Konten dari Pengguna

Syarat Masuk STIN 2026, Kriteria, Latar Belakang Pendidikan, hingga Dokumen

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas syarat masuk STIN 2026. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas syarat masuk STIN 2026. Foto: Pexels

Terdapat beberapa syarat masuk STIN 2026 atau Sekolah Kedinasan Sekolah Tinggi Intelijen Negara yang harus dipenuhi. Ketentuan ini mencakup persyaratan umum, kualifikasi pendidikan, hingga sejumlah dokumen yang harus diunggah saat proses pendaftaran.

Pendaftaran calon taruna dan taruni STIN Badan Intelijen Negara (BIN) dilakukan secara daring (online) pada 18-30 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan melalui laman Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Syarat Masuk STIN 2026

Ilustrasi memahami syarat masuk STIN 2026. Foto: Pexels

Berdasarkan Pengumuman BIN Nomor PENG- 01 /PANSEL STIN/VIII/2026 tentang Seleksi Penerimaan Taruna-Taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara Tahun Anggaran 2026, seleksi STIN menyasar putra dan putri terbaik lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di seluruh Indonesia.

Berikut ini adalah rincian ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar STIN 2026:

1. Syarat Umum

  • Warga Negara Indonesia (WNI), terbuka bagi pria maupun wanita.

  • Memiliki keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  • Memiliki loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berlandaskan dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

  • Tidak pernah melakukan atau terlibat dalam perbuatan tindak pidana.

  • Memiliki rekam jejak perilaku baik yang ditunjukkan melalui Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

  • Memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA)/sederajat (bukan melalui jalur Paket C) sesuai dengan persyaratan tiap program studi (prodi) sebagai berikut:

    1. Untuk pendaftar kelulusan 2024, 2025, dan 2026, nilai ijazah rata-rata paling sedikit 85 dan nilai mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa asing minimal 85.

    2. Bagi lulusan 2026 yang belum memiliki ijazah, rerata nilai rapor semester 1-5 sekurang-kurangnya 85 dengan nilai mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris atau bahasa asing minimal 85 per semester.

  • Ijazah dari lembaga pendidikan luar negeri wajib memperoleh legalisasi resmi dari kementerian yang membidangi urusan pendidikan.

  • Memiliki kecakapan dalam mengoperasikan perangkat komputer, khususnya aplikasi perkantoran (office) dan jaringan internet.

  • Berstatus belum menikah dan sanggup mempertahankan status tersebut sepanjang masa studi.

  • Belum pernah melewati proses melahirkan bagi wanita dan belum pernah memiliki anak kandung bagi pria.

  • Tidak memiliki tato maupun bekas ukiran tato di area tubuh mana pun.

  • Bagi wanita, tidak memiliki tindik atau bekas tindikan pada area tubuh yang tidak umum.

  • Bagi pria, bebas dari tindik maupun bekas lubang tindik di seluruh anggota tubuh.

  • Memiliki kondisi kesehatan fisik, mental, dan tidak ada riwayat fraktur atau patah tulang.

  • Pengguna kacamata diperbolehkan dengan batas koreksi lensa plus (+) maupun minus (-) tidak melebihi ukuran 1.

  • Bebas dari kondisi kelainan buta warna.

  • Postur tinggi badan harus proporsional dengan berat badan sesuai dengan kriteria yang berlaku:

    1. Pria: diprioritaskan memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 165 cm.

    2. Wanita: diprioritaskan memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 160 cm.

    3. Calon peserta yang tidak memenuhi batas tinggi badan tersebut wajib menunjukkan bukti capaian prestasi atau keahlian khusus saat proses pengujian.

  • Usia pendaftar terhitung tanggal 31 Desember 2026 berada pada rentang minimum 16 tahun hingga batas maksimal 21 tahun 0 bulan 0 hari berdasarkan Akta Kelahiran atau Surat Keterangan Lahir (SKL).

  • Mengantongi izin dari pihak orang tua/wali yang terlampir secara tertulis melalui surat pernyataan orang tua/wali.

  • Proses seleksi penerimaan calon taruna/taruni STIN bebas biaya, di luar ketentuan biaya seleksi kompetensi dasar (SKD).

  • Calon peserta bukan merupakan anggota aktif maupun mantan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

  • Tidak pernah tercatat mengikuti pendidikan pembentukan sebagai anggota TNI, Polri, maupun PNS.

  • Bersedia untuk menetap di fasilitas asrama selama menempuh pendidikan di STIN.

  • Bersedia menandatangani dan menjalankan kewajiban Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 16 tahun setelah menyelesaikan studi di STIN.

  • Tidak berada dalam ikatan perjanjian dinas dengan instansi atau lembaga lain.

  • Siap ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau instansi lain sesuai dengan pemetaan kebutuhan BIN setelah menyelesaikan pendidikan di STIN.

  • Pendaftar penerimaan taruna/taruni STIN diwajibkan mengantongi kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang masih aktif.

  • Bagi pelamar yang sudah berstatus sebagai pekerja atau karyawan tetap:

    1. Mengantongi surat izin atau rekomendasi tertulis dari pimpinan instansi tempat bekerja.

    2. Bersedia mengundurkan diri dari status pekerja jika dinyatakan lulus dan mengikuti pendidikan pembentukan di STIN.

    3. Wajib mengikuti dan dinyatakan lulus terpilih pada seluruh tahapan seleksi penerimaan taruna/taruni STIN 2026.

2. Kualifikasi Pendidikan

  • Sarjana Agen Intelijen: SLTA/sederajat.

  • Sarjana Analisis Intelijen: SLTA/sederajat.

  • Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber: sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK) jurusan Desain Grafis, Komputer, Multimedia, Pengembangan Gim, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Jaringan Akses, Teknik Komputer dan Informatika, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Transmisi Telekomunikasi, Teknologi dan Rekayasa, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknologi Komputer dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi, atau Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi.

3. Syarat Dokumen

  • Berkas asli surat izin orang tua atau wali dapat diperoleh melalui menu unduhan yang tersedia di akun portal STIN. Dokumen yang telah dilengkapi dan dibubuhi tanda tangan di atas meterai wajib diunggah dalam format PDF atau JPEG menggunakan penamaan berkas surat_ijin_ortu.pdf atau surat_ijin_ortu.jpeg.

  • Ijazah SLTA atau sederajat diperuntukkan bagi lulusan 2024, 2025, dan 2026. Dokumen diunggah dengan format PDF secara menyeluruh hingga lembar belakang yang memuat daftar nilai dan menggunakan penamaan ijazah2024.pdf, ijazah2025.pdf, atau ijazah2026.pdf.

  • Surat Keterangan Lulus (SKL) resmi dari pihak sekolah dapat digunakan oleh lulusan 2026 apabila ijazah belum diserahkan. Berkas tersebut diunggah dalam tipe PDF atau JPEG dengan nama berkas skl2026.pdf atau skl2026.jpeg.

  • Pasfoto berwarna ukuran postcard (3R) terbaru yang menampilkan seluruh tubuh tampak depan dengan busana atasan putih dan bawahan hitam. Pasfoto berlatar merah untuk peserta pria, sedangkan peserta wanita menggunakan latar belakang biru. Foto tersebut diunggah dalam format PDF atau JPEG menggunakan nama berkas foto3R.pdf atau foto3R.jpeg.

  • Foto kedua orang tua wajib diunggah dalam format PDF atau JPEG dengan pemberian nama berkas foto_ortu.pdf atau foto_ortu.jpeg.

  • Dokumen Kartu Keluarga (KK) wajib disiapkan dan diunggah dalam format PDF atau JPEG menggunakan nama kk.pdf atau kk.jpeg.

  • Salinan Kartu BPJS Kesehatan calon pelamar STIN 2026 yang masih aktif diunggah dalam bentuk PDF atau JPEG dengan format nama bpjs.pdf atau bpjs.jpeg.

Baca Juga: Kapan Pengumuman Hasil Seleksi PCPM BI 2026? Cek Jadwalnya

(MDP)