Sistem Tap MRT Terbaru di Reader JakLingko, Ini Ketentuannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan sistem tap MRT terbaru melalui reader JakLingko di gerbang penumpang stasiun mulai 12 Oktober 2026. Integrasi sistem pembayaran ini bertujuan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan, terutama mereka yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi.
Melalui mekanisme baru ini, pelanggan MRT Jakarta dapat menggunakan kartu uang elektronik tertentu untuk melakukan tap langsung pada reader JakLingKo. Dengan begitu, transaksi perjalanan dapat tercatat dalam sistem pembayaran terintegrasi tanpa perlu melakukan tap pada perangkat khusus tarif integrasi di stasiun MRT Jakarta.
Penerapan sistem ini diharapkan dapat mempermudah pelanggan saat berpindah antarmoda transportasi. Lantas, kartu apa saja yang dapat digunakan dan di stasiun mana perangkat tersebut tersedia?
Sistem Tap MRT Terbaru
Dalam penerapan sistem terbaru ini, pelanggan cukup menempelkan kartu yang sesuai pada perangkat pembaca di gerbang penumpang. Perubahan tersebut berlaku bagi pengguna kartu uang elektronik terbitan bank dan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line yang kini dapat melakukan tap melalui reader JakLingKo.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa migrasi pengetapan ini dilakukan untuk memperkuat integrasi pembayaran transportasi publik bersama JakLingKo.
"Mulai 12 Oktober 2026, pelanggan MRT Jakarta yang menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang dikeluarkan oleh bank seperti E-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, dan kartu multitrip commuterline (KMT) dapat melakukan tap di reader JakLingko yang tersedia di passenger gate stasiun," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Jumat (9/10) dikutip dari Antara.
Ia menambahkan bahwa integrasi pembayaran tersebut juga ditujukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan tanpa hambatan, khususnya bagi pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik.
"Integrasi pembayaran ini juga memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan tarif integrasi, sesuai dengan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal," ucapnya.
1. Jenis Kartu dan Reader yang Digunakan
Meskipun sistem tap melalui reader JakLingKo mulai diterapkan untuk kartu tertentu, mekanisme pembayaran MRT Jakarta tetap menyesuaikan jenis kartu yang digunakan. Berikut pembagian perangkat berdasarkan jenis kartu:
Tap pada Reader JakLingko: E-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, dan kartu multitrip commuterline (KMT) KRL
Tap pada Gate MRT Jakarta: Kartu Single Trip MRT Jakarta
Tap pada Reader EMV: Kartu EMV/contactless
2. Tarif Integrasi MRT Jakarta
Mengacu pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 773 Tahun 2022, pelanggan yang memenuhi ketentuan dapat menikmati tarif integrasi dengan biaya maksimal Rp10.000 untuk perjalanan dalam periode tiga jam.
Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan yang menggabungkan lebih dari satu moda transportasi, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta BRT.
Namun, adanya batas maksimal tersebut tidak berarti setiap perjalanan dikenai tarif yang sama. Pengenaan tarif integrasi tetap bergantung pada ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
3. Lokasi Reader JakLingKo di Stasiun MRT Jakarta
Infrastruktur pembayaran JakLingKo saat ini telah tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta, dengan dukungan 186 reader JakLingKo dan 60 Balance Check Terminal (BCT) yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk memeriksa saldo dan status kartu.
Dari sisi penggunaan, pada periode Januari 2025 hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 40,86 juta perjalanan atau 51,10 persen dari total perjalanan pelanggan MRT Jakarta menggunakan Gate JakLingKo. Sementara itu, sebanyak 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen tercatat menggunakan tarif integrasi.
Baca Juga: Promo Tambah Daya PLN Oktober 2026 di Sumatera Barat, Diskon 50 Persen
(SA)
