Tempat untuk Menukarkan Uang Asing, Waspada agar Tak Salah!

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bank adalah salah satu tempat untuk menukarkan uang asing. Penukaran uang asing biasanya dilakukan masyarakat yang ingin berlibur ke luar negeri ataupun pulang ke negeri sendiri.
Lantas, apa saja tempat untuk menukarkan uang asing? Simak jawaban dan informasi lainnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tempat untuk Menukarkan Uang Asing
Mengutip investopedia.com, tempat untuk menukarkan mata uang asing adalah bank, credit union atau koperasi kredit, dan biro penukaran mata uang asing. Tempat-tempat tersebut cenderung memiliki layanan yang nyaman dan biaya yang murah.
Merujuk forbes.com, tempat terbaik untuk menukarkan mata uang asing sebelum melakukan perjalanan ke negara yang dituju, yakni bank lokal atau koperasi kredit lainnya. Bank lokal di Indonesia termasuk BCA, CIMB Niaga, dan lainnya.
Di Indonesia, masyarakat juga dapat menukarkan uangnya ke lembaga penukar uang (money changer), seperti VIP Money Changer and Remittance, Peniti Money Changer, dan Dolarindo Money Changer and Remittance.
Tempat Terburuk untuk Menukarkan Uang Asing
Beberapa tempat yang harus masyarakat hindari untuk menukarkan mata uang asing, yakni kios dan toko di bandara saat ingin menuju ke suatu negara.
Tempat-tempat tersebut biasanya mengenakan biaya tertinggi dan memiliki nilai tukar buruk. Namun, ini menjadi satu-satunya pilihan jika ingin menukarkan mata uang asing di negeri sendiri.
Selain itu, cek perjalanan dan kartu debit prabayar juga tak efektif sebagai money changer karena sering kali memiliki biaya transaksi yang banyak serta keamanan yang rendah.
Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Uang Asing
Selain untuk membiayai liburan, penukaran mata uang asing juga dilakukan investor untuk mendapatkan pengembalian investasi yang cepat, terlebih lagi jika suku bunga mata uang tersebut meningkat.
Berikut faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar uang asing yang dikutip dari laman internationalpayments.fexco.com:
1. Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian yang biasanya dinyatakan dalam persentase.
Misalnya, dunia mengalami inflasi global, tetapi inflasi di Inggris lebih rendah dari negara lainnya. Untuk itu, daya beli Poundsterling akan meningkat relatif terhadap mata uang lainnya.
Sederhananya, dengan inflasi yang rendah, permintaan barang atau jasa dari Inggris akan meningkat karena tak ada kenaikan harga.
2. Suku Bunga
Semakin tinggi suku bunga, semakin menarik tawaran mata uang tersebut bagi investor asing.
Hal ini melibatkan investor dengan cepat memindahkan uang dari mata uang dengan suku bunga lebih rendah ke negara dengan suku bunga lebih tinggi. Hal itu akan memberikan pengembalian investasi yang cepat.
3. Utang Pemerintah atau Publik
Proyek-proyek sektor publik terkadang membutuhkan pembiayaan defisit berskala besar untuk mendorong perekonomian domestik.
Namun, investor asing cenderung tak berinvestasi di negara-negara dengan defisit publik dan utang pemerintah yang besar. Hal ini akan mengakibatkan jatuhnya nilai tukar mata uang.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa saja bank lokal di Indonesia?

Apa saja bank lokal di Indonesia?
Bank lokal di Indonesia termasuk BCA, CIMB Niaga, dan lainnya.
Apa saja contoh money changer di Indonesia?

Apa saja contoh money changer di Indonesia?
VIP Money Changer and Remittance, Peniti Money Changer, dan Dolarindo Money Changer and Remittance.
Apa itu inflasi?

Apa itu inflasi?
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian yang biasanya dinyatakan dalam persentase.
