Konten dari Pengguna

Six Sigma, Pengertian dan Lima Tahapannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Six Sigma. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Six Sigma. Sumber: Pexels

Six Sigma merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas produk dalam bidang manajemen kualitas. Six Sigma dapat dijadikan sebagai tolak ukur kinerja sistem industri yang memungkinkan perusahaan melakukan peningkatan kualitas produknya.

Six Sigma juga dapat dipandang sebagai pengendalian proses industri yang berfokus pada pelanggan dengan memperhatikan kemampuan proses. Semakin tinggi nilai sigma yang dicapai, maka kinerja sistem industri semakin membaik.

Sebagaimana dijelaskan dalam Jurnal Reka Integra Volume 2 Nomor 2 yang ditulis Nailah, sebagai sebuah sistem pengukuran, Six Sigma menggunakan satuan pengukuran Defect per Million Opportunities (DPMO). DPMO merupakan parameter ukuran bagi baiknya suatu kualitas atau proses, karena berhubungan langsung dengan cacat, biaya, dan waktu yang terbuang.

Tahapan Six Sigma

Terdapat lima tahapan dalam metode Six Sigma, di antaranya yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya yang penulis kutip dari Jurnal Reka Integra oleh Nailah.

Six Sigma. Sumber: Pexels

1. Tahap Define

Tahap Define adalah tahap pertama dalam metode peningkatan kualitas Six Sigma. Pada tahap pertama ini, dilakukan pendefinisian masalah yang terjadi di perusahaan, misalnya identifikasi jenis-jenis cacat yang terjadi, identifikasi jumlah cacat, persentase jumlah cacat, dan penentuan Critical To Quality (CTQ).

Hal ini berguna untuk mengindentifikasi tahapan proses pembuatan produk dan mengidentifikasi CTQ pada produk.

2. Tahap Measure

Tahap berikutnya dalam metode peningkatan kualitas Six Sigma adalah tahap pengukuran atau tahap measure. Pada tahap ini, dilakukan penentuan nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities) dan nilai Sigma Level untuk mengukur kinerja perusahaan saat itu. Pada umumnya persamaan yang digunakan dalam menentukan nilai tersebut yaitu sebagai berikut:

DPMO = Jumlah produk yang cacat : (banyaknya produk yang diperiksa*CTQ potensial) x 1.000.000

3. Tahap Analyze

Tahap ketiga adalah tahap analisis atau analyze. Pada tahap dalam metode peningkatan kualitas Six Sigma ini dilakukan analisis terhadap faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian produk atau kecacatan produk. Pada tahap ini digunakan alat bantu untuk menganalisis faktor penyebab cacat menggunakan Tree Diagram.

4. Tahap Improve

Tahap berikutnya yaitu tahap perbaikan (improve) yang merupakan tahap keempat dalam metode peningkatan kualitas Six Sigma. Setelah sumber-sumber dan akar penyebab dari masalah teridentifikasi, maka perlu dilakukan penetapan rencana tindakan (action plan) untuk melaksanakan peningkatan kualitas.

Pada tahap ini dilakukan usulan perbaikan, implementasi dari perbaikan, perhitungan DPMO dan Sigma Level setelah perbaikan, dan analisis hasil perbaikan.

5. Tahap Control

Tahap operasional terakhir dalam peningkatan kualitas Six Sigma adalah tahap pengendalian (control). Pada tahap ini, hasil peningkatan kualitas didokumentasikan dan disebarluaskan serta praktik-praktik terbaik yang sukses dalam peningkatan proses distandardisasikan.

Pada tahap ini juga didapatkan nilai DPMO dan nilai Sigma dari hasil perbaikan yang kemudian perbaikan tersebut dilakukan dan dikendalikan oleh pihak perusahaan.

(AMP)