10 Cara Move On dari Trauma Masa Lalu agar Perasaan Lebih Tenang

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trauma masa lalu adalah kondisi emosional yang membuat seseorang sulit melepaskan diri dari kenangan negatif. Pengalaman ini sering kali meninggalkan perasaan syok, ketakutan, kesedihan, hingga kecemasan berlebih yang berlangsung lama.
Menurut Riziem Aizid dalam buku Dahsyatnya Kekuatan Pikiran Bawah Sadar, trauma dapat dipicu oleh berbagai peristiwa yang tidak menyenangkan, seperti masa kecil yang penuh tekanan, kecelakaan, kehilangan orang terkasih, atau menjadi korban perundungan.
Agar bisa lebih fokus menjalani hidup saat ini, penting bagi penderita trauma untuk belajar melepaskan masa lalu yang masih membebani. Selain membuat hari-hari terasa lebih baik, cara ini juga mendukung kesehatan fisik dan mental. Yuk, simak beberapa cara move on dari trauma berikut ini.
Cara Move On dari Trauma
Jika tidak ditangani, trauma berpotensi mengganggu keseimbangan emosional dan kualitas hidup secara keseluruhan. Berikut beberapa strategi untuk move on dari trauma yang dirangkum dari laman Verywell Mind:
1. Belajar Menerima Bantuan
Jangan ragu membuka diri pada dukungan orang terdekat atau profesional. Langkah kecil ini bisa menjadi awal yang penting untuk mulai pulih.
2. Temukan Bantuan yang Tepat
Pilih terapis atau metode terapi yang memang fokus pada penanganan trauma, seperti EMDR, CBT khusus trauma, atau terapi seni. Dukungan yang sesuai akan membuat proses pemulihan lebih aman dan efektif.
3. Bangun Koneksi dengan Orang Lain
Bentuk lingkaran kecil berisi teman-teman yang dapat dipercaya untuk berbagi cerita, dan melakukan aktivitas menyenangkan. Kehadiran mereka dapat mengurangi rasa kesepian.
4. Aktivitas Fisik
Coba lakukan gerakan ringan seperti berjalan, yoga, bersepeda, atau menari. Aktivitas ini dapat membantu tubuh melepaskan hormon yang membuat suasana hati lebih baik.
5. Merawat Diri
Sediakan waktu khusus untuk hal-hal yang menenangkan, seperti membaca, berendam air hangat, atau istirahat cukup. Merawat diri adalah bagian penting dari proses penyembuhan.
6. Ungkapkan Perasaan
Tuangkan emosi melalui tulisan di jurnal, berbicara dengan orang terpercaya, atau menyalurkannya lewat seni. Cara ini membantu hati terasa lebih lega.
7. Hindari Pelarian yang Tidak Sehat
Mengonsumsi alkohol atau narkoba hanya akan memperlambat proses penyembuhan. Hadapi emosi dengan cara yang lebih sehat dan membangun.
8. Beri Waktu Istirahat pada Tubuh dan Pikiran
Proses pulih dari trauma memerlukan energi besar. Jika merasa lelah, berikan jeda untuk menenangkan diri, bahkan dari melakukan kegiatan yang menyenangkan. Istirahat akan membuat energi tetap tinggi.
9. Latih Mindfulness atau Meditasi
Gunakan teknik pernapasan, meditasi, atau mindfulness untuk membantu menenangkan pikiran. Lakukan dengan santai, sesuai kenyamanan masing-masing.
10. Salurkan Emosi Lewat Kreativitas
Menulis, menggambar, bermain musik, atau melakukan kegiatan seni lainnya dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membantu penyembuhan.
Ikut rayakan setiap langkah #MerdekaTerus bareng kumparan lewat program seru. Cek info selengkapnya di kum.pr/kemerdekaan
Baca Juga: 3 Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Seseorang
(ANB)
