Tujuan Kegiatan Konsumsi, Pengertian, dan Jenisnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan kegiatan konsumsi dapat dilihat dari dua teori, yakni teori ekonomi konvensional dan teori ekonomi Islam. Perbedaan mendasar atas keduanya adalah adanya batasan yang harus dipertimbangkan.
Untuk mengetahui tujuan kegiatan konsumsi lebih rinci, simak juga pengertian, tujuan, dan jenisnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Pengertian Konsumsi
Mengutip wallstreetmojo.com, konsumsi adalah tindakan menggunakan sumber daya, produk, atau layanan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai kepuasasan.
Selama ada konsumsi, kegiatan bisnis dan perusahaan akan terus berlanjut. Bahkan jika seseorang mencoba mengurangi konsumsi, mereka tetap harus memenuhi kebutuhan dasarnya (pangan, sandang, dan papan).
Merujuk corporatefinanceinstitute.com, konsumsi merupakan komponen dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) dan dapat membantu analisis asumsi model keuangan suatu bisnis.
Tujuan Kegiatan Konsumsi
Tujuan konsumsi terbagi atas dua, yakni tujuannya dalam teori ekonomi konvensional dan tujuan konsumsi dalam teori ekonomi Islam.
Menurut jurnal Peranan Konsumsi dalam Perekonomian Indonesia dan Kaitannya dengan Ekonomi Islam oleh Muslim, tujuan konsumsi dalam ekonomi konvensional adalah mencari kepuasan (utility) tertinggi yang dapat dipenuhi tergantung kemampuan anggarannya.
Semakin tinggi pendapatan konsumen, kemampuan mengonsumsi barang atau jasa akan semakin tinggi. Pun begitu sebaliknya.
Sementara, dalam teori ekonomi Islam sebagaimana dikutip dari jurnal Konsep Konsumsi dan Kesejahteraan dalam Perspektif Ekonomi Islam oleh Ramdania, Irawati, dan Nurrohman, tujuan konsumsi adalah mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, cara mengonsumsi dalam Islam harus berlandaskan pada batasan pada nilai-nilai dan syariat Islam. Landasan ini tak hanya mementingkan aspek material (duniawi), tetapi juga memperhatikan aspek akhirat (ukhrawi).
Jenis Kegiatan Konsumsi
Merujuk wallstreetmojo.com, di bawah ini merupakan jenis konsumsi yang dapat dilakukan setiap individu:
1. Konsumsi Langsung
Konsumsi langsung mengacu pada aktivitas membeli barang dan jasa atau memanfaatkan sumber daya alam untuk pembelian akhir. Sederhananya, konsumsi langsung adalah barang atau jasa yang dibeli untuk pemenuhan kebutuhan saat itu juga.
Contohnya adalah membeli obat-obatan di apotek, menebang pohon untuk menyalakan api, dan lainnya.
2. Konsumsi Cepat
Konsumsi cepat mengacu pada barang-barang yang bertahan dalam waktu singkat. Misalnya, makanan yang mudah basi dan produk lainnya. Produk-produk ini biasanya hanya dikonsumsi sekali.
3. Konsumsi Lambat
Konsumsi lambat terdiri dari barang-barang yang tahan lama, seperti kucing, bangunan, tanah, mobil, dan lainnya. Pembelian ini biasanya lebih mahal daripada pembelian konsumsi cepat.
4. Konsumsi Produktif
Barang dan komoditas dalam kategori ini digunakan untuk membuat produk lain atau melengkapi suatu bentuk. Contohnya, penggunaan kapas untuk membuat pakaian, plastik untuk membuat perkakas, dan kabel untuk peralatan elektronik.
5. Pemborosan
Pemborosan mengacu pada barang-barang yang menghasilkan limbah besar selama atau setelah pembelian. Contohnya plastik, gabus sintetis (styrofoam), dan lainnya.
Barang-barang tersebut umumnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan menjadi tak berguna atau meninggalkan sisa limbah yang tinggi setelah digunakan.
Sekian tujuan kegiatan konsumsi, pengertian, dan jenisnya. Semoga bermanfaat.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa itu konsumsi?

Apa itu konsumsi?
Konsumsi adalah tindakan menggunakan sumber daya, produk, atau layanan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai kepuasasan.
Kebutuhan dasar terdiri dari apa saja?

Kebutuhan dasar terdiri dari apa saja?
Kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
Apa itu konsumsi cepat?

Apa itu konsumsi cepat?
Konsumsi cepat mengacu pada barang-barang yang bertahan dalam waktu singkat.
