Konten dari Pengguna

Stock Split, Pengertian dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi stock split. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi stock split. Sumber: Pixabay

Saham erat kaitannya dengan investasi dan perusahaan. Saham adalah salah satu surat berharga yang juga merupakan salah satu jenis yang dapat diinvestasikan.

Perusahaan emiten (go public) kerap menerbitkan saham untuk kemudian dijual lewat bursa efek sebagai bentuk pemodalan perusahaan. Terdapat juga beberapa perusahaan yang kemudian melakukan stock split. Apa yang dimaksud dengan stock split? Berikut penjelasannya.

Pengertian Stock Split

Mengutip dari salah satu artikel penelitian dalam jurnal SAINS: Jurnal Manajemen dan Bisnis volume 9 nomor 2 yang ditulis oleh Hersanti Bunga Wuriantri, stock split atau pemecahan saham adalah memecah selembar saham menjadi beberapa lembar saham.

Umumnya perusahaan yang melakukan stock split adalah perusahaan dengan kinerja yang baik. Alasan dilakukannya stock split salah satunya adalah untuk membuat harga saham perusahaannya menjadi lebih rendah dari sebelumnya, tapi bukan menurunkan harga saham.

Lebih lengkapnya, dalam E-Jurnal Manajemen volume 9 nomor 4 yang ditulis oleh Ni Kadek Wiwik Yuniartini dijelaskan bahwa motivasi perusahaan melakukan stock split adalah guna meningkatkan harga dan likuiditas saham emiten perusahaan melalui peningkatan volume perdagangan saham.

Harga saham yang rendah akan menarik minat investor kecil untuk melakukan investasi, sedangkan harga saham yang terlampau tinggi cenderung akan menurunkan minat investor untuk berinvestasi di saham suatu perusahaan.

Manfaat Melakukan Stock Split

Tentunya suatu perusahaan memiliki motif dalam melakukan stock split. Suatu perusahaan yang melakukan stock split bertujuan untuk mendapatkan manfaat-manfaat berikut ini.

  • Meningkatkan atau menambah jumlah saham yang beredar sehingga setiap lembar saham lebih likuid.

  • Menjaga tingkat likuiditas saham agar tetap memiliki pergerakan yang aktif.

  • Membuat lebih rendah harga saham untuk menghindari harga saham yang terlalu tinggi.

  • Menarik lebih banyak investor.

  • Memberi kesempatan kepada investor untuk melakukan diversifikasi investasi.

  • Mengubah jumlah saham odd lot menjadi round lot, yaitu meningkatkan kemampuan investor dalam membeli saham. Misalnya investor yang sebelumnya membeli saham di bawah 100 lembar (odd lot) akan berpeluang untuk membeli saham dalam kelipatan 100 lembar atau lebih dari 1 lot (round lot).

(AMP)