10 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Sesuai Hadits Rasulullah SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, amalan yang pahalanya terus mengalir disebut dengan amal jariyah. Orang yang melakukan amal jariyah semasa hidupnya akan tetap mendapatkan pahala meski ia sudah meninggal.
Perihal amal jariyah ini ditegaskan dalam hadits riwayat Imam al-Baihaqi dari sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
سبع يجري على العبد أجرهن وهو في قبره بعد موته، من علم علما أو كرى نهرا أو حفر بئرا أو غرس نخلا، أو بنى مسجدا، او ورث مصحفا أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته
Artinya: “Tujuh amalan yang mengalir pahalanya bagi seorang hamba yang sudah meninggal dunia, yaitu mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanam kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf Alquran, dan meninggalkan anak yang senantiasa memohonkan ampunan untuknya setelah dia meninggal dunia.” (HR. Baihaqi)
Diterangkan juga dalam Alquran Surat Yasin ayat 12 bahwasannya Allah tidak hanya mencatat mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Dia juga mencatat semua pengaruh dari perilaku dan perbuatan kita. Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآَثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
Artinya: “Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan semuanya kami kumpulkan dalam kitab (catatan amal) yang nyata.” (QS. Yasin: 12).
Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir
Ahmad Syarifuddin menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Mendidik Anak: Membaca, Menulis, dan Mencintai Al Quran, amalan yang pahalanya terus mengalir dan tidak terbatas ada tiga macam, yaitu:
Sedekah jariyah: Contohnya adalah membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan untuk ibadah.
Ilmu yang bermanfaat: Yaitu ilmu syar’I (ilmu agama) yang diajarkan kepada orang lain dan terus mereka amalkan atau menulis buku agama yang terus bermanfaat sampai ia meninggal dunia.
Anak yang sholeh: Islam mendorong setiap orang tua untuk memperhatikan pendidikan agama anak-anak mereka agar tumbuh menjadi anak yang sholeh.
Ketiga hal tersebut sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah RA, bahwasanya ia berkata:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak yang sholeh." (HR Muslim)
Lalu, menurut Imam as-Suyuthi dalam kitabnya yang berjudul Jami' ash-Shagir, setidaknya ada 10 amalan yang pahalanya terus mengalir, yakni:
Ilmu-ilmu yang disebarkan;
Doa anak Muslim;
Menanam pohon;
Sedekah jariyah;
Mewariskan mushaf;
Mengawal tapal batas pertahanan (jihad);
Menggali sumur atau membuat irigasi;
Membangun rumah inap untuk perantau;
Membangun tempat dzikir;
Mengajarkan (mendidik) Alquranul Karim.
Pahala amalan-amalan di atas tidak akan terputus pahalanya karena mendatangkan manfaat bagi orang lain. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ
Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR Ath Thabrani).
