Konten dari Pengguna

Tujuan Utama dari Lembaga Ekonomi, Jenis, dan Faktor Penentu

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tujuan Utama Lembaga Ekonomi. Foto: Unsplash.com/Gautam Krishnan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tujuan Utama Lembaga Ekonomi. Foto: Unsplash.com/Gautam Krishnan

Tujuan utama dari lembaga ekonomi adalah menjamin kelestarian dan tatanan masyarakat melalui produksi, distribusi, dan konsumsi produk maupun jasa. Aktivitas tersebut dilakukan lembaga ekonomi dan dikenal dengan kegiatan ekonomi.

Contoh lembaga ekonomi adalah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, seperti Bank Mandiri, BNI, Pertamina, BRI, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut Berita Bisnis jabarkan informasi seputar lembaga ekonomi.

Tujuan Lembaga Ekonomi

Ilustrasi Tujuan Utama Lembaga Ekonomi. Foto: Unsplash.com/Trnava University

Mengutip laman konten.smpn2ppu.sch.id, lembaga ekonomi memiliki beberapa fungsi atau tujuan, di antaranya:

  1. Memberikan pedoman untuk mendapatkan bahan pangan

  2. Memberikan pedoman untuk menukar barang atau barter

  3. Memberikan pedoman tentang harga jual beli barang pada kegiatan ekonomi

  4. Memberikan pedoman untuk menggunakan tenaga kerja

  5. Memberikan pedoman tentang cara pengupahan bagi karyawan

  6. Memberikan pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja

  7. Memberikan identitas bagi masyarakat di wilayah tertentu

Faktor yang Menentukan Struktur Lembaga Ekonomi

Ilustrasi lembaga ekonomi. Foto: Unsplash.com/Charles Postiaux

Dalam buku Pengantar Ringkas Sosiologi: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial oleh Setiadi, dijelaskan bahwa ada empat faktor yang menentukan struktur lembaga ekonomi, yaitu:

1. Gathering (Pengumpulan)

Gathering merupakan pengumpulan sumber daya alam dari lingkungannya, seperti kayu dari pohonnya.

2. Production (Produksi)

Ini merupakan proses mengubah sumber daya alam menjadi barang-barang tertentu sehingga bisa digunakan oleh subsistem lainnya.

3. Distribution (Distribusi)

Ini merupakan proses membagi barang yang sudah jadi ke subsistem-subsistem lainnya.

4. Servicing (Pelayanan)

Ini merupakan organisasi dari elemen-elemen ekonomi yang tak termasuk dalam proses produksi, akan tetapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang proses ekonomi lainnya.

Jenis Lembaga Ekonomi di Indonesia

Ilustrasi Tujuan Utama Lembaga Ekonomi. Foto: Unsplash.com/Sean Lee

Di bawah ini adalah contoh lembaga ekonomi yang ada di Indonesia:

1. BUMN

Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, BUMN atau Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.

2. Koperasi

Dalam Pasal 1 Undang Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi. Landasan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Pengertian koperasi juga dijelaskan dalam Pasal 3 Undang Undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian yang berbunyi:

"Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan".

Demikian tujuan lembaga keuangan, jenis, dan faktor yang menentukan strukturnya. Semoga bermanfaat.

(MQ)

Frequently Asked Question Section

Apa contoh BUMN di Indonesia?
chevron-down

Contoh Badan Usaha Milik Negara atau BUMN adalah Bank Mandiri, BNI, Pertamina, BRI, dan lainnya.

Apa itu faktor pengumpulan dalam menentukan struktur lembaga ekonomi?
chevron-down

Gathering merupakan proses mengumpulkan sumber daya alam dari lingkungannya, seperti kayu dari pohonnya.

Apa itu BUMN?
chevron-down

Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.