Bek AS Monaco Sebut Neymar sebagai Lawan Paling Sulit Dihentikan di Liga Prancis

Tulisan dari Berita Bola tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bek AS Monaco, Benjamin Henrichs, menyebut Neymar sebagai pemain paling sulit dihentikan di Liga Prancis. Pemain berusia 23 tahun itu mengakui Neymar memiliki segudang kemampuan untuk melewati para bek lawan.
Mengutip Goal International, sosok Neymar menjadi momok menakutkan bagi Benjamin Henrichs. Selama bermain di Liga Prancis, mantan pemain Bayer Leverkusen itu menilai Neymar sangat sulit untuk dijaga.
"Neymar adalah pemain paling dihentikan di Liga Prancis. Saat berhadapan dengannya, kamu tidak tahu apa yang kamu harapkan. Kamu harus melihat bola dan tidak mudah mempelajari pergerakannya. Dia sangat sangat sulit untuk ditaklukkan," ucap Henrichs.
Seperti diketahui, Neymar merupakan pemain yang memiliki talenta luar biasa. Saat bermain di klub pertamanya, Santos, pemain berusia 28 tahun itu berhasil membius penikmat sepak bola dunia berkat skill-nya yang sangat mengesankan.
Lantas berkat performanya itu, ia pun diboyong ke Barcelona pada Mei 2013. Bersama La Blaugrana, ia meraih sejumlah gelar prestisius. Beberapa di antaranya yaitu trofi La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
Empat tahun berselang, Neymar mengguncang dunia berkat kepindahaannya ke Paris Saint-Germain pada Agustus 2017. Klub asal Prancis itu mendatangkan sang pemain dengan banderol fantastis yaitu sebesar 222 juta euro atau sekitar Rp 3,8 triliun.
Selain itu, selama bermain di Liga Prancis, pemain bernomor punggung 10 itu membuat bek-bek klub Liga Prancis jatuh bangun menjaganya. Benjamin Henrichs, salah satu bek AS Monaco pun mengakui kehebatan Neymar dalam melewati pertahanan lawan selama bermain di Liga Prancis. (fre)
