukan secara tradisional dan belum menyentuh antara pelaku ekonomi yang satu dengan yang lain dan ini hanya terjadi pada masyarakat yang tingkat taraf hidupnya masih rendah dan untuk hanya memenuhi standar hidup minimal dan dilakukan biasanya secara gotong royong.

Sistem Ekonomi Terpusat

Sistem ekonomi terpusat merupakan sistem ekonomi yang segala kegiatan perekonomian diatur oleh negara. Pada sistem ekonomi ini tidak semata-mata kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk memenuhi kebutuhan orang banyak.

Semua faktor produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara. Kepemilikan individu dan swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi tidak diberi kesempatan. Negara di samping sebagai regulator juga sebagai pemilik.

Pada sistem ekonomi ini, tidak akan ada orang yang memiliki kekayaan melimpah. Penghasilan yang didapat akan digunakan untuk kepentingan bersama. Sistem Ekonomi Terpusat ini disebut juga dengan sistem ekonomi sosialis.

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang mengadopsi sebagian dari semua sistem ekonomi tertentu (tradisional, terpusat, liberal, dan sosialis). Sistem ekonomi campuran akan menghilangkan atau mengurangi kekurangan-kekurangan atau kelemahan-kelemahan sistem ekonomi sosial dan liberal.

Pemerintah membuat regulasi kebijakan untuk mengatur roda perekonomian, namun memberikan kesempatan dan kerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. Pemerintah membuat perencanaan sesuai dengan regulasi dan perencanaan roda perekonomian ini dapat dijalankan oleh pemerintah dan pihak swasta.

Dengan sistem ekonomi campuran ini, pihak swasta juga mempunyai kesempatan untuk mengelola sektor-sektor strategis yang melibatkan hidup orang banyak.

(AMP)