10 Alasan Resign yang Masuk Akal dan Cara Menyampaikannya saat Wawancara

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki alasan yang beragam ketika memutuskan untuk mengundurkan diri atau resign dari pekerjaan. Meski demikian, alasan resign perlu disampaikan secara masuk akal dan profesional. Hal ini bertujuan agar proses pengunduran diri berjalan dengan baik.
Alasan resign juga sering ditanyakan saat wawancara kerja. Penyampaian yang tepat dapat membantu memberikan kesan positif kepada perekrut. Bagi yang bingung mencari alasan resign yang masuk akal, simaklah beberapa contohnya di artikel ini!
Contoh Alasan Resign yang Masuk Akal
Sebenarnya, tidak ada alasan yang sepenuhnya salah atau benar ketika seseorang memutuskan untuk resign. Namun, beberapa alasan dinilai lebih profesional dan mudah diterima dibandingkan alasan lain.
Saat ditanya mengenai alasan resign, sebaiknya sampaikan jawaban yang jujur, berorientasi pada masa depan, dan berkaitan dengan perkembangan karier. Dihimpun dari situs Southern New Hampshire University, berikut beberapa alasan resign yang masuk akal dan dapat dijadikan referensi.
Perubahan struktur organisasi perusahaan
Kondisi perusahaan yang menurun
Lingkungan kerja yang kurang sesuai
Ingin mencoba bidang pekerjaan baru yang lebih sesuai dengan minat
Ingin mendapatkan jenjang karier yang lebih baik
Ingin mengembangkan kemampuan diri
Ingin mendapatkan gaji yang lebih layak
Kondisi keluarga yang kurang baik
Ikut pasangan pindah tempat tinggal
Kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus
Baca Juga: Syarat Klaim JHT di Kantor Cabang dengan Mudah dan Tidak Ribet
Contoh Jawaban Pertanyaan Alasan Resign saat Wawancara Kerja
Saat wawancara kerja, perekrut tak jarang menanyakan alasan resign dari perusahaan sebelumnya. Pertanyaan ini menjadi salah satu pertimbangan untuk memahami latar belakang, motivasi, dan kesiapan kandidat sebelum bergabung dengan perusahaan baru.
Disadur dari situs Indeed, berikut beberapa contoh jawaban yang dapat diberikan ketika ditanya mengenai alasan resign:
Contoh 1
Saya menyukai pekerjaan dan rekan kerja saya di perusahaan sebelumnya, tetapi saya merasa sudah sampai pada tahap ketika tidak ada lagi kesempatan untuk berkembang di tim tersebut.
Contoh 2
Meskipun saya telah banyak belajar dan berkembang di perusahaan sebelumnya, berdasarkan riset saya mengenai posisi ini, saya melihat bahwa pekerjaan ini lebih sesuai dengan arah karier yang ingin saya capai.
Terutama karena posisi ini memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai tim lintas divisi.
Contoh 3
Saya memiliki beberapa hal yang menjadi motivasi saya dalam bekerja. Salah satunya adalah ketika bisa memberikan hasil yang memuaskan bagi klien serta mendapatkan apresiasi dari rekan kerja dan atasan. Selain itu, kompensasi juga menjadi salah satu faktor yang memotivasi saya untuk terus berkembang.
(NSF)
