Konten dari Pengguna

10 Kegiatan MPLS TK yang Edukatif dan Menyenangkan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi MPLS TK. Foto: Unsplash/cdc.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi MPLS TK. Foto: Unsplash/cdc.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), kegiatan ini juga diterapkan di tingkat Taman Kanak-kanak (TK).

Mengutip buku Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa oleh Nella Agustin,dkk., Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan salah satu kegiatan tahunan yang wajib dilaksanakan sekolah di tahun ajaran baru. Kegiatan ini biasanya dilakukan selama tiga hari di minggu pertama, ketika siswa pertama kali masuk sekolah.

Untuk jenjang TK, MPLS biasanya dikemas dengan kegiatan yang seru dan menyenangkan. Ini dilakukan guna menyesuaikan karakteristik anak yang membutuhkan pendekatan bermain sambil belajar.

Butuh referensi kegiatan MPLS TK yang edukatif dan menyenangkan? Yuk, simak ragamnya dalam artikel berikut ini.

Contoh Kegiatan MPLS TK

Ilustrasi Wisuda Siswa TK. Foto: Shutterstock

Kreativitas guru diperlukan guna merancang kegiatan MPLS TK yang seru, edukatif, dan menyenangkan. Ada banyak ragam kegiatan yang bisa dilakukan, yakni:

1. Pengenalan Ruang Kelas dan Fasilitas Sekolah

Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar anak merasa nyaman di lingkungan barunya. Guru bisa mengajak anak berkeliling ke ruang kelas, toilet, perpustakaan mini, ruang UKS, hingga taman bermain.

Dengan berkeliling bersama teman dan guru, anak bisa melatih keberanian dan rasa percaya dirinya. Menurut modul Pengelolaan Kegiatan Anak Usia Dini terbitan Direktorat PAUD Kemdikbud, pengenalan lingkungan dapat meningkatkan rasa aman pada anak sejak dini.

2. Perkenalan dengan Guru dan Teman Baru

Ilustrasi Kegiatan Perkenalan MPLS TK. Foto: Pixabay.

Sosialisasi merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan anak usia dini. Guru dapat memfasilitasinya dengan mengadakan perkenalan singkat bersama teman dan wali kelas. Tentunya, perkenalan ini bisa dilakukan dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Proses interaksi ini bisa mendorong anak untuk belajar berbicara, berempati, dan mendengarkan secara bergantian. Ini juga bisa membantu guru mengenal karakter anak secara lebih personal.

Agar terasa seru, Anda bisa mengombinasikannya dengan permainan sederhana seperti lempar bola pertanyaan. Di permainan ini, anak diminta untuk menyebutkan nama dan hal favoritnya (makanan, warna, atau hewan), agar bisa saling mengenal satu sama lain. Guru pun bisa memperkenalkan peran dirinya di sekolah agar anak merasa nyaman dan percaya pada sosok pengasuh di luar rumah.

3. Bermain sambil Belajar

Konsep bermain sambil belajar bisa jadi pendekatan yang efektif dalam pendidikan anak usia dini. Guru bisa menghadirkan permainan edukatif seperti puzzle warna, balok angka, atau permainan peran sederhana seperti “berpura-pura menjadi dokter”.

Tidak hanya menyenangkan, aktivitas ini juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif, motorik, dan sosial anak. Berdasarkan buku Pendidikan Anak Usia Dini oleh Lestari & Mukarromah (2021), metode ini terbukti efektif menanamkan konsep dasar sambil menjaga semangat bermain anak.

Permainan juga bisa dikaitkan dengan tema pembelajaran mingguan, seperti “Aku dan Lingkunganku” atau “Alat Transportasi” untuk memperkenalkan konsep baru secara alami. Guru perlu memastikan bahwa setiap permainan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

4. Kegiatan Seni dan Musik

Kegiatan seni terbukti efektif mendukung perkembangan emosional dan estetika anak sejak usia dini. Kenalkan kegiatan seperti menggambar, mewarnai, dan bermain musik agar anak bisa mengekspresikan ide dan emosinya secara kreatif.

Guru dapat memberikan tema sederhana seperti “keluargaku” atau “sekolah impianku” untuk latihan menggambar, lalu memperkenalkan alat musik ritmis dan nada-nada dasar pada anak. Di samping itu, guru juga bisa menggunakan alat musik sederhana seperti ukulele atau gitar. Aktivitas ini bisa melatih koordinasi mata, tangan, dan fokus anak secara bersamaan.

5. Kegiatan Makan Bersama

Ilustrasi Kegiatan Makan Bersama. Foto: Unsplash/cdc.

Menurut Pedoman Gizi Seimbang Anak dari Kementerian Kesehatan RI, membangun kebiasaan makan sehat sejak dini sangat penting untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Selain mengajarkan etika, kegiatan ini juga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan disiplin yang kuat pada anak.

Selama kegiatan, guru bisa mengajak anak untuk membuka bekal sendiri, mencuci tangan sebelum makan, serta berbagi makanan dengan teman sebayanya. Guru dapat menyisipkan edukasi tentang makanan sehat dan pentingnya sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

6. Bernyanyi dan Bercerita

Kegiatan bernyanyi dan bercerita dapat menstimulasi kemampuan bahasa dan kognitif anak. Guru bisa menyisipkan nilai-nilai moral melalui lagu yang dinyanyikan atau cerita yang dibacakan, misalnya lagu “Bangun Tidur” dan cerita "Si Kancil”.

Aktivitas ini juga bisa jadi sarana kreatif untuk memperkenalkan budaya nasional dan membentuk karakter positif. Kegiatan mendongeng terbukti mampu meningkatkan kemampuan bahasa, konsentrasi, dan imajinasi anak.

Sebagai variasi, guru dapat menggunakan alat peraga seperti boneka tangan, gambar tokoh, atau media audio-visual sederhana agar ceritanya terasa lebih hidup. Lalu, anak bisa diajak untuk menebak kelanjutan cerita atau membuat versi cerita mereka sendiri.

7. Membuat Kartu Nama

Kegiatan menulis dan menggambar dapat mengasah kemampuan literasi anak sejak dini. Anak-anak bisa diajak untuk membuat kartu nama yang berisi nama lengkap dan gambar diri mereka.

Agar kids friendly, Anda bisa gunakan bahan sederhana seperti kertas manila, stiker, dan krayon. Selain memperkenalkan huruf dan angka, kegiatan ini juga dapat melatih motorik halus dan kreativitas anak. Bonusnya, guru bisa mengenali siswa lebih mudah.

Supaya terasa spesial, guru dapat menggantung kartu nama anak sebagai dekorasi atau pajangan di kelas. Dengan begitu, anak akan merasa lebih dihargai.

8. Permainan “Simon Says”

Permainan dengan aturan sederhana dapat membantu perkembangan fungsi otak anak usia dini. Salah satu permainan yang bisa dipilih di kegiatan MPLS yaitu, "Simon Says”.

Permainan instruksi seperti “Simon Says” efektif untuk melatih konsentrasi, pendengaran aktif, dan kemampuan mengikuti perintah. Guru dapat memberikan perintah seperti “Simon says tepuk tangan” atau “Simon says lompat-lompat”.

Anak-anak harus meniru perintah tersebut hanya jika diawali dengan “Simon says”. Apabila tidak diawali "Simon says", maka tidak diperbolehkan bergerak. Kegiatan ini dapat mengundang tawa sekaligus keseruan di dalam kelas.

9. Berolahraga atau Senam Ceria

Ilustrasi Kegiatan Berolahraga MPLS TK. Foto: Pixabay.

Melalui kegiatan senam atau olahraga ringan, anak dilatih untuk aktif secara fisik. Guru bisa menyiapkan gerakan sederhana seperti lompat kecil, lari di tempat, dan senam irama dengan lagu anak.

Kegiatan ini dapat membantu anak meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, dan mengembangkan keterampilan motorik kasar. Agar tidak monoton, guru bisa mengombinasikannya dengan permainan berhadiah.

Libatkan kerja sama tim dalam permainan tersebut. Dengan begitu, anak-anak akan belajar untuk berempati dan menoleransi hal-hal di luar kendalinya. Ini juga bisa membuat hubungan anak-anak dan temannya semakin akrab.

10. Menanam Tanaman Mini

Kegiatan bercocok tanam bisa menjadi alternatif kegiatan MPLS TK. Dikutip dari Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, kegiatan ini terbukti efektif mendukung perkembangan kognitif dan nilai ekologis anak usia dini.

Anak-anak bisa dikenalkan pada lingkungan melalui kegiatan bercocok tanam. Tidak perlu yang ribet, Anda bisa gunakan tanaman sederhana seperti kacang hijau atau bunga kertas.

Guru bisa membimbing anak untuk menyiram tanaman dengan benar, meletakkan tanaman di tempat terang, dan mengamati perkembangannya. Kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan cinta terhadap alam.

Baca Juga: 6 Contoh Kegiatan MPLS TK 2024 Seru dan Menarik

Kegiatan MPLS di tingkat TK harus disesuaikan dengan karakter anak yang penuh imajinasi dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Lewat kegiatan edukatif dan menyenangkan, anak bisa merasakan pengalaman yang positif di sekolah.

Guru dan orang tua perlu bekerja sama menciptakan suasana yang hangat dan suportif, lalu memfasilitasi tumbuh kembang anak secara holistik. Dengan pendekatan yang tepat, MPLS bisa menjadi jembatan penting untuk mempersiapkan perjalanan belajar di TK.