Konten dari Pengguna

Tarif Tol Cisumdawu Berdasarkan Golongan Kendaraan yang Melintasinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto udara Tol Cisumdawu dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara Tol Cisumdawu dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Tarif Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) seksi 4-6 yang menghubungkan Cimalaka dengan Dawuan resmi diberlakukan sejak 14 Agustus 2023.

Ketentuan mengenai tarif Tol Cisumdawu telah dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor : 959/KPTS/M/2023 Tanggal 10 Agustus 2023.

Sebelumnya, ruas Tol Cisumdawu sempat beroperasi secara gratis setelah diresmikan oleh Presiden Jokowi. Di bawah ini akan dirincikan tarif tol Cisumdawu.

Tarif Tol Cisumdawu

Foto udara proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/6/2021). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Dikutip dari situs resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tarif jalan Tol Cisumdawu ditentukan berdasarkan golongan kendaraan yang memasuki kawasan ini. Berikut rinciannya:

Kendaraan Golongan I

  • Cileunyi-Jatinangor: Rp 6.000

  • Cileunyi-Pamulihan: Rp 11.000

  • Jatinangor-Cileunyi: Rp 6.000

  • Pamulihan-CIleunyi: Rp 11.000

Kendaraan Golongan II dan III

  • Cileunyi-Jatinangor: Rp 9.000

  • Cileunyi-Pamulihan: Rp 17.000

  • Jatinangor-Cileunyi: Rp 9.000

  • Pamulihan-CIleunyi: Rp 17.000

Kendaraan Golongan IV dan V

  • Cileunyi-Jatinangor: Rp 12.000

  • Cileunyi-Pamulihan: Rp 22.000

  • Jatinangor-Cileunyi: Rp 12.000

  • Pamulihan-CIleunyi: Rp 22.000

Baca juga: Tarif Tol Cengkareng Batu Ceper Kunciran 2024 untuk Semua Golongan Kendaraan

Sekilas tentang Tol Cisumdawu

Foto udara proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ruas ini menjadi alternatif jalur Cadas Pangeran. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Jalan Tol Cisumdawu menghubungkan kota Bandung melalui Jalan Tol Cipularang dan terhubung juga menuju Cirebon melalui Jalan Tol Cipali dan Kertajati yang ditempuh waktu perjalanan sekitar 40 hingga 50 menit dengan kecepatan minimal 80 km/jam.

Jalan Tol Cisumdawu memiliki total panjang 61,6 Km dan terdiri dari 6 Seksi. Dihimpun dari situs resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), berikut seksi-seksi yang ada di Jalan Tol Cisumdawu:

  • Seksi 1: Cileunyi - Pamulihan (11,4 Km)

  • Seksi 2: Pamulihan - Sumedang (17 Km)

  • Seksi 3: Sumedang - Cimalaka (4 Km)

  • Seksi 4: Cimalaka - Legok (8,2 Km)

  • Seksi 5A dan 5B: Legok - Ujung Jaya (14,9 Km)

  • Seksi 6A dan 6B: Ujung Jaya - Dawuan (6,1 Km)

Selain seksi, Jalan Tol Cisumdawu memiliki 5 buah Simpang Susun (SS), yakni SS Pamulihan, SS Sumedang, SS Cimalaka, SS Legok, SS Ujung Jaya, serta 2 Junction yakni Junction Cileunyi dan Junction Dawuan.

Kehadiran jalan tol ini menjadi konektivitas pendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membuka banyak peluang usaha baru di wilayah Jawa Barat.

Tidak hanya itu, Jalan Tol Cisumdawu juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin lakukan perjalanan dari Bandung menuju ke Kertajati, sekaligus efektivitas operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Diketahui, Jalan Tol Cisumdawu menjadi jalan tol terindah di Indonesia dengan dikelilingi pemandangan Gunung Tampomas, Manglayang, dan Patuha.

(NDA)