Konten dari Pengguna

Surat Perjanjian Jual Beli Motor: Contoh dan Syarat Sahnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Surat Perjanjian Jual Beli Motor. Foto: Pexels.com/Alena Darmel
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Surat Perjanjian Jual Beli Motor. Foto: Pexels.com/Alena Darmel

Surat perjanjian jual beli motor merupakan salah satu contoh dari berbagai surat perjanjian jual beli. Surat Jual Beli merupakan surat persetujuan yang dibutuhkan dalam transaksi jual-beli agar pelaksanaannya sah di mata hukum maupun dari kedua belah pihak.

Surat Jual Beli mencakup harga yang disahkan, cara pembayaran, larangan bagi kedua pihak, jaminan, saksi, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana contoh surat perjanjian jual beli motor? Simak informasinya di bawah ini.

Pengertian Surat Perjanjian Jual Beli

Ilustrasi Surat Perjanjian Jual Beli Motor. Foto: Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Berdasarkan Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, suatu perjanjian adalah perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.

Menurut Pasal 1457 KUHPerdata, perjanjian jual beli merupakan suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu benda dan pihak lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan.

Tujuan jual beli pada hakikatnya penyerahan hak milik dari penjual ke pembeli dengan memanfaatkan alat pembayaran yang sah.

Untuk itu, Surat Perjanjian Jual Beli ialah surat perjanjian atau persetujuan bagi kedua belah pihak untuk mengikatkan dirinya pada hak dan kewajiban yang telah disepakati.

Syarat Sah Perjanjian Jual-Beli

Ilustrasi Surat Perjanjian Jual Beli Motor. Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Merujuk skripsi Perjanjian Jual Beli Rumah dan Perlindungan Hukum bagi Pembeli pada PT. Terang Jaya Abadi Palembang oleh Utami, syarat sah perjanjian jual-beli, yakni:

  1. Sepakat mereka mengikatkan dirinya

  2. Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian

  3. Suatu hal tertentu

  4. Suatu sebab yang halal

Berakhirnya Perjanjian Jual Beli

Ilustrasi Surat Perjanjian Jual Beli Motor. Foto: Pexels.com/RODNAE Productions

Merujuk pada skripsi Syarat Sahnya Perjanjian Jual Beli melalui Media Internet yang Dilakukan oleh Anak di Bawah Umur oleh Pancasakti, jika ada transaksi jual beli dalam suatu surat jual-beli, kegiatan jual beli akan berakhir apabila:

  1. Ditentukan dalam perjanjian oleh pihak yang terlibat.

  2. Penentuan batas waktu berlakunya perjanjian oleh Undang-Undang.

  3. Kesepakatan terkait berakhirnya perjanjian karena peristiwa tertentu yang dinyatakan pihak terkait atau undang-undang.

  4. Penghentian perjanjian yang dinyatakan kedua belah pihak dalam bentuk pernyataan.

  5. Penghentian karena putusan hakim.

  6. Tujuan dari perjanjian tercapai.

  7. Persetujuan dari para pihak dapat menghapus kesepakatan batas waktu.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Motor

Berikut contoh surat perjanjian jual beli motor yang dapat dijadikan referensi membeli atau menjual motor yang terdiri atas 4 halaman, dikutip dari laman law.uii.ac.id:

Surat Perjanjian Jual Beli Motor Halaman 1
Surat Perjanjian Jual Beli Motor Halaman 2
Surat Perjanjian Jual Beli Motor Halaman 3
Surat Perjanjian Jual Beli Motor Halaman 4

Demikian informasi seputar surat perjanjian jual beli dan informasi lainnya yang dapat disimak. Semoga bermanfaat.

(MQ)

Frequently Asked Question Section

Apa itu perjanjian jual beli?

chevron-down

Perjanjian jual beli merupakan suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu benda dan pihak lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan.

Apa tujuan jual beli?

chevron-down

Tujuan jual beli pada hakikatnya penyerahan hak milik dari penjual ke pembeli dengan memanfaatkan alat pembayaran yang sah.

Apa saja isi surat perjanjian jual beli?

chevron-down

Surat Jual Beli mencakup harga yang disahkan, cara pembayaran, larangan bagi kedua pihak, jaminan, saksi, dan lain sebagainya.