10 Cara Mengatasi Deepfake agar Tetap Aman di Dunia Digital

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini bisa digunakan untuk membuat video palsu yang terlihat sangat nyata. Video ini sering kali menampilkan seseorang seolah-olah sedang berkata atau melakukan sesuatu, padahal sebenarnya tidak pernah terjadi. Fenomena ini dikenal sebagai deepfake.
Sayangnya, deepfake kerap disalahgunakan untuk tujuan merugikan, seperti penyebaran hoaks, penipuan, hingga merusak reputasi seseorang. Dampaknya bisa berbahaya, baik bagi individu maupun masyarakat luas.
Untuk melindungi diri, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi dan mengurangi risiko dari ancaman deepfake.
10 Cara Mengatasi Deepfake
Berdasarkan panduan dari National Cybersecurity Alliance, berikut 10 strategi untuk mengantisipasi dan menghadapi penyalahgunaan teknologi deepfake.
1. Bijak dalam berbagi konten online
Hati-hati dalam membagikan informasi pribadi, foto, dan video secara online. Batasi akses hanya untuk orang-orang tepercaya agar data Anda tidak mudah dimanfaatkan untuk membuat deepfake.
2. Gunakan pengaturan privasi
Manfaatkan pengaturan privasi di media sosial dan situs penyimpanan file. Batasi siapa saja yang bisa melihat konten Anda agar informasi pribadi tidak tersebar luas.
3. Tambahkan watermark pada foto atau video
Tambahkan watermark digital pada foto atau video sebelum dibagikan. Dengan begitu, konten lebih mudah dilacak dan risikonya disalahgunakan untuk deepfake jadi lebih kecil.
4. Pelajari tentang deepfake dan AI
Tetap update soal perkembangan teknologi AI bisa membantu mengenali ciri-ciri konten deepfake. Tidak harus jadi ahli, cukup paham dasar-dasarnya dan tahu tanda-tanda umumnya saja.
5. Gunakan autentikasi multi-faktor (MFA)
Aktifkan MFA di semua akun penting. Dengan tambahan keamanan berupa kode SMS, scan wajah, atau aplikasi autentikasi, akun Anda akan jauh lebih sulit diakses orang yang tidak berwenang.
6. Gunakan kata sandi kuat dan unik
Gunakan kata sandi yang panjang, minimal 16 karakter, dengan campuran huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Simpan di pengelola kata sandi agar tetap aman dan mudah diingat.
7. Perbarui perangkat dan software
Selalu perbarui perangkat dan software agar tetap aman. Update terbaru biasanya berisi perbaikan keamanan yang menutup celah bagi hacker. Supaya praktis, aktifkan saja pembaruan otomatis.
8. Waspadai phishing
Jangan mudah tergiur pesan mendesak atau mencurigakan dari sumber tidak dikenal. Phishing biasanya dipakai untuk menipu agar korban mengunduh malware atau membocorkan data pribadi. Selalu cek kebenarannya dulu sebelum bertindak.
9. Laporkan konten deepfake
Jika menemukan deepfake yang melibatkan diri Anda atau orang lain, segera laporkan ke platform tempat konten itu muncul atau ke pihak berwenang. Langkah ini bisa membantu menghentikan penyebaran dan memudahkan proses investigasi.
10. Konsultasikan dengan ahli hukum
Jika reputasi Anda rusak akibat deepfake, segera konsultasikan dengan ahli hukum yang paham soal keamanan siber atau privasi data. Mereka bisa membantu memberi arahan hukum dan langkah perlindungan selanjutnya.
Baca Juga: Komdigi: Harus Diakui, Membedakan Konten Buatan AI Susah
(ANB)
