Tengku Erry Nuradi, Mantan Gubernur Sumut yang Coba Peruntungan di Pemilihan Umum 2019

Tulisan dari berita caleg tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tengku Erry Nuradi (foto: instagram.com/errynuradi_)
Tengku Erry Nuradi menjadi salah satu calon legislatif di Pemilihan Umum 2019 mendatang. Pria kelahiran Medan, 30 Juni 1964 itu mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI untuk Daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara I.
Pria berdarah Melayu-Minang itu sebelumnya berkecimpung di dunia bisnis dan memangku jabatan sebagai Wakil Ketua Kadinda Medan serta Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI). Hingga akhirnya pada Agustus 2005 silam Tengku Erry Nuradi banting setir ke dunia politik.
Ia menjabat sebagai Bupati Serdang Berdagai sejak Agustus 2005-Juni 2013 lalu. Tengku Erry Nuradi sendiri diketahui adalah adik kandung Tengku Rizal Nurdin, mantan Gubernur Sumatera Utara yang wafat dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines, 5 September 2005.
Karier Tengku Erry Nuradi di dunia politik semakin menanjak setelah ia menduduki posisi sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat mendampingi Gubernur Sumatra Utara kala itu, Gatot Pujo Nugroho sejak 16 Juni 2013 hingga 25 Mei 2016.
Pada 25 Mei 2016, Tengku Erry Nuradi naik jabatan menjadi Gubernur Sumatera Utara bersama wakilnya, Nurhajizah. Periode jabatan mereka selesai pada 16 Juni 2018 lalu. Keduanya lantas kompak mencoba peruntungan dengan mencalonkan diri sebagai anggota legiskatif DPR RI 2019.
Tengku Erry Nuradi dan Nurhajizah sama-sama berada di bawah payung partai Nasional Demokrat (NasDem). Namun Nurhajizah maju sebagai caleg dapil Sumatera Utara III sementara Erry dapil Sumatera Utara I.
Jejak langkah Tengku Erry Nuradi di bidang politik diikuti pula oleh sang putra, Tengku Ryan Novandi. Meski berada di bawah partai yang sama, Ryan mendaftar untuk jenjang yang berbeda dari ayahnya yakni sebagai caleg DPRD Sumatera Utara.

Tengku Ryan Novandi, putra Tengku Erry Nuradi (foto: instagram.com/tengkuryann)
Pemilihan Umum 2019 sendiri rencananya akan digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang. Masa kampanye pemilu sudah berlangsung sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019.
