Konten dari Pengguna

10 Contoh Ice Breaking MPLS 2026 agar Suasana Kelas Lebih Seru

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh ice breaking MPLS 2026. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh ice breaking MPLS 2026. Foto: Pexels

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) biasanya diisi dengan berbagai kegiatan yang membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, guru, serta teman barunya. Agar tidak merasa jenuh dan bosan, panitia biasanya menyisipkan sesi ice breaking di tengah kegiatan MPLS.

Aktivitas singkat ini mampu mencairkan suasana sekaligus membantu meningkatkan konsentrasi sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya. Sehingga, siswa bisa tetap fokus mengikuti rangkaian MPLS sampai selesai.

Jika sedang mencari inspirasi permainan yang seru dan mudah dilakukan, berikut beberapa contoh ice breaking MPLS 2026 yang dapat dijadikan referensi.

Contoh Ice Breaking MPLS 2026

Ilustrasi contoh ice breaking MPLS 2026. Foto: Pexels

Dirangkum dari kanal YouTube Guru Penyemangat dan sumber lainnya, berikut sejumlah contoh ice breaking yang cocok dimainkan selama kegiatan MPLS.

1. Tebak Gerak

Permainan Tebak Gerak cocok dimainkan secara berkelompok sehingga seluruh peserta dapat terlibat aktif selama kegiatan berlangsung. Permainan dimulai dengan langkah-langkah berikut:

  • Guru memanggil siswa yang berada paling depan di setiap barisan, lalu memberikan satu kata rahasia.

  • Siswa kembali ke kelompoknya dan menepuk bahu teman di belakangnya sebagai tanda mulai bermain.

  • Selanjutnya, siswa memperagakan kata tersebut tanpa berbicara.

  • Gerakan diteruskan secara berantai hingga siswa paling belakang.

  • Siswa terakhir bertugas menebak kata yang pertama kali diperagakan.

2. Tebak Kata Bergambar

Tebak Kata Bergambar menjadi permainan yang dapat mengasah kreativitas dengan cara menebak kata secepat mungkin dari suatu gambar. Berikut cara bermainnya:

  • Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok.

  • Satu orang dari setiap kelompok menerima satu kata rahasia dari guru.

  • Siswa tersebut menggambar kata di papan tulis tanpa menuliskan huruf atau angka.

  • Anggota kelompok lainnya menebak gambar secepat mungkin.

3. Ikuti Apa yang Kudengar, Bukan yang Kulihat

Aktivitas ini menguji konsentrasi peserta karena siswa harus lebih fokus pada instruksi yang didengar dibandingkan gerakan yang diperagakan oleh panitia. Permainan berlangsung dengan langkah berikut:

  • Panitia memberikan instruksi untuk memegang bagian tubuh tertentu.

  • Pada saat yang sama, panitia sengaja memperagakan gerakan yang berbeda. Misalnya mengatakan, "Pegang hidung," tetapi justru memegang dagu.

  • Siswa harus mengikuti instruksi yang didengar, bukan gerakan yang dilihat.

4. Lempar Bola Nama

Lempar Bola Nama merupakan permainan perkenalan yang banyak digunakan saat MPLS untuk membantu siswa mengingat nama teman baru. Cara bermainnya, antara lain:

  • Seluruh siswa membentuk lingkaran.

  • Satu siswa melempar bola kepada teman lain sambil menyebutkan nama, asal sekolah, atau hobinya.

  • Siswa yang menerima bola memperkenalkan diri, kemudian melemparkannya kepada teman berikutnya.

  • Permainan berlanjut hingga seluruh peserta mendapat giliran.

5. Lempar Angka

Dalam permainan Lempar Angka, setiap siswa dituntut untuk tetap fokus agar dapat merespons dengan cepat saat nomornya dipanggil. Permainan ini dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Setiap siswa mendapatkan nomor sesuai urutan tempat duduk atau nomor yang telah ditentukan.

  • Panitia memulai permainan dengan menyebut nomor salah satu siswa.

  • Siswa yang nomornya dipanggil segera berdiri, lalu menyebut nomor siswa lain secara acak.

  • Siswa yang nomornya disebut harus segera berdiri dan melanjutkan permainan dengan menyebut nomor peserta berikutnya.

  • Peserta yang terlambat merespons atau keliru berdiri dapat diberikan tantangan agar permainan semakin seru.

6. Cari Teman Sehobi

Permainan ini menjadi cara yang kreatif untuk membantu peserta didik baru saling mengenal. Adapun cara bermainnya sebagai berikut:

  • Bagikan selembar kertas kepada setiap siswa.

  • Minta setiap siswa menuliskan satu hobi atau hal yang paling disukai.

  • Berikan waktu sekitar tiga menit untuk berkeliling mencari teman yang memiliki hobi serupa.

  • Setelah menemukan kelompoknya, siswa berkumpul bersama.

  • Setiap kelompok dapat diminta memperkenalkan diri sekaligus menceritakan hobi mereka di depan kelas.

7. Sambung Kata Kilat

Sambung Kata Kilat merupakan permainan sederhana yang mampu melatih kreativitas berbahasa serta kecepatan berpikir. Aturan permainannya yaitu:

  • Panitia menyebutkan satu kata sebagai awal permainan, misalnya sekolah.

  • Siswa berikutnya harus menyebut kata yang diawali huruf terakhir dari kata sebelumnya, misalnya halaman, kemudian nanas, dan seterusnya.

  • Setiap peserta hanya diberi waktu sekitar tiga detik untuk menjawab.

  • Peserta yang tidak dapat menjawab dapat diberikan tantangan.

8. Tepuk Konsenterasi

Tepuk Konsentrasi merupakan permainan yang sering digunakan saat MPLS karena mudah dimainkan tanpa alat bantu. Berikut langkah-langkah permainannya:

  • Panitia menjelaskan aturan tepuk kepada seluruh peserta.

  • Jika panitia mengucapkan "Pagi", siswa bertepuk tangan satu kali.

  • Jika panitia mengucapkan "Siang", siswa bertepuk tangan dua kali.

  • Jika panitia mengucapkan "Malam", siswa hanya menggerakkan tangan tanpa mengeluarkan suara.

  • Tingkatkan kecepatan instruksi agar permainan menjadi lebih menantang.

9. Ular Naga

Ular Naga merupakan permainan tradisional yang masih sering dimainkan dalam berbagai kegiatan sekolah. Permainan berlangsung melalui cara berikut:

  • Dua siswa membentuk gerbang dengan saling mengangkat tangan.

  • Siswa lainnya berbaris membentuk ular panjang.

  • Seluruh peserta berjalan melewati gerbang sambil menyanyikan lagu "Ular Naga".

  • Saat lagu berakhir, gerbang diturunkan untuk menangkap siswa yang berada tepat di bawahnya.

10. Paduan Suara Hewan

Paduan Suara Hewan menjadi permainan yang mampu mencairkan suasana karena mengajak peserta bernyanyi dengan cara yang unik. Berikut cara memainkannya:

  • Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, lalu memberikan nama hewan kepada masing-masing kelompok, seperti kucing, ayam, sapi, atau bebek.

  • Seluruh kelompok menyanyikan lagu anak-anak, misalnya "Balonku", tetapi liriknya diganti dengan suara hewan sesuai kelompok masing-masing.

  • Ketika guru menunjuk satu kelompok, hanya kelompok tersebut yang mengeluarkan suara.

  • Jika guru mengangkat kedua tangan, seluruh kelompok bernyanyi secara bersamaan menggunakan suara hewan yang telah ditentukan.

Baca Juga: 30 Motto untuk MPLS SMK yang Inspiratif, Singkat, dan Penuh Semangat

(SA)