Ukuran Bata Ringan Hebel, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bata ringan alias hebel banyak digunakan dalam konstruksi bangunan. Hebel terbuat dari adonan pasir silika, gypsum, batu kapur, semen, air dan aluminium bubuk. Adonan tersebut kemudian diawetkan dengan cara dipanaskan dan diberi tekanan tinggi menggunakan alat yang autoclave. Dengan begitu, hebel memberikan kedapan suara serta tahan akan api dan jamur.
Hebel sebetulnya adalah nama merk dagang. Hebel diproduksi di Indonesia pertama kali oleh PT Hebel Indonesia pada tahun 1995 di Jawa Barat. Saat itu penjualan hanya ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
PT Hebel Indonesia sudah bangkrut beberapa tahun lalu dan bermunculan perusahaan lain yang memproduksi bata ringan. Namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai hebel ketimbang bata ringan sehingga menyebut bata ringan sebagai hebel hingga saat ini.
Ukuran Bata Ringan Hebel
Berikut ini ukuran bata ringan secara lengkap
panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 7,5 cm;
panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 10 cm;
panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 12,5 cm;
panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 15 cm;
panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 20 cm.
Namun secara umum tebal bata ringan yang sering digunakan adalah ukuran 7,5 cm dan 10 cm.
Jenis Bata Ringan
Autoclaved Aerated Concrete (AAC), yaitu bata ringan yang dalam proses pembuatannya lebih mengandalkan reaksi kimia. Bata ringan berjenis AAC terbuat dari kapur, semen, air, gypsum, pasir kwarsa dan juga alumunium pasta untuk mengisi udara dengan kimiawi. Hebel AAC biasanya memiliki warna putih dan bobotnya ringan.
Cellular Lightweight Concrete (CLC), yaitu bata yang pengeringannya dilakukan secara alami. Bata ringan berjenis AAC terbuat dari semen, pasir, foam (busa organik), dan air. Bata jenis ini steril dari bahan-bahan kimia, artinya hanya mengandalkan bahan-bahan busa organic yang memiliki fungsi sebagai media pembungkus udara.
Kelebihan Bata Ringan
Berikut ini beberapa kelebihan dari bata ringan:
Mengurangi perubahan suhu ruangan yang drastis
Strukturnya yang poros membuatnya tahan api
Tingkat keakuratan dalam pemotongan tinggi sehingga mengurangi pembuangan sisa potong
Material yang digunakan efisien sehingga memiliki dampak minim bagi lingkungan dari awal proses pembuatan hingga pembuangan sampah sisa
Bobotnya yang ringan menjadikannya lebih murah dalam transportasi, ongkos tukang, dan memperbesar kemungkinan bertahan jika terjadi gempa bumi
Ukurannya yang lebih besar sehingga lebih cepat selesai pengerjaannya
Mengurangi biaya proyek untuk konstruksi yang sangat besar
Ramah lingkungan
Memberikan ventilasi yang baik
Tidak mengandung gas beracun
Lebih tahan lama
Kekurangan Bata Ringan
Meskipun memiliki banyak kelebihan, bata ringan juga memiliki beberapa kekurangan, beberapa di antaranya ialah:
Pemasangan yang dilakukan ketika hujan. Terkadang hebel akan menjadi retak setelah pemasangan. Untuk menghindarinya, kurangi takaran semen mortar dan pastikan hebel telah mengering seutuhnya.
Hebel bersifat rapuh sehingga dalam penanganannya harus berhati – hati
Jika kamu ingin menggantungkan lukisan atau semacamnya, sekrup yang digunakan harus panjang dan tipis.
Cara Menghitung Kebutuhan Bata Ringan
Hitung panjang keseluruhan dinding.
Setelah didapat totalan panjang dinding, kalikan dengan ketinggian rencana bangunan untuk mendapat luasan total dinding.
Luasan dinding dikali 1,1 dikali 0,1 hasilnya adalah kubikasi kebutuhan bata ringan tebal 10 cm (Lx8,33×1,1×0,1).
Supaya lebih akurat, luasan dinding harus dikurangi luasan pintu dan jendela.
Demikianlah ulasan singkat mengenai ukuran bata ringan. Semoga bermanfaat!
(SRS)
