Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan yang Bisa Kamu Jadikan Acuan

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat lamaran kerja adalah surat resmi yang dibuat oleh seseorang kepada suatu instansi/perusahaan, dengan tujuan untuk melamar pekerjaan. Dikutip dari laman The Balance Careers, surat lamaran kerja berisi resume seseorang atau informasi tentang keterampilan dan pengalaman seseorang.
Pada umumnya, surat ini dilengkapi dengan berkas penting lainnya, di antaranya CV, Portofolio, dan Sertifikat Keahlian. Untuk lebih jelasnya, berikut sistematika penulisan surat lamaran kerja yang baik dan benar agar lamaranmu dilirik HRD.
Sistematika Penulisan Surat Lamaran Kerja
Tempat dan Tanggal
Penulisan tempat dan tanggal dalam surat lamaran pekerjaan sangatlah penting, namun seringkali diabaikan. Kamu dapat menuliskan tempat dan tanggal di bagian pojok kanan atas.
Contoh:
Bandung, 3 Mei 2021
Hal dan Lampiran
Bagian hal dan lampiran dapat kamu letakkan di sebelah kiri. Bagian hal diisikan dengan "Lamaran Pekerjaan". Kemudian, bagian lampiran dapat diisi dengan jumlah dokumen yang hendak kamu lampirkan.
Contoh:
Hal: Lamaran Pekerjaan
Lampiran: 5
Tujuan dan Alamat Surat
Setelah menulis lampiran, kamu harus menuliskan tujuan surat, yakni nama penerima surat dan alamat surat. Biasanya, penerima surat tidak disertai dengan "Bapak atau Ibu" melainkan jabatan terkait.
Alamat surat sebaiknya tidak ditulis lebih dari tiga baris dan tidak menggunakan titik. Penulisan jalan pada alamat juga tidak boleh disingkat.
Contoh:
Yth. HRD Manager PT Kumparan Harapan Baru
Jalan Jati Murni No. 1 A
Jakarta
Salam Pembuka
Sebelum menuliskan isi, kamu harus menyertakan salam pembuka terlebih dahulu. Salam yang umum digunakan adalah “Dengan hormat,”. Pastikan untuk menambahkan koma setelah salam pembuka.
Contoh:
Dengan hormat,
Alinea Pembuka
Kamu dapat menjabarkan sumber informasi lowongan yang hendak dilamar pada alinea pembuka. Pastikan untuk menggunakan bahasa formal yang sopan agar tidak menyinggung perekrut.
Contoh:
Berdasarkan informasi lowongan kerja di situs kumparan.com saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Isi
Bagian isi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu identitas, maksud lamaran, dan berkas.
1. Identitas
Pada bagian identitas, kamu dapat menuliskan data diri seperti nama, tempat tanggal lahir, alamat, pendidikan terakhir, kontak dan lainnya.
Contoh:
Nama : Qala Senja Maheera
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 23 Oktober 1998
Pendidikan : S1 Komunikasi, Universitas Padjadjaran
Alamat : Jalan Buah Batu No. 12, Bandung
No. HP : 0812-3456-7890
Email : Qala_Maheera@gmail.com
2. Isi
Selanjutnya, kamu dapat menjelaskan alasan kamu melamar pekerjaan di tempat tersebut. Kamu juga bisa menjabarkan kemampuan dan kelebihan yang kamu miliki. Namun, pastikan kemampuan itu sesuai dengan lowongan kerja yang dilamar.
3. Berkas
Pada bagian berkas, kamu bisa menuliskan berkas yang dilampirkan, seperti CV, ijazah, fotokopi KTP, sertifikat, SKCK, dan sebagainya.
Contoh:
Sebagai bahan pertimbangan, berikut saya lampirkan:
CV
Ijazah
Penutup
Pada bagian penutup, kamu bisa mengisi dengan harapan agar diterima di perusahaan dan ucapan terima kasih.
Contoh:
Demikian surat ini saya buat. Besar harapan saya agar bisa diterima di perusahaan ini. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
Setelah selesai menulis surat, kamu juga dapat membubuhkan tanda tangan dan nama terang. Tuliskan juga kata “Hormat Saya,” sebelum menuliskan tanda tangan.
Contoh:
Hormat Saya,
Tanda tangan
Qala Senja Maheera
(AAG)
