Stock Split: Pengertian dan Manfaatnya bagi Investor

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saham merupakan salah satu surat berharga yang juga merupakan salah satu jenis investasi. Saham erat kaitannya dengan investasi dan perusahaan.
Perusahaan emiten (go public) kerap kali menerbitkan saham untuk kemudian dijual melalui bursa efek sebagai bentuk pemodalan perusahaan. Terdapat juga beberapa perusahaan yang kemudian melakukan stock split. Sebetulnya, apa sih yang dimaksud dengan stock split? Berikut penjelasannya.
Pengertian stock split
Mengutip dari salah satu artikel penelitian dalam jurnal SAINS: Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 9 Nomor 2 yang ditulis oleh Hersanti Bunga Wuriantri, stock split adalah memecah selembar saham menjadi beberapa lembar saham.
Umumnya perusahaan yang melakukan stock split adalah perusahaan dengan kinerja yang baik. Alasan dilakukannya stock split salah satunya adalah untuk membuat harga saham perusahaannya menjadi lebih rendah dari sebelumnya, tapi bukan menurunkan harga saham.
Lebih lengkapnya, dalam E-Jurnal Manajemen Volume 9 Nomor 4 yang ditulis oleh Ni Kadek Wiwik Yuniartini, dijelaskan bahwa motivasi perusahaan melakukan stock split adalah guna meningkatkan harga dan likuiditas saham emiten perusahaan melalui peningkatan volume perdagangan saham.
Harga saham yang rendah akan menarik minat investor kecil untuk melakukan investasi, sedangkan harga saham yang terlampau tinggi cenderung akan menurunkan minat investor untuk berinvestasi di saham suatu perusahaan.
Manfaat melakukan stock split
Tentunya suatu perusahaan memiliki motif dalam melakukan stock split. Dikutip dari laman OJK, stock split dapat memberikan keuntungan, baik bagi emiten maupun bagi investor. Keuntungan bagi investor adalah harga saham kian terjangkau dan porsi kepemilikan saham menjadi lebih banyak. Sedangkan keuntungan bagi emiten adalah menjadikan suatu saham menjadi lebih likuid atau lebih aktif dan frekuensi transaksi yang dilakukan oleh para pelaku pasar menjadi meningkat. Sebagian pelaku pasar menyukai saham yang likuid karena lebih mudah untuk menjual atau membeli saham tersebut di kemudian hari.
Berikut daftar manfaat melakukan stock split
Meningkatkan atau menambah jumlah saham yang beredar sehingga setiap lembar saham lebih likuid.
Menjaga tingkat likuiditas saham agar tetap memiliki pergerakan yang aktif.
Membuat lebih rendah harga saham untuk menghindari harga saham yang terlalu tinggi.
Menarik lebih banyak investor.
Memberi kesempatan kepada investor untuk melakukan diversifikasi investasi.
Mengubah jumlah saham odd lot menjadi round lot, yaitu meningkatkan kemampuan investor dalam membeli saham. Misalnya investor yang sebelumnya membeli saham di bawah 100 lembar (odd lot) akan berpeluang untuk membeli saham dalam kelipatan 100 lembar atau lebih dari 1 lot (round lot).
Pro kontra stock split
Pro dari stock split
1. Dapat meningkatkan harga saham
Selain bisa meningkatkan likuiditas, rupanya melakukan stock split juga dapat meningkatkan harga rata-rata saham yang dimiliki perusahaan.
Sebuah studi dari Nasdaq telah menyebutkan bahwa perusahaan yang melakukan stock split bisa meningkatkan harga saham hingga rata-rata 2,5%.
Kontra dari stock split
1. Bisa meningkatkan volatilitas
Volatilitas adalah besarnya jarak dari harga naik turunnya saham. Hal yang satu ini bisa terjadi saat perusahaan melakukan stock split karena akan memengaruhi harga saham di Pasar Modal.
Lebih banyak investor kemungkinan besar akan segera membeli saham saat harganya masih terjangkau. Hal itu akan membuat volatilitas saham bisa meningkat dan menyebabkan fluktuasi pada harga saham.
2. Stock split tidak selalu dapat meningkatkan harga saham
Kontra selanjutnya dari melakukan stock split adalah harga saham tidak selalu bisa meningkat. Jadi, masih besar kemungkinannya harga saham masih tetap murah dan tidak mengalami peningkatan.
Itulah ulasan singkat mengenai stock split, semoga bermanfaat!
(AAG)
